Sekar Anindyah Lamase | aisyah khurin
Novel Bayang Sofea [goodreads.com]
aisyah khurin

Novel "Bayang Sofea" merupakan salah satu karya Teme Abdullah yang menandai pergeseran menarik dari karya-karya non-fiksi inspiratifnya menuju ranah fiksi yang penuh teka-teki. Novel ini bukan sekadar cerita romansa atau drama biasa, ini adalah sebuah eksplorasi psikologis yang dibalut dengan misteri dan filosofi tentang eksistensi, identitas, serta cara manusia mempersepsikan realitas.

"Bayang Sofea" mengikuti perjalanan hidup Sofea, seorang wanita muda yang memiliki cita-cita setinggi langit dalam dunia korporat. Sofea bukanlah sekadar pekerja biasa, dia adalah simbol kegigihan perempuan dengan kepantasan yang luar biasa, dari seorang karyawan biasa sehingga memegang Jabatan penting di kantornya (HOD). Namun, di balik kejayaannya tersebut, tersimpan sebuah rahsia gelap yang melibatkan sebuah organisasi misteri.

Organisasi ini pernah menawarkan bantuan dan "arahan" tertentu yang memastikan jalan Sofea menuju puncak senantiasa licin, seolah-olah dia memiliki tongkat sakti dalam dunia profesional.

Kehidupan Sofea yang terlihat sempurna mulai goyah. Saat dia bertemu dengan Danny, seorang petinju yang juga teman lamanya. Pertemuan ini bukan sekedar reuni biasa, tetapi pembukaan dari  "Kotak Pandora" yang membawa kembali kenangan dan tuntutan dari organisasi misteri tersebut.

Sofea mulai dihantui oleh suara-suara aneh, gangguan bayangan, dan ancaman yang menggugat keselamatan orang yang disayanginya. Di tengah pergelutan antara mempertahankan jabatannya atau menyelamatkan jiwanya, Sofea harus mencari kebenaran dibalik ancaman-ancaman itu.

Teme Abdullah membuktikan bahawa beliau telah melangkah ke fase penulisan yang jauh lebih matang dari naskhah sebelumnya seperti "siri Jalanan" atau "Empayar." Salah satu kejutan terbesar adalah keberanian Teme untuk memasukkan elemen romantis yang selama ini jarang ia bahas dalam karya-karya nya.

Selain itu, penggunaan bahasa yang sedikit lebih "mentah" atau kasar dalam beberapa bab menunjukkan bahawa Teme mencoba menyesuaikan nada ceritanya dengan realitas dunia dewasa yang penuh tekanan.

Teme sangat piawai dalam menyusun isu berat ke dalam naskhah yang thriller korporat ini. Isu kesehatan mental menjadi topik utama, bagaimana tekanan kerja, trauma masa lalu, dan ambisi yang tidak terkontrol menciptakan "bayang-bayang" yang menakutkan dalam pikiran seseorang. Twist yang dihadirkan di akhir cerita juga sangat menarik dan sulit di tebak.

Selain itu, kritik sosial Teme terhadap toxic parenting sangat dihargai. Keinginan untuk menghentikan lingkungan toxic dalam keluarga adalah hal yang menyentuh hati pembaca.

Bagi pembaca yang gemar menganalisis secara mendalam, penggunaan istilah seperti Nusaraya dan organisasi Bread membuka ruang diskusi yang sangat luas. Teori yang mengaitkan "Bread" dengan kebangkitan blok ekonomi seperti BRICS atau impian penyatuan Nusantara dengan Kalimantan sebagai pusatnya adalah bukti bahawa Teme senantiasa memberikan aspirasi besar tentang kedaulatan dan identitas suatu wilayah dalam karyanya.

"Bayang Sofea" adalah sebuah karya yang solid, berani, dan sarat akan makna. Teme Abdullah sukses menggabungkan elemen konspirasi ala Illuminati dengan isu domestik yang realistis seperti konflik di tempat kerja dan kesehatan mental.

Novel ini adalah sebuah peringatan bahawa setiap tindakan dewasa mempunyai konsekuensi yang perlu dipertanggungjawabkan. Bagi mereka yang mencari novel yang bukan hanya sekedar cerita fiksi kosong, tetapi sebuah cerita yang mencerminkan untuk melihat diri sendiri, novel "Bayang Sofea" adalah jawabannya. Ini bukan sekedar tentang bayangan yang menghantui, tetapi tentang cahaya keberanian untuk menghadapi realita yang pahit.

Identitas Buku

Judul: Bayang Sofea

Penulis: Teme Abdullah

Penerbit: IMAN Publication Sdn Bhd

Tanggal Terbit: 10 Mei 2024

Tebal: 495 Halaman