Nikita Willy membagikan sebuah konten di akun Instagram pribadinya @nikitawillyofficial94 yang berisi informasi tentang buku-buku apa saja yang ia dan suaminya baca. Postingan ini mendapat banyak perhatian dari warganet.
Beberapa di antaranya mengatakan bahwa pasangan suami istri ini benar-benar setara dalam segala hal, termasuk dalam hal menyebarkan aura positif alias positive vibes.
Mereka juga dipandang sebagai orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang mampu berkembang secara optimal.
Banyak yang tertarik dengan gaya parenting Nikita Willy dan sang suami. Ternyata di balik kesuksesannya mendidik anak, Nikita Willy telah membaca banyak buku parenting.
Penasaran buku apa saja yang menjadi bacaan Nikita Willy? Berikut beberapa judul buku parenting yang telah dibaca oleh Nikita Willy, di antaranya ada yang sudah tersedia versi terjemahan bahasa Indonesia.
1. How to Talk So Kids Will Listen and Listen So Kids Will Talk
Buku ini tersedia dalam versi terjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh penerbit Renebook. Karya tulis dari Adele Faber dan Elaine Mazlish ini mengupas tentang cara memperbaiki komunikasi antara orang tua dan anak agar tercipta hubungan yang penuh rasa hormat serta saling pengertian.
Pembahasan utamanya berfokus pada teknis praktis untuk mengatasi permasalahan sehari-hari terkait pengasuhan anak, seperti anak yang tidak mau mendengarkan, tantrum, hingga konflik keluarga.
Poin-poin penting yang coba disampaikan penulis lewat buku ini di antaranya:
- Cara mengatasi perasaan anak: mengajak orang tua untuk mengenali, menerima, serta memvalidasi emosi negatif anak, seperti marah, sedih, atau kecewa, sehingga anak bisa lebih tenang
- Cara mendapatkan kerja sama anak: mengganti kritik atau teguran dengan cara-cara yang bisa membuat anak mau bekerja sama, seperti misalnya menjelaskan duduk permasalahan, bukannya menyalahkan anak begitu saja
- Alternatif hukuman: hukuman fisik atau verbal bisa merusak kepercayaan diri yang dimiliki anak, karenanya mengganti hukuman dengan cara mengajarkan anak bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan bisa menjadi alternatif yang tepat
2. Wild Things: The Art of Nurturing Boys
Buku parenting selanjutnya yang dibaca Nikita Willy adalah Wild Things: The Art of Nurturing Boys karya Stephen James dan David Thomas.
Buku yang diterbitkan perdana pada 2009 ini membahas tentang cara memahami dan mendidik anak laki-laki tanpa harus ‘menjinakkan’ sifat alami mereka yang memang aktif, bersemangat tinggi, dan penuh petualangan.
Pendekatan yang ditawarkan buku ini fokus pada penggabungan wawasan psikologi klinis, pengalaman pribadi, serta nilai-nilai luhur untuk orang tua, guru, atau mentor.
Buku ini juga membahas isu-isu modern yang kerap dihadapi para orang tua zaman sekarang, seperti batasan waktu layar atau screen time hingga pergaulan dengan lawan jenis atau dating.
Beberapa topik yang menjadi bahasan utama dalam buku ini antara lain:
- Tahapan perkembangan anak: mengajak orang tua untuk memahami perubahan pada setiap fase usia anak laki-laki
- Disiplin sehat: menjabarkan cara memberikan koreksi dan aturan yang sesuai dengan karakter anak laki-laki
- Perhatian dan fokus: membantu orang tua untuk mengatasi kesulitan anak laki-laki untuk duduk tenang dan fokus, termasuk isu seperti ADHD/ADD
3. Danish Way of Parenting
Buku parenting ketiga yang dibaca Nikita Willy adalah Danish Way of Parenting. Buku ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ditulis oleh Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandahl ini berfokus pada filosofi pola asuh.
Poin menarik yang dibahas dalam buku ini terangkum dalam 6 prinsip utama yang disingkat menjadi P.A.R.E.N.T. Berikut penjabaran singkatnya.
- Play atau bermain: mengajari pentingnya bermain bebas agar anak bisa melatih ketahanan mental dan mengelola stres mereka sendiri
- Authenticity atau kejujuran: mengenalkan realitas kehidupan apa adanya kepada anak, serta mengajari mereka mengenali dan mengekspresikan emosi secara jujur
- Reframing atau membingkai ulang: mengajari anak untuk melihat dari sudut pandang positif dari situasi sulit atau negatif
- Empathy atau empati: mengajari anak untuk memahami perasaan orang lain dan menghindari perilaku menghakimi
- No Ultimatums atau tanpa ultimatum: mengganti ancaman atau hukuman fisik dengan komunikasi dan manajemen perilaku yang sehat
- Togetherness atau kebersamaan: mengenalkan lingkungan yang hangat, nyaman, serta kental dengan rasa kebersamaan keluarga tanpa adanya gangguan gawai
Itulah beberapa rekomendasi buku parenting yang dibaca oleh Nikita Willy. Tertarik untuk ikut membaca?
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
5 Novel Klasik Dunia yang Tipis dan Easy to Read, Wajib Masuk Reading List!
-
Jangan Asal Larang! Ini 5 Langkah Ajarkan Aturan agar Anak Paham dan Disiplin
-
Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang
Ulasan
-
Review Serial 10 PM: Ketika Teknologi Membuka Pintu Menuju Dunia Lain
-
Review Avengers: Endgame Encore, Bocoran 4 Adegan Baru yang Menggoda Fans
-
Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari
-
Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!
-
Our Beautiful Summer: Ketika Kita Sibuk Bertahan Sampai Lupa Menikmati Hidup
Terkini
-
Anti-Breakout! 5 Masker Mugwort Kemasan Tube Redakan Jerawat dan Kemerahan
-
Darurat ISPA di Wilayah Karhutla: Mengapa Mitigasi Preventif untuk Anak Selalu Terlambat?
-
Sacrifice Tayang 16 Oktober, Chris Evans Terjebak Kultus Anya Taylor-Joy
-
Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?
-
Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?