Judul buku Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam ini terinspirasi dari ungkapan bahasa Madura, "Emok ngetong jhelenna ajhem, kaloppae sokona dhibik niddhek tamancok", yang artinya: mereka sibuk menghitung langkah ayam, tapi lupa kaki mereka justru menginjak kotoran ayam.
Identitas Buku
Judul: Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam
Penulis: Rusdi Mathari
Penerbit: Buku Mojok
Cetakan: II, April 2022
Tebal: vi + 214 halaman
ISBN: 978-602-1518-63-8
Ulasan Buku
Sebagai pria kelahiran Situbondo Jawa Timur, Rusdi Mathari sangat paham seluk-beluk kondisi dan adat berbagai daerah di Jawa Timur, terlebih menyangkut pengusiran penganut paham Syiah serta pembakaran tempat tinggal mereka di Pulau Garam. Sajian laporan ala Cak Rusdi yang sangat mendalam dan detail ini, membuat pembaca mengetahui duduk perkara hingga ke akar-akarnya.
Aksi pembakaran rumah-rumah orang Syiah oleh massa itu terjadi pada Kamis, 29 Desember 2011 di Karang Gayam dan Bluuran, Sampang, Madura, Jawa Timur. Rumah yang dibakar di Karang Gayam adalah milik Tajul Muluk, sedangkan yang di Bluuran merupakan rumah milik Iklil Milal.
Keduanya adalah kakak beradik yang dikenal sebagai ustaz Syiah. Sejak peristiwa itu, keduanya ditahan, diadili, lalu divonis penjara dua tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang, Juli 2012, karena dianggap mengajarkan aliran sesat.
Dalam reportase ini disebutkan pula pembiasaan-pembiasaan orang-orang Syiah yang berbeda dengan tradisi ibadah umat Islam Indonesia pada umumnya. Salah satunya, mereka mengagung-agungkan Sayyidina Ali, tapi memaki-maki sahabat Nabi yang lain. Siti Asiyah disebut pelacur.
Selain itu, ajaran Syiah yang dibawa Tajul dan Iklil memperbolehkan berhubungan badan meskipun istri sedang datang bulan. Melakukan salat fardu hanya tiga waktu. Dan mengharamkan tarawih dan tadarus al-Qurโan. Fanan, salah satu pengikut ajaran Syiah mengaku tidak pernah salat Jumat, dengan alasan sebab orang yang menunaikan salat Jumat harus bersih dan wangi sehingga tidak ada alasan bagi orang yang kotor dan bau untuk menunaikan salat Jumat.
Tak ketinggalan, dalam mengupas ciri-ciri orang Madura yang menganut ajaran ahlus sunah wal jamaah dan NU sejati, biasanya mereka suka mengenakan sebongkah akik di jari manis kanan-kirinya, membaca qunut ketika Subuh, gemar tahlilan dan senang membawa jimat.
Kebiasaan orang Madura ketika ada tetangga yang ditimpa musibah kematian, akan membawa segantang beras atau sebungkus gula sebagai tanda ikut berduka. Lalu ketika pulang, pihak keluarga yang berduka akan menitipkan bingkisan berupa nasi dan sebagainya.
Kalau ada pihak keluarga yang berduka lupa, atau tidak memberikan bingkisan kepada orang-orang yang ikut melawat, dengan mudah orang-orang akan memberi cap keluarga yang berduka itu sebagai pengikut Muhammadiyah atau sesat.
Dan masih banyak lagi. Begitulah gaya Cak Rusdi dalam memaparkan laporan temuannya di lapangan. Menukik, menarik, dan menggelitik. Selamat membaca!
Baca Juga
-
4 Rekomendasi HP dengan Baterai Jumbo dan RAM Besar, Aman Dibawa Mudik Lebaran 2026
-
Tecno Camon 50 Series Hadir Hari Ini di Indonesia, Dibekali Sensor Sony LYTIA 700C
-
5 Rekomendasi HP dengan Chipset Snapdragon 2026, Performa Kencang Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Spek iPhone 18 Pro Max Bocor, Bawa Chipset A20 Pro dan Baterai 5.200 mAh
-
Simak! Inilah 5 HP Xiaomi Terbaik 2026 dengan Spek Dewa dan Harga Merakyat
Artikel Terkait
-
Klarifikasi PWNU Jatim Dukung Prabowo: Hoax
-
Ulasan Buku 'Ibu Tercinta, Please Look After Mom' Bikin Mewek
-
Bumi Yang Tak Dapat Dihuni: Buku yang Mencekam, Menakutkan, dan Menohok
-
Ulasan Dan Kematian Makin Akrab: Kumpulan Puisi Karya Subagio Sastrowardoyo
-
Ulasan Buku Anak Kos Dodol Reborn, Kehebohan Penghuni Kos Puri Cantika
Ulasan
-
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Mengapa Terlalu Berusaha Justru Menjauhkan Bahagia?
-
Nostalgia Ramadan: Keabadian Lagu 'Cinta Rasul' Sulis dan Haddad Alwi
-
Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan
-
New Wisata Wendit: Ikon Legendaris Malang yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Keluarga
-
Penghakiman Sosial dalam Cerpen Malam Terakhir Karya Leila S. Chudori
Terkini
-
5 Lipstik Anti-Luntur, Tetap Cantik saat Makan dan Minum di Bukber
-
Sinopsis GOAT, Tekad Besar Si Kambing Kecil di Arena Roarball
-
5 Night Cream untuk Kulit Kusam, Bikin Wajah Auto Cerah di Pagi Hari!
-
Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak
-
Melipat Jaring di Jalan Raya: Mengembalikan Marwah Pembangunan Masjid