Buku Makelar Politik ini karya Puthut EA yang ditulis dengan gaya mengalir. Bergulir. Apa adanya. Seperti bola liar. Mirip catatan-catatan kecil dan tidak sama dengan naskah cerita pendek, drama, serta novel. Lebih tepatnya, karya yang satu ini, menjadi wadah khusus bagi Puthut EA dalam menuangkan kegelisahan dan keresahan hati yang selama ini ia alami.
Lewat tulisan berjudul Membaca Buku, penulis mengabadikan kisah teman-temannya dalam menggilai buku. Ia diberi tahu temannya lewan pesan singkat bahwa temannya tersebut telah keluar dari tempatnya bekerja. Padahal jenis pekerjaan yang dilakoninya telah sesuai dengan keinginan dan keterampilannya.
Yang membuat penulis tercengang, saat ia mengetahui alasan temannya angkat kaki dari tempat kerja tersebut: hanya karena tak ada waktu untuk membaca buku. Temannya itu memang penggila buku. Dalam satu bulan, dua kali pergi ke toko buku di waktu yang benar-benar longgar. Setiap kali pergi ke toko buku, paling tidak temannya menghabiskan uang kira-kira satu juta rupiah.
Aktivitas dan pekerjaan di kantor, tidak memberinya waktu untuk membaca dengan baik buku-buku yang telah dibelinya. Pagi sekali, ia harus pergi bekerja, dan tiba kembali ke rumah, saat malam. Itu pun ia harus menyelesaikan atau mempersiapkan kerja-kerja kantor lagi.
Ia hanya punya waktu yang baik untuk membaca buku itu di saat libur saja, itu pun sering terganggu dengan agenda-agenda yang lain, seperti kondangan atau aktivitas keluarga. (Halaman 13).
Buku-buku teman Puthut EA akhirnya menumpuk, penuh dengan lipatan kecil pertanda belum usai dibaca, bahkan banyak yang masih terbungkus plastik. Lalu, temannya itu benar-benar keluar dari pekerjaannya, dan kerja serabutan namun punya banyak waktu membaca buku.
Saat berjumpa dengan temannya itu, Puthut EA mendapat informasi bahwa ia jauh lebih bahagia dengan dunianya yang sekarang, yang hidup tanpa tekanan, dan dapat membaca buku-bukunya hingga tuntas.
Sementara dalam tulisan bertajuk Berhenti Merokok, Puthut EA mengisahkan dua teman kontrakannya yang telah membuat perjanjian maut. Mereka berjanji untuk sama-sama berhenti merokok selama tiga tahun. Setelah itu, perjanjian akan diperbarui lagi.
Dan jika selama tiga tahun itu salah satu di antara mereka ketahuan merokok lagi, maka yang merokok itu harus membayar uang sebesar tiga juta rupiah kepada salah satunya.
Puthut juga menceritakan temannya yang punya hobi minta rokok ke temannya yang lain. Yang membuat mereka kesal adalah si teman yang hobinya minta rokok itu lebih cepat mengisap rokok dan sering lebih banyak merokok daripada yang punya rokok. Dan yang lebih mengesalkan lagi, sekalipun si teman sudah punya uang gaji belasan juta, tetap saja ia suka meminta rokok ke teman-temannya.
Dan masih banyak lagi, gerutu dan keluhan yang ditulis oleh Puthut di dalam buku ini. Termasuk keluhan Upacara Bendera Senin Pagi. Menurutnya, upacara setiap pekan itu serba ribet, karena harus berseragam necis lengkap dengan memakai topi, ikat pinggang, dasi, dan kaus kaki. Berangkatnya harus lebih pagi dan tergesa-gesa.
Selain itu, dalam pandangannya, Upacara Senin Pagi hanya berisi prosesi kaku dan penuh bentakan instruktif agar barisan ditata rapi. Hormat kepada pimpinan upacara, inspektur, dan bendera, semua diatur.
Setiap kita memang berhak berpendapat. Punya hak menilai. Dan dalam berpendapat tak boleh memaksa kehendak orang lain agar sama dengan pendapat kita. Namun, kita mesti mampu menyaring mana pendapat-pendapat yang baik dan bijak.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Makelar Politik - Kumpulan Bola Liar
Penulis: Puthut EA
Penerbit: INSISTPress
Cetakan: I, Maret 2009
Tebal: 349 Halaman
ISBN: 978-602-8384-21-6
Baca Juga
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Acer Iconia iM11: Tablet 5G Rp 4 Jutaan dengan Layar 2K yang Menggoda
-
Petualangan Penuh Makna ke Museum Blambangan dan Pantai Pulau Santen
-
Lalita Karya Ayu Utami: Novel Rumit yang Menggoda untuk Diselami Ulang
-
Dari Sangkar ke Rekening: Jalan Sunyi Side Hustle Jual Beli Burung
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa