Candra Kartiko | Shofia Putri Nabila Eddon Lydda
Ilustrasi stunting
Shofia Putri Nabila Eddon Lydda

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia sejak awal tahun 2020 mengubah aktivitas masyarakat dari sosialisasi langsung menjadi sosialisasi berjarak dan terbatas. Ini menyebabkan banyaknya kegiatan masyarakat terbatasi, sehingga banyak pula kegiatan masyarakat yang tidak dapat dilaksanakan bahkan kegiatan dan program dari pemerintah itu sendiri. Sektor kesehatan menjadi perhatian khusus, mengingat pandemi Covid-19 menghantam keras kesehatan masyarakat. Inovasi menjadi harapan bagi pemerintah dan masyarakat khususnya, agar permasalahan yang ada sebelumnya dapat tetap diselesaikan sebagaimana mestinya.

Stunting adalah keadaan anak dimana mengalami kegagalan dalam pertumbuhan yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi pada jangka waktu yang cukup lama. Stunting ini mengakibatkan kemampuan kognitif atau kecepatan berpikir anak menjadi lebih lamban dan postur tubuh anak menjadi lebih pendek dari biasanya.

Permasalahan ini terjadi bukan tanpa sebab. Rendahnya pengetahuan orang tua, dalam memberikan asupan gizi kepada anak menjadi penyebab utama dari terjadinya stunting. Nutrisi yang tidak seimbang diberikan oleh ibu sejak fase kehamilan hingga remaja sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Selain itu, rendah dan sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu faktor penentu terjadinya stunting terhadap tumbuh kembang anak. 

BIMASAKTI (Bersama Kita Cegah Stunting dengan Komitmen Terintegrasi), merupakan salah satu program inovasi kesehatan yang diprogramkan oleh Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sebagai solusi terhadap tingginya angka resiko stunting terhadap anak.

Program kesehatan anak BIMASAKTI ini dibagi menjadi beberapa kelas, mulai dari kelas SATELIT (Satuan Tim Gerak Lincah Tanggap), kelas KOMET (Kelas Informasi Agar Kader Terampil), kelas PLANET (Pusat Pelatihan dan Pengetahuan Orang Tua), kelas BINTANG (Bimbingan dan Rehabilitas Anak Yang Tidak Naik Timbangan), dan terakhir kelas METEOR (Media Terpadu dan Informatif).

Kelas SATELIT ini merupakan suatu kegiatan yang mempertemukan antara pihak puskesmas dengan aparat pemerintahan seperti halnya lurah, LMK, RT, RW, dan kader kesehatan serta tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan dan berkomitmen dalam penanggulangan stunting pada anak agar berjalan di setiap wilayahnya. Kelas ini diadakan untuk mendorong setiap keluarga, khususnya ibu dan anak, agar mengonsultasikan pertumbuhan anaknya ke fasilitas kesehatan agar tidak terjadi stunting dan apabila telah terjadi stunting agar terjadi perbaikan secara berkala. 

Kelas KOMET merupakan suatu program pelatihan bagi kader kesehatan untuk dapat menangani dan mendata adanya permasalahan gizi pada anak di suatu wilayah, dengan demikian ibu dan anak yang bersangkutan dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang memumpuni.

Kelas PLANET ini merupakan ruang bagi setiap orang tua untuk mengikuti sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan dalam merawat anak mulai dari tinggi badan, berat badan, dan kecukupan gizi. Kelas BINTANG ini merupakan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terampil dalam mendampingi orang tua yang memiliki anak dengan permasalahan gizi.

Pada kelas BINTANG, orang tua dan anak akan dilakukan skrining dan pelatihan mulai dari melihat tanda-tanda kesehatan pada anak, demo masak pemenuhan gizi, hingga pemantauan terhadap tumbuh kembang anak. Kelas ini dilakukan secara berkala selama 3 bulan dengan pemantauan secara khusus dari tenaga kesehatan spesialis gizi anak.

Terakhir ada kelas METEOR, dimana setiap tindakan yang dilakukan oleh puskesmas sebagai fasilitas dan tenaga kesehatan dimonitor dan tersebar secara langsung kepada setiap masyarakat di wilayah tersebut. Pada kelas METEORI ini, kegiatan akan berfokus pada pembagian media kesehatan seperti buku saku PANDA (Pendidikan Anak dan Dewasa, Buku Laporan Kesehatan Anak dan Balita, Cakram Status Gizi Anak, hingga alat permainan kecil yang menghitung indikasi gizi anak. 

Pada saat pandemi Covid-19 ini sendiri, program BIMASAKTI berinovasi dengan penambahan program WARUNG GIZI yang digunakan bagi setiap ibu membeli kebutuhan makanan berkalori dan bermineral tinggi, sehingga gizi anak tercukupi. Inovasi program BIMASAKTI ini mulai diterapkan hampir di seluruh puskesmas yang ada di DKI Jakarta. Diharapkan dengan adanya program ini, anak-anak yang tumbuh di DKI Jakarta dapat terpenuhi gizinya agar tidak mengganggu tumbuh dan kembang anak.