Buku ketiga dari seri Lima Sekawan kembali hadir dengan judul versi bahasa Indonesia Minggat. Masih sama seperti buku pertama dan kedua yang menawarkan petualangan tak terduga nan mendebarkan, di buku ketiga kali ini pembaca juga akan diajak untuk merasakan sensasi petualangan seru.
Bersama Julian, Dick, George, Anne, dan si anjing pintar Timmy, kita akan kembali menjelajahi Pulau Kirrin sambil menguak misteri koper rahasia yang mereka temukan di bangkai kapal dekat Pulau Kirrin!
Identitas Buku
- Judul Buku: Minggat (seri ketiga Lima Sekawan)
- Penulis: Enid Blyton
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Jumlah Halaman: 267 Halaman
Sinopsis
Libur musim panas kembali tiba! Tiga kakak-beradik Julian, Dick, dan Anne kembali menyambangi George di Pondok Kirrin. Mereka berencana akan menghabiskan masa liburan bersama sambil mengalami petualangan seru. Bersama Timmy, anjing pintar kesayangan mereka berempat, kelimanya berencana ingin menginap di Pulau Kirrin.
Awalnya liburan mereka berjalan dengan lancar. Namun, kehadiran keluarga Stick di Pondok Kirrin sebagai juru masak pengganti membuat Lima Sekawan kewalahan. Bagaimana tidak, sikap Bu Stick, Pak Stick, dan anak mereka yang nakal membuat hari-hari George dan ketiga sepupunya jadi muram dengan sikap mereka yang kasar.
Suatu hari, mereka memutuskan untuk minggat ke Pulau Kirrin! Seru sekali rasanya tidur beralaskan jerami empuk di dalam gua yang hangat dan nyaman. Apalagi Anne bisa menata gua sedemikian rupa seperti di rumah!
Namun, di tengah keasyikan hidup mereka di Pulau Kirrin, mereka menemukan koper hitam misterius yang disembunyikan di pulau tersebut. Siapa yang telah datang ke Pulau Kirrin? Lima sekawan sempat mengira mereka sedang memburu penyeludup, sampai mereka mendengar jeritan anak kecil...
Kelebihan
Salah satu kelebihan dari novel anak Minggat karya Enid Blyton ini terletak pada alur cerita yang mengalir cepat dan seru. Kisah petualangan serta teka-teki yang disajikan mampu membuat pembaca seakan terbawa suasana dan tanpa sadar terus ingin membalik halaman.
Tema tentang keberanian dan kemandirian yang disampaikan juga sangat terasa. Saat George dan ketiga sepupunya serta Timmy berani minggat dan tinggal di Pulau Kirrin, menunjukkan sikap tangguh, berani, serta mampu bertahan hidup meski dalam situasi yang sulit.
Kelebihan lainnya yang menarik untuk dibahas adalah premis misteri yang menarik tanpa kesan terlalu bertele-tele. Bukunya tidak terlalu tebal, tetapi mampu menyajikan konflik misteri yang padat dan penuh kejutan, termasuk konflik dengan keluarga Stick yang menempati pondok mereka.
Kekurangan
Masih sama seperti buku-buku sebelumnya, menurutku pribadi sebagai pembaca, kekurangan buku ini terletak pada sudut pandang gender yang terlalu timpang. Anne sebagai perempuan sekaligus bungsu kerap digambarkan sebagai sosok yang penakut, lemah, dan hanya diberi tugas mengurus domestik seperti menyiapkan makanan atau merapikan tempat tidur.
Sedangkan di sisi lain, ada George yang tidak mau disebut dengan nama aslinya, Georgina, lantaran tidak ingin dianggap perempuan. Ia ingin menampilkan citra anak laki-laki yang kuat, karenanya ia lebih memilih memotong pendek rambutnya dan memakai celana pendek ke mana-mana.
Pesan Moral
Pesan moral yang bisa ditangkap dari kisah petualangan Lima Sekawan di buku ketiga ini adalah tentang kejujuran, loyalitas, dan pentingnya berbuat baik. Hubungan persahabatan yang erat antara Julian, Dick, George, dan Anne menunjukkan bahwa kekompakan dan kerja sama memegang peran penting saat menghadapi situasi sulit dan berbahaya.
Di samping itu, lewat tokoh keluarga Stick, pembaca akan disadarkan bahwa keadilan akan selalu menang melawan kejahatan. Perilaku buruk dan licik pada akhirnya akan terungkap dan mendapatkan balasan yang setimpal.
Baca Juga
-
Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Lagu 'Sederhana' Sheila On 7: Sindiran Buat si Paling Hobi Pamer
-
Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat
-
Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan
-
Review Serial The Fixers: Sajian Aksi Kriminal Asia Terbaru di Netflix!
-
Drama Kill It Mengungkap Kisah Tragis Anak-Anak Bernomor di Panti Asuhan
Terkini
-
Kita Tak Bisa Menyelamatkan Satwa Sambil Menghancurkan Habitatnya
-
Otomatisasi Kreativitas: Apakah Seni dan Tulisan Kita Masih Berjiwa?
-
Jari ke Janji, saat Pena Menjadi Pedang dan Kata Kehilangan Makna
-
Ilusi Kerja Keras di Balik Sirkus Makan Gratis
-
Sinopsis The Melody of Love, Dracin Li Yi Tong dan Chen Xin Hai di WeTV