Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti tak bisa lepas dengan konsumsi gorengan. Kenaikan harga minyak goreng pun tidak membuat pupus keinginan masyarakat Indonesia untuk konsumsi gorengan.
Namun, minyak goreng yang digunakan tidak bisa digunakan terus-menerus. Setelah beberapa kali pemakaian asam lemak bebas akan naik sehingga minyak goreng tidak lagi aman untuk digunakan. Warnanya yang menghitam membuat minyak ini harus dibuang.
Lalu, di mana harus membuang minyak jelantah?
Sebagian besar penduduk pasti memilih cara mudah, menuangkannya di got, membuang di tanah, atau membungkus minyak dan dibuang di tempat sampah. Tentu saja ketiga cara ini salah besar.
Cara pembuangan minyak jelantah seperti inilah yang mengakibatkan berbagai masalah kerusakan lingkungan. Pencemaran sungai, hilangnya kadar nutrisi dari tanah, dan juga menyumbat saluran pembuangan.
Dilansir dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi seperti yang disebutkan di atas ada 3 bahaya utama pembuangan minyak jelantah sembarangan.
1. Mencemari air sungai
Pembuangan minyak jelantah di saluran air akan mengalir hingga sampai ke sungai. Otomatis sungai menjadi tercemar dengan minyak. Minyak jelantah tidak bisa menyatu dengan air. Ia akan menggenang pada bagian atas sungai.
Keberadaan minyak ini menghambat cahaya matahari masuk ke bagian dalam sungai sehingga membuat biota sungai mati. Selain itu, sebagian besar masyarakat masih menggunakan air sungai sebagai sumber air utama. Tentu saja air yang tercemar dengan minyak jelantah tidak baik untuk digunakan sehari-hari.
2. Tanah menjadi padat dan kehilangan nutrisi serta zat hara
Tanah yang terkena minyak jelantah bisa memadat. Pemadatan ini seiring dengan hilangnya nutrisi dan zat hara dari tanah. Tanah tak bisa lagi ditanami tumbuhan. Efek jangka panjangnya adalah krisis makanan.
Bayangkan berapa banyak tanah yang tercemar akibat pembuangan minyak jelantah. Tanah yang memadat juga menyebabkan kurangnya daya serap air. Ujung-ujungnya ya banjir.
3. Saluran air tersumbat
Bahaya ketiga ini yang paling kerasa untuk rumah tangga yang membuang minyak jelantah di saluran air. Bahan dasar minyak bisa membeku kalau terkena air dingin terus menerus sehingga berdampak pada saluran air yang tersumbat.
Pasti kamu ngak mau kan ketiga bahaya itu terjadi. Oleh karenanya mulai bijak kelola sampah minyak jelantah. Bagaimana cara mengelola sampah minyak jelantah agar ramah lingkungan? Kamu bisa menyetorkannya ke pengepul minyak jelantah di kotamu. Selain bisa menjaga lingkungan, aksi ini juga bisa mendapatkan cuan, lho.
Tag
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Promo Minyak Goreng Alfamart Hari Ini, dari Sovia hingga Sunco 2 Liter Harga Murah
-
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Minyak Goreng Lain Dikemas ke MiyaKita, Takarannya Dikurangi
-
Gawat! Kemendag Ciduk Repacker MinyaKita Nakal, Ini Modusnya!
-
Kemendag Tegaskan MinyaKita Bukan Subsidi dan Tak Berasal dari APBN
-
KPI Segera Uji Coba Produksi Bioavtur Berbahan Minyak Jelantah
Ulasan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
-
Cafe Hello Sapa, Kombinasi Sempurna antara Kopi dan Pemandangan Danau Sipin
Terkini
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
Lee Jung-eun Siap Jadi Bibi Kim Ji-won dalam Drama Baru 'Doctor X'
-
Jadi Couple di 'The Haunted Palace', Chemistry Yook Sungjae dan Bona Dipuji