Kelurahan Padangsari tepatnya di RW 08 ini memiliki wilayah yang padat penduduk sehingga mengakibatkan tingkat konsumsi yang tinggi. Sehingga warga mempunyai tingkat pembuangan sampah anorganik maupun organik yang tinggi. Sampah tersebut hanya dibuang tanpa ada pengolahan, padahal pengolahan sendiri memiliki tujuan untuk mengurangi residu yang terbuang ke TPS.
Mengetahui hal tersebut, Agita Meutia Ardhana salah satu mahasiswi KKN Tim II Undip 2021 akan melakukan pelatihan tentang pemanfaatan kompos secara mandiri dalam mengurangi dampak lingkungan di wilayah RW 08 dengan metode Takakura.
Sasaran dari kegiatan ini adalah warga sekitar RW 08 Kelurahan Padangsari. Terdapat kendala dalam penyampaian edukasi ini, yaitu kondisi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga penyampaian edukasi ini menggunakan video, di upload youtube dan share melalui platform Group Whatsapp pada hari Kamis, 22 Juli 2021.
Metode takakura merupakan salah satu pembuatan pupuk organik yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah, menggunakan bahan-bahan yang dapat ditemukan sekitar rumah.
Mempunyai output berupa pupuk kompos yang berasal dari bahan organik seperti sisa makanan dan sayuran. Media Takakura berupa keranjang baju, sehingga tidak membuang banyak tempat.
Penulis : Agita Meutia Ardhana
DPL : Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D
Artikel Terkait
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
Jejak Sampah di Balik Tombol 'Checkout': Sudah Siapkah Berhenti Jadi Konsumen Pasif?
-
5 Tips Jitu Memilih Pelembap Wajah yang Pas untuk Hasil Lembap Optimal
-
Jangan Cuma Rendang! Sulap Daging Kurban Jadi 4 Hidangan Nusantara yang Lebih Menggoda
-
Dua Suami, Satu Misi: Chaos Aksi Komedi dalam Film 'Husbands in Action'
-
Menghilangkan Penat dan Stress dengan Berwisata Alam di Pancar Wonotirto