Apa yang dialami Jonathan Larson merupakan fase hidup yang sebagian individu bakal—atau sudah mengalaminya. Kehilangan arah, bingung, dan cemas akan masa depan adalah gejala dalam quarter life crisis. Akan tetapi, Tick, Tick… Boom! tampaknya tak ingin fokus ke sana.
Suara berdetik dalam kepalanya membuat Jonathan Larson (Andrew Garfield), seorang komposer drama musikal muda, merasa selalu dikejar-kejar oleh waktu. Inspirasi dari para superstar dan orang tuanya sendiri membuatnya terobsesi untuk meraih sesuatu yang membanggakan dalam hidup, sebelum genap berusia 30 tahun.
Ia sangat ingin dapat tampil di broadway. Lagu yang telah ditulisnya selama 8 tahun, Superbia, akan memasuki tahap workshop dalam waktu dekat, tetapi ia masih kekurangan 1 lagu lagi.
Film yang disutradarai Lin-Manuel Miranda menyajikan konflik antara idealisme dengan realita. Dengan bermodalkan keyakinan, Jon menolak tawaran menulis jingle lagu untuk iklan dan memilih fokus pada workshop-nya yang belum dapat mendatangkan penghasilan. Padahal, untuk menyambung hidup, ia masih harus bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran kecil di New York.
Ia sangat yakin bahwa Superbia bakal sukses. Dengan semua keruwetan di kepalanya, ia masih harus membagi waktu untuk sahabat dan pacarnya. Jon mengalami kesulitan menentukan dan mengurutkan prioritasnya.
Pada suatu adegan, kekasihnya (Susan) mengatakan bahwa ia diterima bekerja sebagai guru menari di Berkshire dan harus pindah dari tempat tinggal Jon. Susan pun mengajak berbicara dengan Jon terkait persoalan ini. Akan tetapi, diskusi untuk memutuskan apakah mereka akan tinggal atau pergi bersama tak pernah terjadi lantaran Jon terlalu sibuk latihan.
Kesulitan membangun komunikasi juga dialami oleh sahabatnya, Michael. Jon —entah sengaja atau tidak, membuang kesempatan yang diberi Michael untuk hidup yang lebih baik. Ia bahkan mengejek jalan hidup Michael menjadi agen periklanan yang menurut Jon adalah pembohongan demi mengejar kemewahan. Kabar bahwa Michael mengidap HIV pun baru diketahui Jon belakangan setelah kesibukannya dengan Superbia selesai.
Dalam Tick, Tick… Boom! obsesi Jon yang membuatnya kesulitan mengatur waktu, prioritas, dan hubungan dengan orang-orang terdekat adalah “menu utama” film ini. Perasaan dihantui kegagalan sejatinya tak kita temukan dalam sosok Jonathan Larson dari awal hingga menjelang akhir film. Sebaliknya, ia begitu yakin dengan apa yang tengah dilakukannya dan mencurahkan segalanya ke dalam usahanya menyelesaikan Superbia.
Sebagian besar porsi dalam film justru dicurahkan untuk menunjukkan betapa sebuah obsesi dapat membutakan. Jon mengabaikan cinta dan kekayaan materi demi sesuatu yang benar-benar berarti untuknya. Kebuntuan ide untuk lagunyalah yang membuat Jon terlihat cemas, bingung, dan khawatir, bukan karena ketidakpastian akan masa depan.
Baca Juga
-
5 Tips Memilih Rekomendasi Klinik dan Dokter Hewan
-
Kim Sejeong Comeback Melalui Drama Korea A Business Proposal, Ini 6 Faktanya!
-
BTS Berhasil Shooting di Grand Central Station, Berikut 3 Rahasia yang Harus Kamu Ketahui!
-
HyunA dan DAWN Resmi Tunangan, Ini 7 Fakta Perjalanan Asmara Mereka Selama 6 Tahun
-
5 Fakta Drama Korea 'All of Us Are Dead,' Variasi Zombie hingga Latihan Fisik
Artikel Terkait
-
Film Home Sweet Home: Rebirth, Benturan Antara Dunia Nyata dan Supranatural
-
Review Film Pengepungan di Bukit Duri: Tamparan Emosional dan Jerit Sosial
-
Review Sinners: Bukan Film Soal Vampir Doang
-
Film Angkara Murka: Bukan Horor Biasa
-
Hailee Steinfeld Akhirnya Kembali Bermusik Lewat Soundtrack Film Sinners
Ulasan
-
Film Home Sweet Home: Rebirth, Benturan Antara Dunia Nyata dan Supranatural
-
Ulasan Novel Love, Mom: Surat Berisi Teka Teki Meninggalnya Sang Ibu
-
Review Film Pengepungan di Bukit Duri: Tamparan Emosional dan Jerit Sosial
-
Review Sinners: Bukan Film Soal Vampir Doang
-
Novel Petualangan ke Tiga Negara: Perjalanan Edukasi yang Sarat Pengetahuan
Terkini
-
Segera Comeback, BIGHIT Rilis Daftar Tujuh Lagu untuk Album Echo dari Jin BTS
-
Simpel dan Elegan! Begini 4 Gaya Harian Soft Classy ala Kim Ji-yoon
-
Doyoung NCT Umumkan Comeback Solo dan Konser Terbaru Bulan Juni Depan
-
Marc Klok Sebut Duel Lawan Bali United Bak Laga Final, Bobotoh Jadi Penguat
-
Raih Nobel Sastra 2024, Han Kang Siap Rilis Buku Baru 'Light and Thread'