Salah satu karya tulis dari penulis bernama Jaquenza Eden ini bercerita tentang seorang Dirgantara dalam menjalani kehidupannya yang tidak mudah dan penuh lika-liku. Karya tulis yang diangkat dari alternative universe Twitter ini penuh dengan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kesehatan, tentang kekeluargaan, persahabatan, dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita pelajari. Yuk simak ulasan lengkapnya.
Identitas Buku
Judul Buku: Dirgantara dan Kepulangan
Penulis: Jaquenza Eden
Penerbit: Akad
Jumlah Halaman: 240 Halaman
Cetakan Pertama, Januari 2022
Ulasan
Araka Biru Dirgantara, cowok yang akrab disapa Aga ini merupakan salah satu spesies cowok idaman para wanita. Ia adalah paket lengkap, tampan, rajin, penyayang, pantang menyerah, senang bekerja, dan berbagai kelebihan lainnya. Benar-benar perwujudan nyata dari cowok sempurna. Namun sayang, kehidupan dan masa lalunya tidak sesempurna wajah dan perilakunya.
Aga memiliki seorang kekasih bernama Kalani, yang biasa ia panggil Si Kecil sebagai panggilan kesayangan darinya. Mereka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Di bab-bab awal, gaya pacaran Aga dan Kalani benar-benar membuat pembaca gemas dan iri karena Aga memperlakukan Kalani dengan sangat baik. Ketika Kalani sedang kedatangan tamu bulanan, Aga dengan sigap meluncur ke depan tempat tinggal gadis itu dengan sebotol kompres hangat dan berbagai makanan pembangkit mood.
Aga juga dikelilingi oleh Bujang MieLer, sebutan bagi sekumpulan cowok-cowok yang tinggal di kos-an bersama Aga. Mereka melewati suka-duka bersama. Hingga akhirnya Yudha, salah satu anggota Bujang MieLer yang tidak memiliki hubungan darah apapun dengan Aga, rela berkorban bahkan sampai berlutut pada Jonathan, salah satu sahabat mereka yang sudah mapan dan memiliki istri serta rumah sendiri, agar ikut membantu Aga bertahan hidup.
Sosok Aga benar-benar mencerminkan seorang lelaki yang pantang menyerah, selalu bersemangat, menebarkan kebahagiaan bagi orang sekitar, serta mampu menyayangi kekasihnya dengan tulus dan sungguh-sungguh. Tentu saja kepergian Aga menyisakan duka yang mendalam di hati orang-orang yang disayangi dan menyayangi Aga.
Kepulangan Aga untuk selamanya, salah satunya disebabkan oleh pola hidupnya yang kurang sehat, terlalu sering makan mie instan, kurang tidur, serta terlalu memaksakan diri untuk terus bekerja tanpa henti mulai dari menjadi asisten dosen hingga barista, serta adanya penyakit turunan yang diwariskan oleh orang tuanya semakin memperparah keadaan Aga. Pembaca jadi sadar bahwa kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting, terkadang kita terlalu cuek dan berbuat semaunya, tanpa memedulikan kesehatan sendiri.
Kisah ini merupakan paket lengkap, mulai dari kisah asmara yang membuat baper, persahabatan yang melebihi hubungan darah, tentang hubungan yang rumit dan kesalahpahaman dengan orang tua, hingga tentang perjuangan hingga akhir. Tertarik untuk membacanya?
Baca Juga
-
Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca
-
Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!
-
Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dekonstruksi Road Trip Kriminal yang Segar dan Nyeleneh dalam Film Idiots
-
Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri
-
Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi
-
Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak
-
Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah
Terkini
-
4 Light Novel Diadaptasi Anime, Ada Misteri Sains hingga Enemies-to-lovers
-
5 Mix and Match Outfit Santai ala Kim Young Kwang, Dijamin Nyaman Seharian!
-
Ketika Lapangan Kerja Formal Menyempit, Sektor Informal jadi Tumpuan Hidup
-
Nam Yoon Su dan Ryu Hye Young Hadapi Entitas Misterius di Film Killing Time
-
5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609