Keseimbangan antara kesibukan bekerja dan kehidupan pribadi (work-life balance) adalah hal yang barangkali diinginkan oleh semua orang. Sayangnya, kebanyakan di antara kita masih terperangkap dalam kesibukan bekerja dari pagi sampai sore hari.
Kalau dihitung-hitung, rata-rata pekerja menghabiskan kurang lebih delapan jam hanya untuk bekerja. Belum lagi banyaknya waktu yang terbuang di jalan, atau mungkin saat terjebak macet.
Dari polemik inilah sebagian orang memilih untuk bekerja di bidang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif memungkinkan seseorang untuk bekerja dari rumah atau di mana saja, fleksibel dan lebih efisien.
Hal itulah yang dibahas dalam buku berjudul 'Pahlawan Ekonomi Kreatif' yang ditulis oleh Yohanes Agatha Engel dan Heru Susanto. Buku ini membahas tentang pentingnya ekonomi kreatif dan inspirasi dari 'pahlawan' ekonomi kreatif yang sukses di Indonesia.
Lantas, siapa sih pahlawan ekonomi kreatif itu? Menurut penulis, mereka adalah orang-orang yang mengandalkan kreativitas dan inovasinya dalam menciptakan nilai ekonomi.
Berbagai industri kreatif yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi membuat masyarakat mulai beralih untuk mencoba terjun di bidang ini, baik sebagai pekerjaan utama maupun pekerjaan sampingan.
Di zaman sekarang, kita bisa menyaksikan pelaku ekonomi kreatif di mana-mana. Mulai dari seniman, penulis, influencer, musisi, pebisnis online, desainer, hingga content creator.
Mereka semua bisa membuktikan bahwa penghasilan itu tidak hanya mampu diperoleh dengan mengandalkan gaji bulanan, tapi juga dari nilai sebuah karya dan hak kekayaan intelektual (HAKI).
Para pelaku ekonomi kreatif ini tidak lagi menjadikan dunia kerja sebagai sesuatu yang saklek dikerjakan dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Mereka bisa bekerja kapanpun dan di mana pun.
Bagi yang berniat untuk mencoba terjun dalam industri kreatif ini, penulis menjelaskan berbagai panduan yang bisa diikuti. Mulai dari apa saja yang perlu disiapkan, kiat agar bisa bertahan dalam ketidakpastian, hal-hal yang harus dihindari, contoh-contoh usaha, para tokoh yang berhasil menjadi pelaku ekonomi kreatif, hingga manfaat menjalani status sebagai pelaku ekonomi kreatif.
Terkhusus untuk pelaku ekonomi kreatif ini, penulis menyebutnya dengan istilah "jobless keren". Yakni orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, namun mampu menghasilkan uang dari kreativitas dan inovasinya.
Secara umum, buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang memotivasi. Penulis mengemas narasi yang provokatif tentang ekonomi kreatif sebagai alternatif solusi yang sepertinya sangat menjanjikan.
Hanya saja, selama membaca buku ini saya merasa bahwa apa yang dipaparkan oleh penulis terasa kurang realistis. Meski memang banyak yang sukses, tapi tak sedikit juga pelaku ekonomi kreatif yang nasibnya tidak beruntung.
Selain itu, ada beberapa hal yang menurut saya pribadi kurang relevan untuk dibahas. Misalnya pada pembahasan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk jadi pekerja kreatif, mulai dari salon, pembersih kolam ikan, atau mungkin stasiun kereta. Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dilewatkan. Mungkin akan lebih baik jika pembahasannya hanya mengerucut pada sesuatu yang umum dan esensial saja.
Namun terlepas dari hal tersebut, buku ini cukup inspiratif. Terlebih pada pembahasan beberapa profil pekerja kreatif yang cukup beragam di berbagai bidang.
Jika Sobat Yoursay juga tertarik untuk terjun dalam ekonomi kreatif, buku ini bisa menjadi panduan yang layak untuk disimak!
Identitas Buku
Judul: Pahlawan Ekonomi Kreatif
Penulis: Yohanes Agatha Engel, Heru Susanto
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: 301 halaman
ISBN: 9786020431628
Genre: Bisnis
Baca Juga
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
Artikel Terkait
Ulasan
-
Aku Punya Kendala Allah Punya Kendali: Sebuah Obat untuk Hati yang Lelah
-
Membaca Realitas dalam 33 Cerpen Habis Terang Terbanglah Kunang-Kunang
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
Ulasan Novel Di Balik Jendela, Ketegangan dalam Rumah yang Terkepung
-
Long Lost: Ketika Masa Lalu Menolak untuk Selesai
Terkini
-
Quiet Quitting atau Self-Respect? Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja Modern
-
5 Face Wash dengan Brush Silikon untuk Eksfoliasi Wajah yang Maksimal
-
Kenapa Banyak Orang Bertahan di Pekerjaan yang Tidak Disukai?
-
Sinopsis Sheep in the Box, Film Fiksi Ilmiah Jepang Dibintangi Haruka Ayase
-
K-Pop Mulai Tergeser? Musik Lokal Jadi Raja Baru di Asia Tenggara