Ada banyak bahasan di dalam buku Agar Cinta Tidak Buta yang ditulis oleh Yannah Akhras ini. Banyak sekali. Namun, yang menarik perhatian saya adalah bahasan tentang tanda-tanda cinta.
Menjadi pecinta katanya tidak mudah. Betulkah? Benarkah seorang pecinta harus bisa menjadi pujangga dan penyair super romantis? Memang banyak penyair cinta yang sangat memuja cinta, sampai-sampai ia habiskan seluruh waktunya hanya untuk memuja yang dicintai. Apakah benar demikian tanda-tanda jatuh cinta? Mari kita temukan jawabannya dalam buku ini.
Pada halaman 29 di dalam buku ini, penulis mengutip perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di dalam kitabnya yang berjudul Raudatul Muhibbin: Taman orang-orang yang jatuh cinta. Di dalam kitab tersebut terdapat penjelasan tentang ciri-ciri atau tanda-tanda orang yang jatuh cinta.
Pertama, biasanya ia selalu menghunjamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya.
Kedua, malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya.
Ketiga, ia akan mengingat, membicarakan, dan menyebut nama orang yang dicintainya.
Kemudian ia akan tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu, orang yang mencintai selalu bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai rumah sang kekasih, dan segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.
Itulah tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta menurut Ibnu Qayyim. Sebenarnya masih banyak tanda-tanda lainnya, seperti ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai kekasihnya. Mulanya, ia tidak suka salawatan, misalnya, namun saat orang yang dicintainya itu selalu ikut salawatan, ia pun juga ikut menyukai dan menghadiri acara-acara salawatan.
Tanda berikutnya, jika akan mengunjungi orang yang dicintai, jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Ini bisa disebabkan oleh hatinya yang berdebar-debar tak karuan karena gugup apa yang hendak dibicarakan nanti di depan kekasihnya. Atau bisa saja karena memikirkan alasan yang tepat saat ditanya oleh calon mertua nanti di depan pintu masuk. Khawatir diwawancarai macam-macam, sedangkan kunjungannya ke rumah sang kekasih merupakan kunjungan yang pertama kali. Sungguh seram jadinya.
Tanda selanjutnya adalah ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau ketika mendengar namanya disebut. Ada getaran khusus yang bermuara dari relung hati. Getaran tersebut membuat denyut jantung jadi tambah kencang.
Inilah sebagian tanda-tanda orang jatuh cinta. Dan di buku ini sebenarnya juga banyak diurai tentang tanda-tanda orang jatuh cinta tersebut, namun tak dapat saya sebutkan satu demi satu secara rinci. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
-
Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau: Tentang Rasa Sakit yang Tak Pernah Benar-benar Pergi
-
Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota
-
Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan
-
Research Design dan Pentingnya Pemahaman Metodologi bagi Mahasiswa
Terkini
-
Pajak Digital RI: Garang Cekik Rakyat Kecil, Lembek ke Perusahaan Asing
-
Usai Zoro, Mackenyu Perankan Mash Burnedead di Film Live Action Mashle
-
4 Dual-Phase Micellar Water Murah Rp40 Ribuan, Pembersih Makeup Waterproof
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?