Jika mendambakan punya motor bebek yang keren, irit, dan nyaman sekalipun di jalanan yang rusak, maka Honda XRM 125 bisa menjadi pilihan yang tepat.
Motor XRM 125 ini diluncurkan oleh Honda Filipina untuk dijual di pasar otomotif negara tersebut. Sekalipun belum masuk ke pasar otomotif Indonesia, motor bebek trail ini diprediksi akan banyak diminati para pecintanya.
Berikut spesifikasi Honda XRM 125, motor bebek bergaya trail yang diklaim Honda Supra 125 versi trail.
Pabrikan motor seperti Honda memang memiliki berbagai motor bebek yang dipasarkan di tanah air. Namun, baru-baru ini terdapat gambar bahwa Honda telah mendaftarkan desain motor bebek terbarunya. Hal ini diketahui melalui pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.
Berdasarkan data tersebut, desain motor yang didaftarkan oleh Honda merupakan jenis motor bebek. Namun, bukan motor bebek biasa, melainkan motor bebek berjenis trail. Dan banyak spekulasi mengatakan bahwa Honda meluncurkan Supra X-125 yang tampilannya super agresif, seperti Satria F-150.
Jika dilihat sekilas, desain motor yang terpampang di Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI mirip seperti Honda XRM 125. Motor bebek bergaya trail ini sudah cukup lama meluncur di Filipina, namun di Indonesia hanya memasukkan bebek sport saja, yakni Honda Sonic.
Seperti dilansir dari kanal YouTube RYAN JIPI yang diunggah pada tanggal 7 November 2023 dengan judul "Honda XRM 125 2023 - Motor Bebek Trail yang Akan Dibawa ke Indonesia", dikatakan bahwa Honda XRM 125 memiliki gaya trail. Bisa dilihat dari spartboard-nya yang jauh dari ban, kemudian bentuk stangnya yang tinggi, dan batok lampunya yang mirip Honda CRF-150L.
Uniknya, motor ini juga tersedia dalam pilihan vleg jari-jari dan kembangkan ban untuk jalan offroad. Sementara untuk jantung pacunya memiliki mesin berpendingin udara berkapasitas 125 cc, 4 tak, SOHC. Tenaga yang dihasilkan mencapai 9,5 DK pada 7.500 rpm dan juga torsi 9,5 nm pada 6.500 rpm.
Honda mengklaim motor ini sangat irit bahan bakar, bahkan mampu menempuh jarak 64,5 km dalam 1 liter bahan bakarnya.
Mesin tersebut ternyata sangat identik dengan Honda Supra X-125. Mungkin karena inilah tak heran jika motor ini disebut Supra X-125 versi trail. Mengenai harga, Honda XRM 125 di negara Filipina dijual setara Rp19,5 jutaan.
Honda XRM 125 tersedia dalam tiga pilihan berbeda. Pertama, model DS yang merupakan varian paling murah, model DSX sebagai varian tengah, serta mode Motard menjadi trim tertinggi.
Perbedaan antara ketiganya ada di sektor set kaki-kaki dan aksesori. Untuk tipe DX si termurah, menggunakan velg jari-jari dan ban dual purpose. Adapun model Motard bergaya lebih sporty dengan penggunaan cast wheel dan ban on road.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Era Baru Smartphone: 5 HP 2026 dengan Daya Tahan 3 Hari dan Performa Ngebut
-
Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Marsinah: Sejarah yang Terasa Berulang
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
MacBook Air M4 13 Inci: Laptop Tipis dengan Tenaga yang Tak Terduga
Artikel Terkait
-
Wahana Honda Gelar Apresiasi Tahunan Jurnalis 2023, Suara.com Raih Penghargaan Bergengsi
-
Pemotor Wajib Tahu, Ini Jalur Alternatif Menuju Puncak Bogor
-
Toyota Pastikan Posko Siaga Nataru Siap Tangani Kendaraan Elektrifikasi
-
Toyota Dirikan 302 Titik Posko Siaga Kawal Pelanggan Nikmati Libur Nataru
-
Setelah Toyota, Giliran Honda yang Lakukan Recall untuk Kendaraannya
Ulasan
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Dari Carnaby Street ke New York: Realitas yang Menampar dalam The Look
-
Taman Sekartaji Kediri: Tempat untuk Menepi Ketika Dunia Terlalu Riuh
-
Review Jujur Dilan ITB 1997: Apakah Layak Ditonton atau Hanya Mengandalkan Nostalgia?
-
Mengulik Didikan Keras yang Mencetak Mega Bintang, Film Michael
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim