Hampir semua orang menyukai makanan laut atau seafood. Indonesia merupakan salah satu negara yang dikelilingi oleh laut sehingga mempunyai hasil laut yang sangat melimpah. Banyak sekali olahan makanan alam di laut yang sangat lezat, salah satunya adalah kerang.
Kerang menjadi salah satu menu olahan seafood yang paling banyak dipesan oleh masyarakat Indonesia. Bagi para pecinta kerang belum puas rasanya apabila makan seafood tanpa hidangan kerang. Rasanya yang lezat dan juga memiliki kandungan gizi yang tinggi membuat kerang mempunyai banyak sekali konsumen yang setia.
Namun ada sebagian orang terkadang takut untuk memakan olahan seafood yang terbuat dari kerang dikarenakan ada beberapa berita seseorang keracunan setelah mengonsumsi kerang. Memang, tidak semua jenis kerang dapat dikonsumsi secara. Melansir dari laman Halodoc, berikut ini merupakan jenis-jenis yang aman untuk dikonsumsi.
1. Kerang tiram
Walaupun kerang jenis ini rendah akan energi, namun mempunyai keunggulan lainnya yaitu mengandung kalsium, vitamin A dan juga vitamin B12 yang tinggi didalamnya. Bahkan banyak sekali orang pesisir yang meyakini kerang ini lebih baik dimakan mentah supaya kandungan gizinya tidak hilang.
Tiram sangat terkenal sebagai salah satu bahan saus untuk bumbu penyedap masakan yaitu saus tiram. Apabila kamu hendak memasak dagingnya secara utuh (tanpa menggunakan cangkang), maka kamu dapat membuat cah kangkung kerang tiram. Tentunya kamu tidak perlu lagi repot-repot untuk mencampurkan saus tiram ke dalam tumisan kangkung, karena menggunakan daging aslinya.
2. Abalon
Kerang Abalon termasuk salah satu jenis yang premium, per biji kerang jenis ini dibenderol dengan harga Rp 85 ribu. Moluska ini mempunyai cangkang berengsel yang bisa membuka dan juga menutup di satu sisi.
Secara nutrisi, abalon memiliki kandungan 105 kalori per 100 gram, dan juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Didalam kerang Abalon terdapat kandungan selenium yang signifikan dan juga vitamin B5, vitamin K, vitamin E, serta fosfor yang cukup tinggi.
3. Kerang Bambu
Sesuai dengan namanya, bentuk kerang ini menyerupai bambu, berbentuk silinder yang memanjang. Kerang bambu mempunyai rasa yang gurih dan juga manis. Kerang bambu biasanya disebut juga dengan lorjuk. Kerang ini merupakan kerang yang cukup langka. Akan tetapi kamu dapat menemukan olahan seafood dari kerang bambu ini di kawasan Jawa Timur dan juga Madura.
Nah, itulah tadi beberapa jenis-jenis kerang yang wajib kamu ketahui, semoga bermanfaat ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
6 Rekomendasi Buku Bacaan yang Menginspirasi dan Mendidik
-
4 Keindahan Tersembunyi dalam Barang-Barang Vintage
-
Kurang Bergerak? Berikut Deretan Cara yang Membantumu Supaya Tidak Mager!
-
Spider-Man: Across the Spider-Verse, Petualangan Melintasi Dimensi
-
7 Tips Belanja Murah di Tempat Wisata untuk Liburan yang Hemat
Artikel Terkait
-
4 Rekomendasi Tempat Bukber di Semarang, Ada Restoran Seafood Lezat!
-
Pemilik Goyang Dribble, Pamela Safitri Ungkap Tipe Ideal: Lebih Suka Dibukain
-
Resep Cumi Goreng Tepung Crispy Anti Alot ala Devina Hermawan, Simpel Banget!
-
Ide Jualan Unik Ramadhan 2023, Baru Buka Bisa Langsung Ludes Habis Diserbu Anak SD Bun!
-
Ria Ricis Gak Tau Bedanya Sotong dengan Cumi, Cara Membedakan Keduanya Gimana SIh?
Ulasan
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul
-
Duka Sunyi di Balik Mata Bocah Enam Tahun: Menyelami Kedalaman Film Summer 1993
-
Mencintai Dalam Diam di Buku Untuk Nama Yang Tak Berani Kusebut Dalam Doa
-
Her Name Is: Potret Perempuan Korea yang Hidup di Tengah Tekanan Patriarki
Terkini
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa
-
Pertarungan Gadis Kecil dan Tiga Lelaki yang Menggila di Tengah Belantara
-
Keteladanan di Ruang Kelas: Saya Setuju Jika Guru Dilarang Membawa HP Saat Mengajar