BTS resmi jadi pemegang paspor diplomatik Korea Selatan, 14 September lalu. Mereka ditunjuk oleh presiden Moon Jae-in sebagai utusan khusus dalam sidang umum PBB pada 20 September 2021. Dalam ajang itu, mereka akan menyampaikan pidato khusus untuk generasi muda saat sesi pembahasan Sustainable Development Goals.
Ini adalah kali kedua mereka hadir di acara PBB setelah sebelumnya jadi tamu khusus UNICEF pada 2018. Mengapa BTS yang dipilih sebagai utusan khusus di sidang umum PBB? BTS adalah salah satu wujud sukses hallyu alias gelombang budaya populer Korsel. Boyband dengan 7 personel ini bahkan jadi yang paling populer di dunia pada 2018.
Single mereka "Dynamite", duduk di puncak tangga lagu dunia Billboard Hot 100. Popularitas dan penunjukan mereka dalam kegiatan internasional dianggap sebagai bentuk penyebarluasan soft power Korea Selatan. Lantas, apa itu soft power? Soft power ialah kemampuan untuk memengaruhi orang lain melalui penggunaan daya tarik dan bukan lewat paksaan, kekerasan, atau imbalan.
Istilah ini diciptakan oleh Joseph Nye pada 1990. Dilansir dari Nature pada 21 Februari 2017, Ilmuwan Politik Amerika, Joseph Nye mengatakan Soft power adalah tentang membuat pihak lain menginginkan apa yang kita inginkan. Ini soal kemampuan untuk memengaruhi orang lain dengan daya tarik dan bujukan, bukan hanya paksaan dan pembayaran.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah Korea Selatan melibatkan selebritas ke acara diplomatik. Mereka juga mendorong produksi dan penyebaran konten budaya pop Korea melalui kebijakannya. Pada kasus BTS, ada strategi eksplisit kalau pemerintah Korsel menjadikan mereka "senjata" untuk menyebarluaskan budaya Korea ke seluruh dunia.
Ini bisa dilihat dari penobatan anggota BTS sebagai Duta Pariwisata, menampilkan daftar lokasi video musik BTS pada situs web pemerintah, dan mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi favorit boyband itu. Untuk apa semua itu dilakukan? Jawabannya enggak lepas dari faktor ekonomi. Setidaknya ada lebih dari 3,6 miliar USD yang dihasilkan BTS untuk ekonomi Korea Selatan setiap tahunnya.
Pada 2017, mereka juga berhasil menarik sekitar 800 ribu wisatawan datang ke Korsel. Dilansir dari The Diplomat, Asisten Profesor Hong Kong Polytechnic University, DR Wantanee Suntikul mengatakan BTS telah memainkan peran besar dalam menyebarkan asosiasi positif budaya kontemporer Korea di seluruh dunia.
Bukan hanya melalui dampak langsung dari penampilan dan merchandising mereka, tapi juga melalui riak pengaruh mereka yang diwujudkan. Misalnya, dalam permintaan pariwisata ke situs-situs yang terkait dengan boyband, dan oleh pasukan penggemar global yang memperbesar dan melipatgandakan penyebaran popularitas mereka.
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
-
Yoo Jae-suk hingga Suga BTS Beri Sumbangan Imbas Kebakaran Hutan di Korea
-
Digaji Puluhan Juta, Dua WNA China Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus SMS Phishing Melalui BTS Palsu
-
Jungkook BTS Alami Pencurian Saham: Kronologi dan Tindakan Hukum
-
J-Hope BTS Ungkap Tipe Cewek Ideal di Lagu Terbaru 'Mona Lisa'
-
Ayu Ting Ting Bangunkan Sahur Warga Kampung Pakai Piyama Jin BTS, Berapa Harganya?
Ulasan
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
Terkini
-
Film Waktu Maghrib 2: Teror Baru di Desa Giritirto
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?