Bagi pelancong yang berkunjung ke Kota Jambi dan ingin menjajaki beragam makanan, jalan Sultan Agung menjadi salah satu rekomendasi pusat kuliner di Kota Beradat ini.
Jika malam tiba, jejeran kendaraan memenuhi sepanjang jalan ini karena sisi kiri dan kanan terdapat warung-warung kuliner Nusantara. Pedagang yang menjajakan sate, sop, ayam bakar hingga mie celor ramai disepanjang jalan.
Salah satu kuliner yang wajib dicicip yaitu sate Mama Indah. Cukup mudah untuk mengakses warung sate Mama Indah yang berada persis di sisi kiri pertigaan tugu pers jalan Sultan Agung dan merupakan warung sate pertama dari rentetan puluhan sate yang berada di area jalan ini.
Terdapat tiga pilihan sate yang dapat dinikmati di warung sate Mama Indah yaitu sate daging, ayam dan kambing. Puluhan tusuk sate dapat pengunjung lihat di etalase kaca Mama Indah. Cukup berbeda dengan sate padang, sate Mama Indah sekilas berwarna kuning dan terlihat seperti daging segar yang telah dicampur resep bumbu pilihan.
Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pemanggangan daging sate yang dikipas secara tradisional. Sesekali daging sate dibolak-balik agar mendapatkan kematangan yang merata pada setiap sisinya serta ditaburi minyak goreng.
Setelah berubah warna pada dagingnya, sate kemudian siap disajikan dengan potongan lontong serta taburan kuah kacang lengkap dengan irisan ketimun menambah kegurihan dan kelezatan menyantap sate Mama Indah.
Bagi pecinta sate kuah kacang, resep Mama Indah ini patut dicoba dan rasakan sensasi kelezatan menikmati setiap gigitannya. Tekstur daging satenya yang lembut serta lebih lengkap lagi jika disantap bersamaan dengan lontong dan kuah kacangnya yang manis.
Satu porsi sate disini mulai dengan harga delapan belas ribu rupiah dan sudah cukup mengenyangkan menyantapnya. Pelanggan juga dapat makan ditempat maupun take away untuk disantap di rumah.
Indonesia patut berbangga dengan keberagaman kuliner Nusantara yang menjamur dan mulai dikenal hingga mancanegara. Resep-resep tradisional ini patutnya dapat dijaga sehingga dapat diwariskan ke anak cucu untuk dapat menikmati cita rasa secara turun-temurun.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan
-
Bukan Pisang Biasa, Menikmati Hidangan Penutup Adat Desa Muaro Jambi
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
Artikel Terkait
-
Bikin Kenyang, Sedapnya Sarapan di Warung Soto Mendalo Jambi
-
5 Warung Mi Sop yang Enak di Medan, Mantap Kali Disantap Saat Cuaca Hujan
-
Diperingati Setiap 5 September, Berikut 3 Fakta Unik Kuliner Samosa
-
Merry Lia Suwandi Bagikan Gaya Hidup Kuliner yang Lezat dan Inspiratif melalui Mrs Culinary
-
Cuma Sekilo dari Monas, Ini 8 Rekomendasi Restoran Rekomendasi untuk Makan Bareng Keluarga
Ulasan
-
Episode 3 dan 4 Drama Gold Land Terasa Semakin Gelap dan Mendebarkan
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
Terkini
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
-
Teach You a Lesson Rilis Jadwal Tayang, Drama Aksi Terbaru Berlatar Sekolah
-
Jadi Dokter Bedah Plastik, Intip Karakter Lee Jae Wook di Doctor on the Edge
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen