Bosan wisata dengan konsep window shopping. Traveler bisa mencoba wisata yang tidak kalah asyiknya di mana kita akan mendapat suasana alam yang segar, pemandangan yang bersih dan indah, dan petualangan yang seru seperti layaknya petualangan lima sekawan di novelnya Enid Blyton.
Mencoba sensasi Glamping (Glamorous Camping) di tenda dengan pemandangan danau Situ Patenggang dapat menjadi satu pilihan akomodasi wisata Bandung yang menarik untuk dilakukan.
Glamping Lakeside Rancabali menawarkan berbagai tenda dengan fasilitas yang berbeda-beda. Wisatawan dapat berkemah dengan keluarga sambil menikmati pemandangan alam Situ Patenggang dan fasilitas lainnya di sekitar lokasi seperti Resto Pinisi, meeting room, dan spot foto yang menarik untuk diabadikan.
Tipe penginapan beserta tarifnya:
1. Tipe Keong Tent Resort
Kapasitas tenda bisa diisi 4-5 orang per unitnya. Ada kamar mandi dalam dan lengkap dengan water heater. Budget yang perlu disediakan sekitar Rp 1,1 juta dan kita akan mendapat breakfast gratis.
2. Tipe Lakeside Tent Resort
Menyajikan pemandangan danau dan hutan dengan daya tampung 2-5 orang, dengan tarif Rp 1,6 juta per malamnya, cocok untuk kamu yang berbulan madu.
3. Family Tent Resort dan Sayang Heulang Resort
Tarif per malam sekitar Rp 2 jutaan, bisa menampung 4-10 orang per unitnya. Perbedaannya hanya dari aspek pemandangan yang ditawarkan, Sayang Heulang menjagokan pemandangan kebun teh yang ijo royo, sementara itu Family dengan pemandangan Danau Situ Patenggang.
Fasilitas di Glamping Lakeside Rancabali
Spot yang tak kalah menarik perhatian adalah restoran Pinisi atau Pinisi Resto. Restoran yang berdiri di puncak bukit, dengan arsitektur bak kapal Pinisi. Menikmati santap siang di sini seolah-olah makan di atas kapal yang terdampar di tepi danau.
Banyak pengunjung yang datang di Pinisi Resto ini untuk berswafoto mencari spot-spot nan Instagramable. Ragam menu disajikan, mulai dari masakan western hingga masakan lokal Sunda yang menghangatkan seperti Mie Kocok.
Selain dari penginapan dan Pinisi Resto yang disebutkan tadi pengunjung juga dapat berkeliling danau dengan naik perahu dengan tarif Rp 25.000 per orang.
Selanjutnya, ada wahana Jembatan Gantung dan Batu Cinta di pinggiran danau yang juga menjadi spot yang ramai untuk ngantri berfoto di sana.
Kita juga dapat melakukan aktivitas rafting dengan biaya Rp 185.000, Offroad dengan tarif Rp 260.000, Paintball Rp 110.000 dan Archery battle Rp 130.000. Aktivitas seru itu bisa dilakukan di satu lokasi. Lokasi Glamping ini sendiri terletak di Jalan Raya Ciwidey-Situ Patenggang, km 39 Kecamatan Rancabali.
Tag
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Pilihan Akomodasi Berkelas di Nusa Dua: Punya Pemandangan Samudra Hindia 180 Derajat
-
Saat Prabowo Koar-koar Efisiensi, Viral Acara Glamping Kepala Daerah di Magelang: Dana Rp11 M Disetor ke PT Lembah Tidar
-
Camping dengan Panorama Pegunungan Menawan di Mangli Sky View Magelang
-
Ecopark Curug Tilu, Tempat Glamping Sekaligus Melihat Keindahan Air Terjun
-
Sunrise Hill Gedong Songo, Tempat Glamping dan Hunting Spot Foto Kece
Ulasan
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
-
Ulasan Novel Notes from Underground: Memahami Pemikiran Eksistensialis
Terkini
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran