Sekretariat nasional GEF SGP Indonesia dan Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun telah sepakat untuk melakukan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan pendekatan berbasis pengembangan produk organik masyarakat. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar DAS Bodri.
Kepala BPDAS Pemali Jratun, Arief Setyo Utomo memaparkan beberapa upaya yang telah sukses dilaksanakan dari program pemulihan DAS Bodri melalui upaya pengembangan produk organik. Salah satunya adalah ekspor budidaya komoditas petai hingga berhasil ekspor ke Korea Selatan.
“Tak hanya itu, komoditas Alpukat Pangeran juga telah berhasil disuplai ke ke berbagai toko termasuk supermarket Superindo, yang merupakan binaan BPDAS Pemali Jratun,” jelas Arief.
Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pemeliharaan DAS yang berkelanjutan, Arief menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPDAS Pemaji Jratun yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi DAS. Dalam hal ini, BPDAS bermitra dengan PKSDA dan berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) yang aktif di bidang perhutanan sosial.
Menyoroti upaya pemulihan tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala menjelaskan bahwa di tahun ke-3 program pihaknya tengah berupaya untuk memulihkan lahan sebesar 500 hektare.
“Salah satu fokus upaya pemulihan lahan itu kami sedang menggencarkan penanaman pohon berkayu yang menguntungkan juga secara ekonomi bagi masyarakat seperti tanaman jambu biji, kopi, kacang macademia dan semisalnya,” jelas Sidi.
Lebih lanjut Sidi menjelaskan bahwa saat ini beberapa mitra yang berwilayah kerja di DAS Bodri telah mulai memanen hasilnya sehingga perlu untuk dilakukan peningkatan secara kapasitas agar masyarakat tidak hanya menjualnya dalam bentuk mentah.
“Saat ini kami melihat banyak potensi produk lokal dan komoditas endemik yang berpotensi untuk masuk ke pasar global. Akan tetapi untuk menyasar pasar tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan baik dari standar, sertifikasi hingga pemasarannya,” jelasnya.
Mengapresiasi inisiasi tersebut, Arief menyarankan penanaman beberapa komoditas yang saat ini tengah dicari oleh masyakat lokal seperti alpukat dan aren yang bernilai konservasi dan saat ini harganya sedang bersaing. Pihaknya juga mendukung untuk menghubungkan dengan offtaker dan pencarian pasar melalui business matching,
Di akhir audiensi, Sidi menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan website pemetaan digital keanekaragaman hayati DAS Bodri. Bekerja sama dengan Serikat Petani Kedu-Banyumas (Sepkuba), Website itu nantinya akan diserahkan kepada BPDAS Pemali Jratun dan berbagai stakeholder lainnya setelah penyelesaian program GEF SGP Indonesia di fase ke-7.
Baca Juga
-
4 Toner Trehalose Berikan Hidrasi Ekstra agar Cegah Kulit Kering saat Puasa
-
Digarap 5 Tahun, Pelangi di Mars Jadi Film Sci-Fi Indonesia yang Dinanti
-
Premium ala Flagship, Harga Tetap Bersahabat: Vivo V70 Kini Lebih Sempurna
-
70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja, Ini Saatnya Benahi Sistem
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2
Artikel Terkait
-
Seruan Komitmen Forum DAS Bodri, Pelestarian Harus Terus Berlanjut!
-
Perempuan Penjaga Arus, Jalan Kebangkitan dari Tepian Sungai Bodri
-
Tuntas! Warga dan Relawan Sukses Hijaukan Ratusan Hektare Lahan di Sekitar Sungai Bodri
-
Gotong Royong Benahi DAS Bodri, Mengubah Tantangan Lingkungan Menjadi Peluang Keberlanjutan
-
Pertanian Berkelanjutan Jadi Jalan Pulang Saat Alam Kian Merapuh
Rona
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
-
Menikmati Strike Tak Terduga di Sagara Makmur
-
Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
-
Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025
-
Menyambut Natal Lebih Bijak, Ini Cara Merayakan secara Ramah Lingkungan
Terkini
-
4 Toner Trehalose Berikan Hidrasi Ekstra agar Cegah Kulit Kering saat Puasa
-
Digarap 5 Tahun, Pelangi di Mars Jadi Film Sci-Fi Indonesia yang Dinanti
-
Premium ala Flagship, Harga Tetap Bersahabat: Vivo V70 Kini Lebih Sempurna
-
70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja, Ini Saatnya Benahi Sistem
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2