Sejak di bangku sekolah dasar beberapa tahun silam, saya telah mengetahui cerita burung yang menolong semut, demikian pula kisah semut yang membalas kebaikan binatang terbang itu. Namun, yang saya dan teman-teman ketahui, burung yang menolong semut tersebut adalah burung merpati, dan tempat kejadiannya di sungai.
Sedangkan seekor semut membalas kebaikan burung merpati itu dengan menggigit bagian indera penglihatan si pemburu saat membidik burung merpati.
Ketika saya membaca buku fabel bertajuk Burung Nuri dan Semut ini, ternyata terdapat perbedaan tokoh dan konflik. Burung yang menolong semut adalah burung nuri.
Tempat kejadiannya bukan di sungai, melainkan di tengah hutan saat terjadi peristiwa banjir bandang.
Semut yang membantu burung nuri agar selamat dari tembakan pemburu liar, bukan menggigit bagian mata si pemburu, tapi mengerubungi sekujur tubuh pemburu hingga mereka merasa kesakitan, lalu lari terbirit-birit meninggalkan senapan dan jalanya.
Dari kisah burung nuri dan semut hitam ini, pembaca dapat belajar tentang makna saling tolong-menolong dan bantu-membantu. Senada dengan hal tersebut, terdapat pula kalam hikmah yang sesuai dengan cerita fabel ini, "Jika kamu berbuat baik kepada orang lain, maka orang lain juga akan berbuat baik kepadamu." Atau kalimat bijak lainnya, "Sikapmu kepada orang lain, menentukan sikap orang lain terhadapmu."
Dari itu, hendaklah kita berbuat baik kepada orang lain, jika kita menginginkan orang lain berbuat baik pula kepada kita. Sebab, barang siapa yang menanam, maka dia yang akan menuai. Artinya, jika kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita tuai.
Sebagaimana kebaikan burung nuri kepada semut hitam yang menolongnya saat terjadi banjir, maka pada kesempatan yang lain semut hitam merasa terpanggil untuk menolong keluarga burung nuri saat ada tiga pemburu liar yang hendak mematuk senapan ke arahnya.
Buku bertajuk Burung Nuri dan Semut ini disusun sebagai buku pengayaan atau penunjang mata pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas dasar. Dengan diterbitkannya buku ini, Tedi Rustendi selaku penulis berharap semoga guru atau orang tua dapat dengan mudah membimbing anak dalam belajar. Di sisi lain, anak pun dapat belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan.
Identitas Buku
Judul: Burung Nuri dan Semut
Penulis: Tedi Rustendi
Penerbit: Sarana Pancakarya Nusa
Cetakan: I, 2018
Tebal: 52 Halaman
ISBN: 978-979-678-392-2
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang
-
Mengalah Atas Nama Cinta
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Hadir: Bawa Desain Ikonik dan Chipset Terkencang
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Acer Iconia iM11: Tablet 5G Rp 4 Jutaan dengan Layar 2K yang Menggoda
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka
-
Novel "Nyala yang Tak Pernah Padam": Saat Luka Tidak Membuatmu Menyerah
-
Cahaya Malam dan Romantisme Muara: Menikmati Denyut Kehidupan di Jembatan Siti Nurbaya
Terkini
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur