Bersantai di kafe tentu menjadi sebuah aktivitas yang mengasyikkan. Ketika berada di Yogyakarta, kamu tak akan kesulitan untuk menjumpai kafe yang nyaman. Salah satu yang patut kamu ketahui adalah The Hype Kulture.
Kamu dapat menemukan The Hype Kulture di Jalan Wahid Hasyim No. 26, Dabag, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari perempatan Outlet Biru Selokan Mataram, kamu cukup mengarahkan kendaraan ke utara sekitar 100 meter. The Hype Kulture berada di sisi barat jalan.
Memasuki The Hype Kulture, suasana di sini terasa semi industrial dengan pencahayaan temaram. Mereka memang banyak menggunakan perpaduan warna abu-abu dan hitam. Beberapa mural menghiasi dinding semen ekspos lantai bawah.
Pilihan makanan dan minuman di kafe yang terdiri dari dua lantai ini begitu beragam. Harganya masih terjangkau berkisar Rp 15.000 sampai Rp 25.000.
Kamu bisa datang ke The Hype Kulture setiap hari. Jam operasional mereka mulai pukul 09.00-23.00 WIB. Jadi bagaimana, sudah menentukan kapan akan pergi ke sini?
Baca Juga
-
Wanita Harus Tahu, 4 Penyebab Badan Lemas saat Menstruasi
-
Hindari dari Sekarang, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Sahabat Pergi Menjauh
-
Mudah Tergiur? Ini 4 Tips Ampuh Tahan Godaan Makan Junk Food
-
4 Kesalahan Mencuci Wajah, Bisa Bikin Jerawatan
-
Belajar Memasak, Ini 4 Kesalahan Penyebab Donat Tidak Mengembang
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menggugat Hak Pencipta dan Harga Diri dalam Film Power Ballad
-
Ulasan Novel Tragedi, Serangan Misterius dari Sekelompok Orang Tak Dikenal
-
Dari Jalanan hingga Pertarungan Siluman: Budaya Jepang dalam Teito-kun!
-
Selir Kejam Joseon Terjebak di Tubuh Aktris Figuran? Intip Keseruan My Royal Nemesis!
-
Review Petaka Gunung Welirang: Horor Pendakian Masih Menarik atau Sekadar Formula Usang?
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI