Hati-hati menjaga mulut, sebab mulutmu adalah harimaumu. Begitulah pesan yang hendak disampaikan oleh Mashdar Zainal dalam salah satu cerpen yang terhimpun dalam buku kumpulan cerpen Dongeng Pendek Tentang Kota-kota dalam Kepala ini. Cerpen yang dimaksud bertajuk Perempuan yang Menjahit Bibirnya Sendiri.
Adalah seorang perempuan yang duduk tenang sambil menyulam bibirnya sendiri. Dengan bantuan tangannya, ia menusukkan jarum ke bibirnya, lalu menariknya lagi jarum itu secara perlahan. Sulaman tersebut terlihat sangat rapi. Tak ada darah mengalir dari bibirnya. Tidak pula luka.
Apakah alasan perempuan itu menjahit bibirnya? Lantaran bibirnya telah mencelakakan banyak orang, termasuk keluarga tercintanya. Bibirnya menjadi sumber petaka. Setiap orang yang ia temui, akan ia ajak bicara. Bicara tentang apa saja hingga berbusa-busa. Tak hanya itu, sebab bibirnya mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap.
Saking baunya mulut perempuan itu, hingga satu persatu orang yang diajak bicara selalu menutup hidungnya. Kata sebagian orang yang selalu menghindar darinya mengatakan bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulutnya tidak hanya bau, tapi juga beracun yang bisa membunuh siapa saja.
Bapaknya ditemukan tewas terperosok ke dalam jurang dengan tubuh penuh luka sayatan, gara-gara mulut perempuan itu. Ia membujuk bapaknya untuk berburu ke hutan malam-malam. Ia yakinkan bapaknya bahwa di malam hari semua binatang yang bersembunyi akan keluar dari sarangnya, jadi bisa dengan mudah bapaknya menangkap binatang itu.
Beberapa bulan setelah itu, ibunya yang seorang penjual daging juga ditemukan tewas dengan beberapa luka tusukan di tubuhnya. Ibunya itu telah menjadi korban perampokan, terbukti barang-barang dan perhiasan yang dibawa ibunya turut raib.
Kematian ibunya itu pun juga sebab mulut perempuan itu. Perempuan tersebut pernah berkoar pada banyak orang bahwa ibunya sangat pelit. Ia minta uang tapi tidak dikasih, padahal uang dan perhiasannya sangat banyak.
Sempat pula, perempuan itu mengungkap kebiasaan ibunya yang suka menyembunyikan jutaan uang dan perhiasan di dompet butut yang selalu ia bawa ke mana ia pergi.
Cerpen ini menasihati kita agar berhati-hati dengan mulut saat berucap. Ucapan itu bisa menyelamatkan, namun bisa pula menjerumuskan. Ucapan yang tidak terjaga sehingga membekaskan luka di hati lawan bicara, akan berakhir dengan ancaman dan dendam.
Namun, jika yang keluar dari mulut kita adalah ucapan yang mendamaikan dan meneduhkan, maka akan banyak orang yang mendekat, menyukai dan menyayangi.
Baca Juga
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Sinyal Hilang? Tenang, Garmin inReach Mini 3 Plus Tetap "On" Meski di Tengah Hutan
-
5 Rekomendasi HP Samsung Murah Spek Gahar 2026: Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Aktivitas Harian
-
Huawei MatePad 11.5 (2025) dan MatePad SE 11: Tablet Modern untuk Produktivitas dan Hiburan
-
Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Resmi Hadir: HP Mid-Range Rasa Flagship dengan Fitur AI
Artikel Terkait
-
Tegas, Banjarbaru Tutup Lalu Lintas Ternak dari Jatim dan Aceh, Cuma dari Daerah Ini Saja yang Diperbolehkan
-
Terdampak Wabah PMK, Harga Daging Sapi Malah Turun
-
Tekan Penyakit Mulut dan Kaki, Kementan Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan
-
Peternak dan Warga Kalbar Diminta untuk Tak Panik Soal PMK Ternak, Kenapa?
-
Satu Peternakan Sapi di Cianjur Dilockdown, Diduga Akibat Tiga Ekor Sapi Terpapar PMK
Ulasan
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Keluarga Bukan Hanya Darah: Pelajaran Hidup dari Novel Jepang Tentang Estafet Cinta Tak Terduga
-
Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu
-
Di Balik Industri Migas: Kisah Kemanusiaan dalam Novel Sumur Minyak Airmata
Terkini
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Cerita dari Desa Majona
-
Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan