'Bersorak Bahagia, Sebuah Perjalanan Menemukan Diri' adalah sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan pendek tentang refleksi kehidupan karya Langit Biru.
Di dalamnya, penulis merangkum segala keresahan yang kerap ia pikirkan dalam bentuk quote dan gambar ilustrasi yang menarik.
Ilustrasinya terbilang unik karena menggunakan karakter batok kelapa hijau yang seolah bisa berbicara kepada manusia.
Batok kelapa ini bernama Gie, yang sesekali berbincang dengan seorang manusia bernama Biru —saya menduga bahwa Gie dan Biru adalah representasi dari dialog yang ada di kepala penulis sendiri.
Melalui sosok Gie, penulis mengajak pembaca untuk mengenali suara-suara yang kerap mengganggu pikirannya, dan barangkali hal itu juga cukup relate bagi banyak pembaca.
Misalnya saat merasa sulit untuk menikmati kebahagiaan karena berpikir, "ah, pasti ada sesuatu habis ini". (hal. 6)
Padahal seharusnya kita nggak perlu mencemaskan apa-apa, kan? Tinggal menjalani momen-momen kebahagiaan itu apa adanya.
Kalaupun kepikiran tentang hal buruk yang kemungkinan terjadi esok hari, itu urusan nanti. Toh, belum tentu seluruh anggapan buruk itu memang benar-benar terjadi.
Kadang kita juga merasa sedih karena menyimpan beban seorang diri. Sementara di sekeliling kita seolah nggak ada telinga yang mampu mendengar dengan tulus.
Ada yang meminta berbagi, tapi hanya sekedar untuk memuaskan rasa penasarannya saja. Dan yang terburuk dari itu, ketika kita sudah mempercayakan rahasia kita kepada seseorang, ternyata dia tipe teman yang cepu dan selama ini memakai topeng kebaikannya di depan kita.
Giliran kita kembali ke rumah yang katanya adalah tempat teraman, ternyata penghuninya malah sibuk dengan dunianya masing-masing. Yang lebih menyakitkan dari itu, ketika kita telah kehilangan keluarga dalam artian yang sebenarnya. Berduka, dan benar-benar merasa sendiri dalam hidup.
"Aku mulai sadar bahwa sekarang sainganku bukan orang lain. Sainganku adalah usia orang tuaku dan sifat diriku.
Inilah fakta hidup yang sebenarnya. Semua orang punya pertandingan hidup masing-masing" (hal. 80-81)
Pada akhirnya, setiap di antara kita harus menilai kehidupan ini dengan sudut pandang yang positif agar kita tidak tenggelam dalam kesedihan.
Terus menerus menengok hal yang menyakitkan nggak akan membuat kita bisa beranjak ke mana-mana. Diluar dari kesedihan itu, kita harus bergerak.
Sebab kehidupan ini adalah sebuah pertandingan melawan ego kita sendiri. Hargai orang-orang yang masih berada di sisi kita sekarang, dan tak perlu lama menangisi mereka yang memilih pergi. Hidup ini terlalu berharga untuk diisi dengan penyesalan.
Secara umum, buku ini memang hanya berisi tulisan-tulisan pendek, tapi semuanga terasa mengena di hati. Ilustrasinya juga lucu dan heartwarming.
Jadi, bagi kamu yang saat ini sedang terpuruk, Bersorak Bahagia adalah salah satu buku yang bisa dibaca untuk memperbaiki suasana hati!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Pengkhianatan Cinta di Detik Pernikahan dalam Novel Cintai Aku Sekali Lagi
-
Belajar Mengatur Keuangan dengan Bijak dalam Buku Seni Hidup Hemat
-
Ulasan Buku Berdamai dengan Rasa Sepi: Mengubah Perspektif Negatif Kesepian
-
Upaya Merenungi Kehidupan Lewat Buku Memaknai Hidup Meraih Kebahagiaan
-
Ulasan Buku Imung: Pencuri Aneh, Karya Sastra Lama dari Arswendo Atmowiloto
Ulasan
-
Review The Stunt Driver: Kisah Nyata Luar Biasa, tapi Filmnya Biasa Saja
-
Ulasan Film Akal Imitasi: Saat Teknologi Canggih Mulai Menggantikan Guru
-
Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan
-
Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man
-
Mengajari Anak untuk Puasa dan Taqwa Lewat Buku Ramadan for Everyone
Terkini
-
Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?
-
Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie
-
Solusi Cerdas Kelola Sampah Organik: Ubah Sisa Dapur Menjadi Pakan Ternak Berprotein
-
4 Moisturizer Korea Birch Sap Jaga Kelembapan Kulit untuk Skin Barrier Kuat