M. Reza Sulaiman | Rion Nofrianda
Foto bersama anak-anak di Pulau Pandan bersama komunitas, dosen dan Polisi yang bertugas (dok.pribadi/Rion Nofrianda)
Rion Nofrianda

Suasana hangat dan penuh semangat terasa di kawasan Legok, Pulau Pandan, Kota Jambi, pada Jumat (22/5/2026). Sejak pagi, Rumah Baca Bhayangkara Bahari binaan Polairud Polda Jambi dipenuhi tawa dan antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan kreatif bersama komunitas Blissfull Space dari Psikologi Universitas Jambi. Pada kegiatan tersebut, anak-anak diajak membuat berbagai aksesori dari manik-manik sebagai sarana untuk melatih kreativitas, ketelitian, dan keberanian dalam mengekspresikan ide mereka.

Di dalam ruangan rumah baca, meja-meja sederhana dipenuhi aneka manik-manik warna-warni, tali elastis, dan perlengkapan kerajinan lainnya. Anak-anak tampak begitu antusias memilih warna dan bentuk manik-manik favorit mereka. Ada yang mencoba membuat gelang, kalung, gantungan kecil, hingga aksesori sederhana dengan kombinasi warna unik sesuai imajinasi masing-masing.

Kegiatan itu menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial mahasiswa Psikologi Universitas Jambi melalui komunitas Blissfull Space yang selama ini aktif menghadirkan kegiatan edukatif dan pengembangan diri di tengah masyarakat. Melalui aktivitas kreatif seperti merangkai manik-manik, anak-anak diajak belajar sambil bermain dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Gelak tawa sesekali terdengar ketika beberapa anak memperlihatkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan mahasiswa pendamping. Ada pula yang dengan serius menyusun manik-manik satu per satu agar membentuk pola yang diinginkan. Meski sederhana, kegiatan tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban dan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak di kawasan Legok.

Salah seorang mahasiswa tim komunitas Blissfull Space, Sergio, mengatakan bahwa kegiatan membuat aksesori dari manik-manik dipilih karena mampu melatih kreativitas sekaligus motorik halus anak-anak. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki ruang yang bebas untuk berimajinasi dan menciptakan sesuatu dari ide mereka sendiri.

“Kami ingin anak-anak di sini punya pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Dari kegiatan membuat aksesori ini, mereka belajar berkreasi, memilih warna, menyusun pola, dan melatih kesabaran. Yang paling penting, mereka terlihat sangat senang dan percaya diri ketika menunjukkan hasil karyanya,” ujar Sergio di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pendekatan kreatif seperti ini juga membantu anak-anak menjadi lebih aktif berinteraksi dan berani menyampaikan ide mereka kepada orang lain. Menurutnya, proses sederhana saat anak memilih bentuk dan warna manik-manik sebenarnya menjadi bagian penting dalam melatih kemampuan berekspresi.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat aktif mendampingi anak-anak satu per satu. Mereka membantu mengajarkan cara memasukkan manik-manik ke tali, mengombinasikan warna, hingga merangkai aksesori agar terlihat menarik. Suasana terasa hangat karena mahasiswa tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teman bermain bagi anak-anak.

Kehadiran dosen Psikologi Universitas Jambi, Rion Nofrianda, turut memberikan semangat dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Chandra dan Fadzlul untuk melihat langsung proses kegiatan kreativitas anak yang dilaksanakan di Rumah Baca Bhayangkara Bahari.

Menurut Rion, aktivitas kreatif seperti membuat aksesori dari manik-manik memiliki manfaat positif bagi perkembangan anak. Selain melatih kreativitas, kegiatan tersebut juga membantu meningkatkan fokus, koordinasi motorik, dan rasa percaya diri anak ketika berhasil menyelesaikan hasil karya mereka sendiri.

“Kegiatan sederhana seperti ini sebenarnya memiliki nilai yang sangat baik untuk perkembangan anak. Mereka belajar fokus, belajar menyelesaikan sesuatu, dan belajar menghargai hasil karya mereka sendiri. Di sisi lain, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Fadzlul menyambut baik kegiatan yang dilakukan komunitas Blissfull Space bersama anak-anak di kawasan Legok. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menghadirkan suasana positif sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak-anak terlihat bahagia dan aktif mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka bisa belajar sambil bermain dan menghasilkan karya sendiri. Hal seperti ini sangat positif untuk mendukung perkembangan kreativitas anak-anak di lingkungan masyarakat,” kata Fadzlul.

Menurutnya, kegiatan sosial yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat seperti ini perlu terus didukung karena mampu menciptakan hubungan yang baik sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan tema-tema kreatif lainnya.

Rumah Baca Bhayangkara Bahari sendiri selama ini dikenal sebagai tempat pembelajaran dan literasi bagi anak-anak di kawasan Pulau Pandan. Dengan adanya kegiatan dari Blissfull Space, suasana rumah baca pada hari itu terasa semakin hidup dan penuh warna. Beberapa hasil karya anak-anak bahkan dipamerkan sementara di sudut ruangan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka.

Anak-anak tampak bangga memperlihatkan gelang dan kalung hasil buatan mereka kepada teman-teman maupun orang tua yang datang melihat kegiatan. Beberapa dari mereka bahkan langsung mengenakan aksesori yang telah dibuat sendiri. Momen itu menjadi pemandangan sederhana namun penuh makna, karena menunjukkan bagaimana anak-anak dapat merasa percaya diri melalui karya kecil yang mereka hasilkan sendiri.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah kecil kepada peserta yang aktif mengikuti seluruh rangkaian acara. Meski berlangsung sederhana, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa begitu kuat hingga akhir kegiatan.

Melalui kegiatan membuat aksesori dari manik-manik ini, komunitas Blissfull Space Psikologi Universitas Jambi kembali menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana. Dengan menghadirkan ruang yang nyaman dan menyenangkan, anak-anak diberi kesempatan untuk belajar, berimajinasi, dan mengekspresikan diri mereka secara bebas.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa perhatian, interaksi, dan ruang kreatif tetap menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak. Dari manik-manik kecil yang dirangkai dengan penuh semangat, lahir senyum, kebanggaan, dan pengalaman berharga yang akan terus diingat oleh anak-anak di Legok, Pulau Pandan, Kota Jambi.