Bibir merupakan anggota tubuh yang ada di tepi mulut, bagian atas dan bawah. Bibir berfungsi sebagai jalan masuknya makanan, minuman, dan udara. Dengan bibir, manusia bisa mengecup dan bercumbu.
Untuk mengetahui seseorang yang memiliki sifat ramah, suka senyum, bahkan menyimpan dendam, bisa diketahui dari bentuk bibirnya. Jika ia tebar pesona dengan tulus hati, maka bibirnya tersenyum lebar dan meneduhkan. Berbeda dengan senyum sinis, bentuk bibirnya naik ke atas. Senyum dengan bibir yang model demikian merupakan senyum yang meremehkan kemampuan orang lain.
Tak jarang, bibir juga menjadi titik sasaran bagi seseorang yang mencari pasangan. Seperti cerpen bertajuk Bibir ini, laki-laki bernama Pyob mencintai Zwestri lantaran bibirnya yang seksi. Segala upaya dilakukan oleh Pyob untuk mendapatkan cinta Zwestri, wanita pemilik bibir indah itu, hingga Pyob membelikannya sepeda model federal, celana jins, deodoran, kaus dan kacamata.
Namun, saat pernikahan Pyob dan Zwestri memasuki usia dua belas bulan, Pyob suka mengoleksi patung bibir. Patung itu ia garap dari tanah liat, lalu dibakar dan dicat. Setelah patung bibir terbentuk, Pyob belajar memasukkan 'ruh' kewanitaan ke dalam patung tersebut. Dengan demikian, bibir buatannya jika dipandang dari jarak dua sampai tiga meter, bagian atas dan bawah bibir itu seakan bergerak-gerak memanggil siapa pun untuk mengecupnya.
Setiap kali membuat patung bibir dengan segumpal tanah liat, Pyob tak lupa memandangi potongan foto seorang wanita yang hanya kelihatan bagian bibirnya. Termasuk bagian dari patung bibir itu adalah bibir Zwestri, istrinya.
Kepada temannya, Kanis, Pyob bercerita bahwa bertahun-tahun dirinya ingin mengecup bibir Zwestri, namun saat sudah menjadi istrinya, bibir Swestri berubah mengerikan.
Tiba-tiba pada suatu waktu, saat Pyob pulang ke rumahnya dari tempat kerja, Zwestri menyambutnya dengan berkacak pinggang dan mengeluarkan koleksi patung bibir dari dalam lemari pakaian, lalu membantingnya. Patung-patung tersebut hancur berantakan.
Dengan penuh amarah, Zwestri bertanya kepada Pyob, "Ini bibir siapa? Bibir cewek-cewekmu, ya?" tanya Zwestri sambil menunjuk ke kotak kardus yang berisi sejumlah patung bibir.
Pyob pun menjawab bahwa itu adalah patung bibir buatannya. Dengan patung itu, ia menyatakan di depan Zwestri kalau ia sudah tidak lagi butuh bibir istrinya.
"Besok pagi, bibir-bibir itu akan aku bakar, lalu diberi cat. Ia bakal indah sekali. Setiap kali bisa kukecupi, kucumbui. Ke mana-mana aku bawa. Dan tidak cerewet seperti bibirmu!" sahut Pyob kepada Zwestri.
Membaca cerpen ini, secara tidak langsung menyadarkan kita agar menggunakan bibir sebaik mungkin. Berbicara seperlunya. Bicaralah yang baik-baik. Jika tidak mampu berbicara hal yang baik, maka diamlah. Serta, jika mencintai seseorang dengan memandang fisik, saat fisik itu tidak sesuai dengan harapan, maka ia akan kecewa.
Baca Juga
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Merdeka Bukan Sekadar Bebas: Menyelami Makna Kemerdekaan Lewat Novel Karya Putu Wijaya
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Artikel Terkait
-
Transformasi Hidup dengan Buku Seni Bersikap Bodo Amat Karya Mark Manson
-
Kisah Karyawan yang Bekerja Tanpa Kepala dalam Buku 'Tart di Bulan Hujan'
-
Sempat Rehat 3 Tahun karena Pandemi, Festival Kebudayaan Godong Opo-Opo Kembali Digelar
-
4 Rekomendasi Buku tentang Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction)
-
Arcandra Tahar Terbitkan Buku Public Interest in Energy Sector
Ulasan
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini
-
10 Momen Kece yang Wajib Kamu Tahu sebelum Nonton Spider-Man: Brand New Day
-
Review House of the Dragon Season 3: Hancurnya Moralitas Para Penguasa!
-
Keinginan Remaja vs Orang Tua dalam How Could You Do This to Me, Mum?
Terkini
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
4 Acne Micellar Water Bebas Alkohol, Rawat Kulit Berjerawat Tanpa Iritasi
-
Menjaga Tradisi, Menggerakkan Desa: Perjalanan Kang Edai di Kemiren