Film "The Hating Game" adalah film yang bergenre komedi romantis yang disutradarai oleh Peter Hutchings, berdasarkan novel populer karya Sally Thorne.
Dirilis pada 10 Desember 2021, film ini dibintangi oleh Lucy Hale dan Austin Stowell sebagai dua asisten penerbit yang bersaing untuk memperoleh mendapatkan promosi.
Lucy (Lucy Hale) dan Joshua (Austin Stowell), terlibat dalam permainan sengit satu sama lain yang akhirnya mengarah pada perasaan romantis yang tidak terduga.
Lucy, seorang asisten penerbit yang ambisius dan beretika, yang terjebak dalam persaingan sengit dengan Joshua, rekan kerjanya yang dingin dan efisien.
Keduanya bersaing untuk mendapatkan promosi di perusahaan penerbitan Bexley & Gamin. Rivalitas mereka semakin meningkat dari hari ke hari.
Seiring berjalannya waktu, ketegangan di antara mereka mulai berubah menjadi ketertarikan yang romantis. Dari yang awalnya hanya saling membenci, mereka mulai merasakan ketertarikan yang lebih dalam.
Momen-momen kecil, seperti kebersamaan di luar pekerjaan dan interaksi yang lebih personal, mulai mengungkap sisi lain dari karakter Joshua yang sebelumnya tidak terlihat oleh Lucy.
Konflik utama dalam cerita ini muncul ketika Lucy harus menghadapi perasaannya yang semakin dalam terhadap Joshua, sementara dia juga berjuang untuk tetap fokus pada kariernya.
Ketegangan meningkat ketika mereka berdua dihadapkan pada keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan mereka di perusahaan dan hubungan pribadi mereka.
Film ini mengangkat tema persaingan di tempat kerja yang sering kali menjadi latar belakang yang menarik untuk cerita romansa.
Lucy Hale dan Austin Stowell, keduanya berhasil menampilkan dinamika yang menarik antara rivalitas dan ketertarikan romantis, yang membuat interaksi mereka di layar terasa hidup dan meyakinkan.
Tidak hanya tentang rivalitas dan cinta, film ini juga menyajikan humor yang segar dan ringan, menjadikannya pilihan yang baik untuk penonton yang mencari hiburan tanpa beban.
Momen-momen komedi yang muncul dari situasi canggung dan interaksi antara karakter menambah kesenangan dalam menonton.
Namun, film ini kurang menangkap esensi dari materi buku aslinya dan menghilangkan poin-poin plot utama sehingga film tersebut tidak memiliki kedalaman dan pesona dari novel aslinya.
Meskipun film ini memiliki sedikit kekurangan, namun film ini layak untuk ditonton. Jalan cerita yang ringan dan akting para pemain yang baik, film ini cocok untuk menemani waktu istirahat kamu. Selamat menonton!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Novel Kereta Semar Lembu, Kutukan dan Takdir Lembu di Sepanjang Rel Jawa
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata
-
Ulasan Novel Strange Buildings, Menguak Dosa di Balik Dinding-dinding Rumah
-
Novel Bayang Sofea: Antara Pertaruhan Nyawa dan Ambisi
-
Novel Kado Terbaik, Kisah Tiga Bersaudara dalam Melewati Kerasnya Kehidupan
Artikel Terkait
-
Sukses dengan Serial, Game of Thrones Bakal Merambah ke Dunia Film
-
Universal Pictures Tunjuk Sutradara Ternama untuk 3 Film Live Action Lego
-
Ulasan Film Mr. Zoo: Missing VIP, Pas Jadi Hiburan di Waktu Santai!
-
Maizura Hadapi Tantangan Berat di Film Terbarunya: Aku Belum Pernah Main Kayak Gini
-
Sutradara Ungkap Chemistry Marthino Lio dan Delia Husein Jadi Kakak Beradik di Film Dosa Musyrik
Ulasan
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka
-
Novel "Nyala yang Tak Pernah Padam": Saat Luka Tidak Membuatmu Menyerah
Terkini
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur