Terdapat kuliner menarik di seputaran jalan Adi Sucipto Pekanbaru yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Pasar Pagi Arengka. Adalah es sekoteng khas Bandung Pak Buyung yang menyajikan kuliner es yang mulai berjualan pada sore hari hingga larut malam. Lokasi outlet ini sangat mudah untuk dijangkau, bersebelahan dengan outlet miso rempah Pekanbaru atau berada di seberang gang amal.
Jika biasanya sekoteng identik dengan susu jahe, namun di gerai ini pengunjung disajikan dengan komposisi menu yang berbeda dari sekoteng khas Jawa Tengah. Bagi pengunjung yang pertama kali memesan menu ini bisa saja kaget karena masih belum terbiasa melihat es sekoteng tanpa komposisi susu jahe. Uniknya, sekoteng yang berasal dari Jawa Tengah sangat cocok dinikmati ketika musim hujan, sedangkan es sekoteng khas Bandung sangat sesuai dikonsumsi saat musim panas.
Adapun komposisi menu es sekoteng khas Bandung ini yaitu potongan alpukat, mutiara merah, parutan kelapa muda, kolang kaling, pacar cina serta dicampurkan dengan es dan susu kental manis membuat satu porsi es sekoteng ini semakin menyegarkan. Satu porsi minuman es sekoteng di outlet Pak Buyung ini yaitu dengan harga sepuluh ribu rupiah.
Outlet Pak Buyung ini sangat dikenal bagi kalangan masyarakat Pekanbaru, berjejer kendaraan terparkir saat makan malam tiba. Puluhan pengunjung memadati kursi-kursi plastic yang tersedia dengan beralaskan stiker hijau menutupi meja-meja di outlet ini.
Selain es Sekoteng khas Bandung, outlet Pak Buyung juga menyajikan menu lain diantaranya sate Padang, sate kuah kacang serta juga tersedia minuman jeruk peras, ginseng hingga es teh. Pengunjung juga dapat melengkapi menu sate dengan berbagai pilihan kerupuk dan keripik yang terhidang di atas meja.
Wajar saja outlet ini banyak pengunjung karena cita rasa menu-menu yang lezat serta pelayanan cepat dan tempatnya juga bersih menjadi salah satu pilihan wisata kuliner keluarga terbaik di Kota Pekanbaru. Penasaran dengan cita rasa es sekoteng yang legendaris ini? pengunjung dapat langsung menuju lokasi untuk merasakan kesegaran es sekoteng khas Bandung yang menyegarkan.
Baca Juga
-
Tukarkan Kayu dengan Rasa, Rahasia Kuliner di Balik Megahnya Candi Jambi
-
Perahu Baganduang: Saat Anak Muda Menolak Lupa di Arus Modernisasi
-
Inspirasi Ekonomi Kreatif Lokal: Saat Barista Kampung Punya Skill Ibu Kota di Hijrah Kopi
-
Tergulung Doomscrolling, Ketika Layar Jadi Sumber Cemas
-
Tersesat di Usia Muda, Mengurai Krisis Makna di Tengah Quarter Life Crisis
Artikel Terkait
-
Ekspansi sampai IKN, Perusahaan Kuliner Terkemuka Ini Usung Konsep Menarik
-
Gibran Tanya Makan Siang yang Enak di Bandung, Ini 5 Kuliner yang Patut Dicoba, Ada Seblak
-
Cerita Inspiratif Pendiri Misol yang Rintis Usaha Bakery dari Nol Hingga Dirikan Central Kitchen
-
Bisnis Kuliner yang Digeluti Raffi Ahmad Sekarang, dari Hidangan Kaki Lima hingga Restoran Bintang Lima
-
Menjajal Citarasa Otentik Ramen Khas Jepang ala Ramenhead, Kuahnya Bikin Nagih
Ulasan
-
Bill Gates dan Obama Mewajibkan Baca Buku Ini! Membedah Rahasia Dominasi Sapiens ala Harari
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss
-
Belajar Ikhlas di Taman Rusa USU: Ruang Pulang Saat Saya Berada di Titik Terendah
-
Novel Nyai Dasima: Dilema Nyai Dasima di Antara Dua Dunia Kelam
-
Tukarkan Kayu dengan Rasa, Rahasia Kuliner di Balik Megahnya Candi Jambi
Terkini
-
Ular di Warung Ibu
-
Cara Menghubungi Dosen yang Benar Tanpa Perlu Menjadi Penjahat Waktu
-
Gaya Casual ke Formal Look, 4 Ide Outfit ala Shin Hae Sun yang Super Chic!
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Dalang Penggedor Pintu Dapur di Malam Takbir Saat Nenek Membuat Wajik