Kabupaten di Indonesia berada di garis depan dalam menghadapi persoalan besar seperti ketahanan pangan, pengelolaan bencana, hingga pembangunan ekonomi berbasis alam. Kondisi ini membuat posisi mereka tak bisa dipandang sebelah mata.
“Kabupaten adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan alam. Suara mereka penting untuk memastikan pembangunan tetap adil dan lestari,” kata Kepala Sekretaris Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Ristika Putri Istanti.
Untuk menyoroti pengalaman dan solusi yang sudah dilakukan daerah, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama LTKL akan menggelar APKASI Otonomi Expo (AOE) 2025 dan Sustainable District Outlook (SDO) 2025 di ICE BSD, Tangerang, pada 28 Agustus 2025. Acara ini dirancang menjadi etalase besar bagi kabupaten memperkenalkan produk unggulan, inovasi berkelanjutan, serta memperluas kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.
Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, menegaskan expo ini bukan sekadar ajang transaksi. “APKASI ingin menjadikan expo ini sebagai momentum transformasi daerah, supaya produk unggulan kabupaten bisa bersaing di level internasional,” ujarnya.
Forum SDO 2025 akan menampilkan langsung pembelajaran dari kabupaten anggota LTKL, termasuk Sintang, Kapuas Hulu, hingga Sigi. Kabupaten Sigi menjadi sorotan setelah berhasil menjaga 72% hutannya tetap utuh sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sigi, Afit Lamakarte, capaian ini lahir dari kolaborasi jangka panjang dengan LTKL selama delapan tahun terakhir.
Dukungan juga datang dari mitra strategis. Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) bekerja bersama 126 ribu petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan.
Java Kirana bersama Kabupaten Sigi tengah mengembangkan pusat perdagangan kopi, kakao, dan vanila yang dilengkapi pelatihan dan akses ke pasar global. “Bukan hanya soal membuka pasar dagang, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal agar terlibat aktif dalam rantai ekonomi,” kata pendirinya, Noverian Aditya.
Dengan mengusung semangat Produk Lokal Mengglobal, AOE dan SDO 2025 diharapkan menjadi momentum kabupaten Indonesia menunjukkan ke dunia bahwa pembangunan berkelanjutan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Penulis: Muhammad Ryan Sabiti
Baca Juga
-
Anime Kaya-chan Isn't Scary! Teror dan Kepolosan di Taman Kanak-Kanak
-
Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan
-
5 Drama Korea dengan Landscape Indah Se-vibes 'Can This Love Be Translated?'
-
Saat Produktivitas Menjadi Panggung Sosial, Apa yang Sebenarnya Kita Kejar?
-
Persahabatan Singa dan Burung Pipit
Artikel Terkait
Rona
-
Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
-
Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025
-
Menyambut Natal Lebih Bijak, Ini Cara Merayakan secara Ramah Lingkungan
-
Bukan Tren Sesaat, Industri Hijau Kini Jadi Keharusan
-
Banjir Aceh: Bukan Sekadar Hujan, tapi Tragedi Ekologis Hutan yang Hilang
Terkini
-
Anime Kaya-chan Isn't Scary! Teror dan Kepolosan di Taman Kanak-Kanak
-
Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan
-
5 Drama Korea dengan Landscape Indah Se-vibes 'Can This Love Be Translated?'
-
Saat Produktivitas Menjadi Panggung Sosial, Apa yang Sebenarnya Kita Kejar?
-
Persahabatan Singa dan Burung Pipit