M. Reza Sulaiman | Hadi busanery
Nyoman Nadiana Penggerak Desa Sejahtera Astra Desa Les. (Dok Pribadi)
Hadi busanery

Jalan-jalan ke Bali itu tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke Desa Sejahtera Astra Bali, meskipun ada banyak saudara di Bali, satu minggu juga rasanya masih ada yang kurang. Sejak menjadi bagian dari Desa Sejahtera Astra, tempat ini melakukan banyak inovasi dan perbaikan dengan mempertahankan warisan leluhur. Desa Les, potret Desa Sejahtera Astra yang berkembang dengan menjaga kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan.

Nyoman Nadiana atau yang dikenal Don Rare, penggerak Desa Les yang sebelumnya adalah pemandu wisata di Bali. Berawal dari keinginannya meningkatkan kunjungan pariwisata desanya yang masih orisinal, dengan mempertahankan sentuhan tradisional masyarakat Desa Les, kini arah visi misi Desa Les makin jelas setelah masuk menjadi bagian dari Desa Sejahtera Astra.

Pria yang memiliki nama lengkap Nyoman Nadiana ini menyadari bahwa kampungnya di Bali Utara merupakan ladang potensial yang bisa digarap menjadi potensi wisata. Ada banyak destinasi wisata di Desa Les, mulai dari air terjun "Yeh Mampeh" yang eksotik seolah membelah perbukitan, pura, wisata bahari, dan pembuatan garam tradisional.

Desa Les

Les adalah sebuah desa di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Desa ini memiliki pantai dan sebagian datarannya ada di ketinggian 250 meter dari permukaan laut. Desa Les menawarkan kombinasi wisata alam, pesisir, budaya, dan konservasi yang dikelola bersama masyarakat. Pada musim kemarau seperti sekarang ini, produksi garam tradisional di Desa Les mencapai 2 sampai dengan 3 ton per panen.

Nyoman Nadiana yang lama hidup dari pariwisata di Bali wilayah selatan melabeli dirinya 3P, yaitu pedagang, pemandu, dan pejalan. Hal ini lantaran kehidupannya sebagai orang yang mengais rezeki di dunia pariwisata Bali memiliki semangat membara dan terbiasa dengan jadwal yang padat sehingga menjadi gaya hidup. Selain memandu wisata, Nyoman Nadiana memang kerap mempromosikan garam Les produksi sang ayah. Dari situlah Don Rare tergerak untuk menjadi motor penggerak pariwisata berbasis komunitas.

Proses pembuatan garam di Desa Les masih tradisional yang dikenal pula dengan nama Garam Palungan. Ini lantaran cara penjemurannya menggunakan bidang jemur batang pohon kelapa atau palungan. Proses pembuatannya hanya bisa dilakukan di saat musim kemarau. Pertama-tama tanah disiram air laut yang dilakukan berulang sebanyak tiga kali. Setelah kering, tanah akan dikerik dan menghasilkan butiran-butiran kecil yang kemudian dimasukkan ke saringan yang disebut tinjungan. Sebelumnya tinjungan dilapisi daun lontar, pasir, dan kerikil sebagai penyaring alami antara tanah dan air laut. Tanah yang ada di tinjungan disiram lagi dengan air laut.

Proses penyaringan tanah dan air laut akan menghasilkan nyah atau biang garam yang otomatis akan tertampung di gerombong, berada di bawah tinjungan. Nyah ini kemudian dijemur dan proses penjemuran ini yang nantinya akan menjadi garam.

Pemasaran garam Desa Les dibantu BUMDes hingga menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, petani garam juga memasarkan Garam Palungan langsung ke pengepul. Untuk hasil akhir, Garam Palungan dijual dengan harga bervariasi. Selain garam, Nyoman Nadiana juga membantu memasarkan produk-produk lokal masyarakat seperti gula juruh, minyak kelapa, arak lokal, hingga hasil kerajinan desa.

Dengan usahanya di bidang pariwisata yang pasang surut, Don Rare beranjak sedikit demi sedikit mengenalkan potensi Desa Les kepada wisatawan. Imbal balik dari jerih payahnya pun bisa bermanfaat untuk masyarakat desa hingga produk Desa Les bisa dikenal masyarakat luas.

Desa Sejahtera Astra

Astra berkontribusi pada pengembangan masyarakatnya. Astra memandang masyarakat desa masih memiliki karakter kuat dalam hal gotong-royong dan memiliki wilayah yang kondusif untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Ini bisa dicek di Desa-desa Sejahtera Astra bahwa Astra hadir untuk melakukan penyelarasan dengan berbagai program kontribusi kegiatan sosial di Desa Sejahtera Astra.

Dalam menjalankan perannya dalam berkontribusi kepada masyarakat, Astra bersama Astra Grup saat ini sudah banyak berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra yang ada di 35 provinsi Tanah Air.

Di Desa Les, Astra sudah melakukan pendampingan sejak tahun 2024 dengan fokus di penguatan ekonomi masyarakat, budaya, serta pengembangan lingkungan dan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan adanya kerja sama pada Program Desa Sejahtera, keadaan ekonomi sosial di Desa Les bisa langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Program Desa Sejahtera Astra hingga kini sudah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 25%, banyak tenaga kerja baru yang terserap, dan penyerapan pasar terhadap produk lokal naik hingga 100%.

Selain potensi wisata, Program Desa Sejahtera Astra juga berkontribusi di bidang kesehatan. Masyarakat semakin aktif mendukung kesehatan ibu dan anak lewat posyandu, dan ada pula pengembangan pendidikan melalui kelas bahasa Inggris dan pelatihan pariwisata guna mempersiapkan guide bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Desa Les.

Ke depannya, Desa Les diharapkan dapat terus diperkuat melalui Empat Pilar Desa Sejahtera Astra seperti penguatan kesehatan, pengembangan kapasitas generasi muda, pengelolaan sampah, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal yang ada di Desa Les.