Film The King of Kings dikonfirmasi akan melakukan penayangan perdana pada masa prapaskah di bioskop Indonesia. Film animasi yang diangkat dari The Life of Our Lord karya Charles Dickens tersebut dipersiapkan rilis pada 18 April atau bersamaan dengan perayaan Jumat Agung.
Jadwal perilisan The King of Kings tersebut dikonfirmasi langsung oleh jaringan bioskop di Indonesia melalui unggahan terbafu di media sosial, salah satunya yakni Cinema XXI.
"Dari cerita pendek karya Charles Dickens yang mengisahkan besarnya kekuatan harapan, cinta, dan penebusan yang abadi dari mata seorang anak. Dibintangi aktor ternama sebagai pengisi suara, mulai dari Pierce Brosnan, Oscar Isaac sampai Kenneth Branagh," ungkap Cinema XXI di unggahan terbaru mereka.
"The King of Kings tayang mulai 18 April," lanjut mereka.
Kabar yang sama turut disampaikan oleh Cinepolis Indonesia yang telah memasukkan The King of Kings ke dalam daftar jadwal tayang pekan ini.
The King of Kings sendiri merupakan film yang berkisah mengenai Charles Dickens (Kenneth Branagh) dan anak laki-lakinya, Walter (Roman Griffin).
Ketika Charles Dickens tengah membacakan novel bertajuk A Christmas Carol di atas panggung, Walter mengganggu pertunjukan tersebut ketika berperan sebagai Raja Arthur di belakang panggung. Walter lalu dimarahi ayahnya sebelum pergi.
Pada malam harinya, atas saran istrinya, Dickens pun memutuskan untuk berbaikan dengan Walter. Ia menggunakan kecintaan Walter pada sang raja.
Charles Dickens menceritakan kepada Walter mengenai kehidupan Raja di atas segala raja, yakni Yesus Kristus, mulai dari kelahiran, pelayanan, penderitaan, kematian, hingga kebangkitan-Nya.
The King of Kings sendiri digarap oleh arahan sutradara Jang Seong-ho yang diangkat dari kisah yang ditulis Charles Dickens dalam The Life of Our Lord.
Film The King of Kings ini ditaksir telah menelan bujet produksi US$5 juta dan telah mengumpulkan US$21,2 juta dari box office global per Rabu (16/4). Film tersebut pun sudah tayang di Amerika Serikat sejak 11 April lalu.
The King of Kings dimainkan sebagai kisah serius yang berakhir dengan penyaliban Yesus.
Jang tidak memperlihatkan kepada penonton terkait darah dari cambukan sang tokoh utama. Bahkan saat Yesus ditampilkan dipaku di kayu salib. Titik-titik sayatan di telapak tangannya dan darah tidak pernah ditampilkan ke dalam adegan.
Setelah Yesus berhasil menyelamatkan seorang wanita dari hukuman rajam dengan membuat orang banyak menyadari dosa-dosa mereka sendiri, Dickens pun memberi tahu Walter bahwa beberapa orang menggunakan firman Tuhan untuk mencoba memanipulasi orang lain.
The King of Kings segera tayang mulai 18 April di bioskop Indonesia.
Penayangan The King of Kings ini juga diramaikan oleh sederet film baru lainnya asal Indonesia. Seperti film Blockbuster garapan Joko Anwar bertajuk Pengepungan di Bukit Duri yang akan tayang pada 17 April.
Film tersebut mengisahkan cerita mengenai kerusuhan besar yang terjadi di sebuah kota tempat sekolah berada. Keadaan itu memaksa sekelompok siswa dan guru untuk bertahan hidup di tengah serangan teror brutal dari para murid.
Dalam film ini Joko Anwar akan mengangkat isu-isu penting yang terjadi di tengah masyarakat. Sang sutradara mengaku ingin membuat karya yang mendesak dan berhubungan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
“Saya merasa harus bisa menghadirkan sesuatu yang bukan saja baru, tapi lebih urgent, lebih relevan,” ujarnya dalam suatu wawancara baru-baru ini.
Naskah film Pengepungan di Bukit Duri bahkan telah ditulis sejak 2007.
Baca Juga
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Sukses Besar! Sutradara Mengaku Sudah Siapkan Naskah Sekuel Film Hope
-
Review Insidious Out of the Further, Bumbu Baru yang Buat Penonton Bingung
-
Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M
-
Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
Terkini
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah