Yamaha Vietnam mengeluarkan produk motor listrik terbaru, yaitu Yamaha Neo's. Produk ini ramai terjual di pasaran Eropa, Jepang, Vietnam dan kini meramaikan pasaran Indonesia.
Selain Eropa, Vietnam lebih dulu memasarkan motor listrik Yamaha Neo's ini karena ternyata base produksi motor ini ada di Yamaha Motor Vietnam Co., Ltd. (YMVN).
Secara desain Yamaha Neo's ini oke juga, imut-imut, pakai roda ring 13 inci. Yang belakang lebar 130 mirip ban Nmax. Lampu depan mirip mata minion dan yang belakang malah melayang rear lamp-nya.
Dimensi motor listrik Yamaha Neo's mirip Freego. Bedanya hanya lebih tinggi. Panjang joknya 795 mm. Sementara bobotnya 98 kg dengan satu baterai.
Yang paling penting, spesifikasi Yamaha Neo's ini sudah mantap dan nyaman. Dinamonya pakai 2nd generation YIPU electric motor, speknya air cooled brushless 2,3 kW dan torsi 138,3 Nm di 40 rpm.
Posisi dinamonya ada di teromol roda belakang. Meski berada di toromol roda belakang, jika ada keperluan hendak lepas velg dan ban, konsumen tetap tidak perlu copot dinamo. Enak kan?
Yamaha Neo's pakai baterai lithium ion BFM1 yang bisa dilepas pasang dan punya opsi slot kedua untuk jarak tempuh lebih jauh. Baterai ini speknya 51,1V 23,2Ah. Jarak tempuh diklaim bisa 72 km dalam kondisi konstan 30 km perjam. Sementara berat rider 75 kg. Dan lama charging 8 jam.
Fitur-fitur Yamaha Neo's, memiliki Y-Connect, jadi bisa koneksi ke smartphone. Juga ada power outlet, ada power mode STD dan ECO, juga sudah pakai keyless alias smart key system.
Dengan semua fitur itu, harga Yamaha Neo's hanya dibanderol 50 juta Dong, atau setara dengan Rp 32,9 juta. Harga segini seperti harga Yamaha Nmax.
Namun, jika dilihat dari spesifikasinya, Yamaha Neo's lebih oke dari Honda U-Go yang katanya juga telah dijual di Indonesia. Karena dinamo Honda U-Go cuma 1,4 kW, pakai baterai 48V 30Ah.
Bicara soal kenyamanan, bagian belakang motor listrik Yamaha NEOS menggunakan suspensi ganda. Rem depan menggunakan cakram, dan rem belakang menggunakan rem teromol.
Baca Juga
-
Daging Sapi Mahal Jelang Lebaran, Alarm bagi Sistem Distribusi Pangan Nasional
-
Bagi Saya Zakat Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Solusi Sosial yang Butuh Dikelola Profesional
-
Huawei FreeBuds Pro 4: Earbuds Premium dengan ANC AI dan Audio Lossless
-
Kritik Tradisi Stop Tadarus di Akhir Ramadan: Masjid Jadi Sepi Setelah Khatam Al-Qur'an
-
Ingin Mudik Lebaran 2026 Tanpa Drama Macet? Manfaatkan Aplikasi Travoy Ini
Artikel Terkait
-
Olah Raga Pound Fit Sedang Trending, Classy Yamaha Gelar Senam Bersama Komunitas
-
Spesifikasi dan Harga Motor Listrik Uwinfly T3s Pro, serta Kekurangannya yang Jarang Diketahui
-
Yamaha Fazzio Hybrid-Connected Tampil di Jak-Japan Matsuri 2023, Usung Tema Anime
-
Spesifikasi, Review, dan Harga Motor Listrik Honda EM1 e
-
Daftar Harga Aerox Bekas per November 2023
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Terjebak di Lift, Film Thriller Indonesia Ini Sajikan Teror Mencekam
-
Menjual Borobudur: Ambisi Komersial di Balik Jubah Budaya