Boyolali-22 November 2020, Pasca penarikan KKN UIN Walisongo pada tanggal 19 November 2020 lalu, mahasiswa Tim KKN UIN Walisongo asal Boyolali mengirimkan draft buku rampai ke penerbit Walisongo Press. Buku ini bermula dari adanya tugas menulis buku rampai artikel bertema kegiatan pengabdian pada masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah ke-75 UIN WalisongoSemarang. Ini adalah skema tugas baru yang dicanangkan oleh LP2M UIN Walisongo.
Buku bertajuk CATATAN PENGABDIAN itu berisi himpunan refleksi dari kegiatan yang dilakukan selama 45 hari masa KKN. Melakukan kegiatan pengabdian pada masa pandemi Covid-19 tentu tidaklah mudah.
Banyak keterbatasan yang mahasiswa KKN hadapi, pembatasan sosial berskala besar membuat Mahasiswa KKN harus berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan kegiatan KKN. Meskipun begitu, bukan berarti Mahasiswa KKN lantas terpaku di rumah masing-masing, sebisa mungkin kami tetap terjun dan mengabdi secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
Covid-19 bukanlah penghalang untuk mengabdi. Apabila kita telusuri dari asal katanya, mengabdi berasal dari abdi, yang konon dari akar kata bahasa Arab 'abadaya'budu-'abdan, yang berarti menyembah/beribadah, sebagai muslim tentu beribadah sudah jadi rutinitas, bukan hanya pada kewajiban lima waktu, tapi juga merambah ke rutinitas hidup sehari-hari. Bagi muslim pekerjaannya menjadi bagian dari ibadah. Abdi tidak lagi fokus pada gaji yang diperoleh, namun kepada ridla-Nya ia menambat.
Maka tak salah jika memindah kata “saya bekerja” dengan “saya mengabdi.” Tentu bukan bermaksud mengabdi/ menghamba pada pekerjaannya, tapi karena bekerja masuk dalam beribadah itu sendiri. Senada dengan tesis tersebut, semoga kami dapat menjadikan kegiatan KKN ini sampai pada tingkatan panggilan hati untuk beribadah. Buku ini bukan hanya merefleksikan kegiatan pengabdian Tim KKN 130, namun buku ini juga menjadi bagian dari artefak-peninggalan atau kenangan-persahabatan. Di dalamnya dapat dirasakan, rasa semangat, kegembiraan, kesedihan, dan keharuan pada tulisan kawan-kawan mahasiswa yang tengah berjuang dalam menyelesaikan tugas KKN dan menempuh semester akhir.
Terbitnya buku bunga rampai ini juga merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk program KKN Dari Rumah. Tulisan-tulisan yang berupa refleksi dari kegiatan KKN DR ini meliputi banyak hal, baik di bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya. Masa KKN boleh berakhir, tetapi dengan hadirnya buku ini, Insya Allah manfaat KKN akan tetap berlangsung.
Artikel Terkait
-
Kembangkan Potensi Desa, Ahmad Luthfi Libatkan Mahasiswa dari 44 Perguruan Tinggi
-
Ruang Cerdas: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
-
Perpisahan Hangat Mahasiswa KKN-PLP Unila dengan SMK HMPTI Banjar Agung
-
Momen Perpisahan: KKN-PLP Unila Tinggalkan Jejak Positif di Makmur Jaya
-
Sukses! KKN Unila Implementasi Nilai Pancasila di SDN 1 dan 2 Merbau Mataram
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI
-
Review Article 370: Film Thriller yang Bikin Kamu Nggak Mau Berkedip!