Beberapa bulan lagi Ramadan akan menyapa kita. Setiap kali berjumpa dengan Ramadan, tentu kita tak akan melewatinya begitu saja. Sebab, terdapat keistimewaan-keistimewaan yang tidak kita temui pada bulan-bulan yang lain.
Pada umumnya tidak begitu banyak yang menjalankan salat witir, apalagi salat di sepertiga malam dengan rutin dan istikamah. Namun, saat di bulan Ramadan, kita mendapatkannya, bahkan menjalaninya dengan mudah.
Di hari biasa, barangkali banyak yang bangun dari istirahat malam untuk nonton bareng siaran bola, tapi tidak untuk bersama-sama menghidupkan sunah sahur. Namun di bulan Ramadan, kita melihat bagaimana kaum muslim, baik tua maupun muda, bahkan anak-anak pun, sangat gembira bangun untuk menyantap sahur sekalipun mulanya sempat terkantuk-kantuk.
Begitu pun kita lihat salat berjamaah di masjid-masjid, terutama saat Subuh, biasanya tidak lebih dari hitungan satu atau dua saf, tiba-tiba ketika Ramadan menjadi pusat keramaian dan syiar di mana kaum muslim berjubel memadati masjid pada waktu-waktu salat.
Tak jarang, saat Ramadan tiba, kita temui banyak dai yang menyampaikan kultum Ramadan. Sejak hari pertama hingga akhir. Baik di musala, masjid-masjid kampung, instansi perkantoran, maupun siaran langsung televisi dan radio. Waktu pelaksanaan kultum ini juga relatif beragam. Ada yang bakda Subuh, sebelum Tarawih, setelah salat Zuhur, dan menjelang buka bersama.
Bagi kalian yang kebingungan mencari referensi kultum atau ceramah terkait Ramadan, buku Kumpulan Ceramah Ramadhan terbitan kelompok Penerbit Indiva Media Kreasi ini bisa dijadikan rujukan. Banyak tema yang dibahas di dalamnya. Antara lain tips salat khusyuk dan adab bersedekah.
Disebutkan di dalam buku ini beberapa langkah untuk lebih khusyuk dalam salat, yaitu menyadari fungsi dan pentingnya salat, sehingga tidak lagi merasa salat sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebagai sebuah kebutuhan yang akan berakibat baik bagi diri kita sendiri, di dunia maupun di akhirat.
Selanjutnya, istihdhar al-qalbi yaitu mengosongkan hati dari hal-hal yang mengganggu dan mencampuri konsentrasi ketika salat. Lalu, mengetahui arti lafaz doa yang diucapkan. Kemudian, mengingat mati dalam salat.
Sementara dalam menguraikan adab bersedekah, penulis secara gamblang menjelaskan lima etika agar sedekah kita diterima oleh Allah, terlebih sedekah di bulan Ramadan yang lebih dikenal dengan sebutan zakat fitrah.
Pertama, niat yang ikhlas dan memahami hakikat sedekah. Kedua, menganggap kecil sedekah yang kita keluarkan. Ketiga, tidak ragu-ragu dan menunda-nunda. Keempat, menutup-nutupi dan merahasiakan sedekah kita. Dan yang kelima, bersedekah dengan memberikan yang terbaik.
Setelah mencari dari sumber yang halal, adab selanjutnya yang senantiasa harus kita perhatikan adalah memilih yang terbaik dari apa yang akan kita sedekahkan.
Jika itu makanan, maka berarti bukan jenis makanan yang tidak kita suka atau pakaian yang barangkali sudah kekecilan bagi kita. Namun, yang terjadi semestinya adalah sebaliknya, kita harus memberikan yang terbaik, bahkan jika memungkinkan termasuk hal yang kita sukai. (Halaman 135).
Walhasil, buku Kumpulan Ceramah Ramadhan ini sangat cocok dibaca untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Cocok pula dibaca oleh para pendakwah untuk menambah wawasan dalam berkultum, atau pun dibaca oleh kita yang siapa tahu secara mendadak ditodong di tempat untuk menyampaikan kultum.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Kumpulan Ceramah Ramadhan
Penulis: Hatta Syamsuddin, Lc.
Penerbit: Gizone Books (Kelompok Penerbit Indiva Media Kreasi)
Cetakan: I, Juli 2012
Tebal: 207 Halaman
ISBN: 978-602-8277-63-1
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lenovo Lecoo N27 Pro Resmi Meluncur: PC All-in-One 27 Inci yang Tampil Modern dan Intel Core i5
-
Realme P4s Lite Resmi Rilis: Usung Baterai 7.000 mAh dan Ketahanan 6 Tahun
-
Infinix XBOOK 14 NEO, Laptop Tipis dengan Baterai 13 Jam dan RAM Bisa Diupgrade
-
Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh
-
HONOR X9e Pro Resmi Rilis, Baterai 11.000 mAh Bikin HP Ini Serasa Membawa Powerbank
Artikel Terkait
-
Menjalani Kehidupan dengan Lebih Bahagia dalam Buku Happiness is Now
-
Ulasan Buku Forty: Awal Perjalanan Menuju Kesuksesan di Usia 40 Tahunan
-
Ini 5 Tips Tetap Hemat saat Rayakan Natal di Tengah Ancaman PPN 12 Persen
-
Hindari Kehabisan! Ini Tips Aman Beli Tiket Kereta Api untuk Natal dan Tahun Baru
-
4 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Proses Diet Ribet, Dijamin Ampuh!
Ulasan
-
Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri
-
5 Buku Romance yang Diadaptasi ke Film dan Series Tahun Ini, Sudah Nonton?
-
Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan
-
Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!
-
Review Atonement: Saat Perang Usai, Rasa Bersalah Berubah Jadi Medan Tempur
Terkini
-
Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis
-
Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko
-
Stop Kebanyakan Scroll! Saatnya Kamu Memberi Jeda untuk Diri Sendiri
-
Exynos 2700 Sudah Diproduksi, Apakah Galaxy S27 Ultra akan Pakai Chip Ini?
-
Tanpa Kita Sadari, Politik Mempengaruhi Kehidupan Lingkungan dan Satwa