Siap-siap ketawa sambil merenung di bioskop, karena Keluarga Super Irit bakal jadi salah satu film keluarga paling relevan dan menghibur tahun ini. Film garapan Danial Rifki dan diproduksi Falcon Pictures siap jadi pilihan utama buat hiburan mendatang.
Kayak apa kisahnya? Sini merapat dan kepoin bareng!
Sekilas tentang Film Keluarga Super Irit
Ceritanya sendiri fokus pada keluarga Sukaharta, yang punya prinsip hidup: Kalau bisa lebih hemat, kenapa harus boros?
Segala aspek kehidupan mereka, mulai dari listrik, air, makanan, bahkan urusan rekreasi, selalu dicari celahnya supaya nggak bikin kantong jebol.
Cobaan belum berhenti. Setelah pendapatan Tony dipotong besar-besaran, mereka harus meninggalkan rumah kontrakan kesayangan dan pindah ke tempat yang nggak terbayangkan sebelumnya, di sebuah bekas kandang burung di atas ruko. Meski begitu, mereka tetap gigih menabung, berharap suatu hari bisa kembali ke rumah lama mereka.
Saat mereka merasa sudah bisa berdamai dengan hidup, muncul masalah baru: saudara jauh yang datang numpang tinggal dan ancaman kehilangan rumah lama mereka untuk selamanya. Di
Eh, lama-lama, usaha keras buat terus berhemat justru mulai menggerus kebersamaan mereka. Ada konflik, kejadian lucu, dan momen haru yang bikin mereka sadar kalau irit itu penting, tapi keluarga yang hangat jauh lebih berharga.
Apa Sih yang bikin Film Keluarga Super Irit Spesial?
Yang pertama dan paling menarik adalah asal-usul ceritanya. Keluarga Super Irit ternyata diadaptasi dari seri komik edukasi populer asal Korea Selatan yang juga punya judul sama.
Di negeri asalnya, buku ini laris manis karena bisa menyulap tips hidup hemat jadi cerita ringan penuh humor, dan sukses menggaet pembaca dari berbagai usia.
Versi terjemahannya juga sudah hadir di Indonesia lewat Gramedia BIP, dan banyak keluarga Indonesia yang sudah kenal sama kisah keluarga "super hemat" ini dari halaman buku.
Kini, cerita itu diangkat ke layar lebar, tentu saja dengan balutan lokalitas khas keluarga Indonesia, yang bikin ceritanya makin dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Selain itu juga ada pada susunan para bintang selain kisahnya.
Dwi Sasono sebagai Tony dan Widi Mulia sebagai Linda tampil sebagai pasangan suami istri dalam keluarga Sukaharta. Yang menarik, tiga anak asli mereka: Widuri Putri Sasono (sebagai Sally), Dru Prawiro Sasono (sebagai Billy), dan Den Bagus Satrio Sasono (sebagai Kenny), ikut main bareng di film ini.
Nah, chemistry keluarga yang terbentuk alami di kehidupan nyata jadi modal kuat yang bikin dinamika di layar lebar terasa begitu nyata, hangat, dan penuh cinta. Bukan gimmick, tapi benar-benar jadi kekuatan emosional dari film ini.
Lalu, dari sisi komedi, Keluarga Super Irit menyuguhkan kolaborasi lintas generasi yang jarang banget kita lihat. Ada Indro Warkop dan Mandra, dua nama yang udah melegenda di dunia komedi Indonesia. Mereka hadir bukan cuma buat nostalgia, tapi juga membuktikan kalau komedi mereka masih relevan dan lucu banget sampai sekarang.
Di sisi lain, hadir juga jajaran komika dan aktor komedi muda seperti Onadio Leonardo, Coki Pardede, Oki Rengga, dan Oza Rangkuti, yang bawa nuansa humor kekinian.
Perpaduan ini bikin filmnya punya spektrum komedi yang luas, dari slapstick ala era 80-an sampai sindiran cerdas ala generasi meme sekarang.
Dan jangan salah, walaupun bentuknya komedi, film ini punya pesan yang dalam banget. Tentang bagaimana kita kadang terlalu fokus sama angka di struk belanja sampai lupa cara menikmati waktu bareng keluarga.
Tentang gimana perjuangan ngirit bukan sekadar buat nabung, tapi juga soal gimana kita bisa tetap saling peduli, tetap dekat, walau keadaan nggak mudah.
Di tengah realita hidup yang makin mahal dan tekanan finansial yang makin besar, film ini berasa kayak kaca yang bikin kita melihat ulang cara kita hidup.
Kalau Sobat Yoursay lagi cari film buat ditonton rame-rame bareng keluarga, Film Keluarga Super Irit jelas jadi pilihan yang pas. Jadi, catat tanggalnya: 12 Juni 2025.
Ajak orang-orang terdekatmu, dan siap-siap dapetin tawa, haru, dan inspirasi dari keluarga paling hemat sejagat: keluarga Sukaharta. Karena kadang, cara paling berharga buat bertahan hidup bukan cuma dengan uang, tapi dengan cinta dan tawa di dalam rumah.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Kisah Nyata Perjuangan Astronot Perempuan NASA dalam Film Spacewoman
-
Masih dengan Persantetan, Sebagus Apa Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa?
-
Nonton Tunggu Aku Sukses Nanti: Relatable Sih, tapi Kok Kayak Takut Terlalu Jujur
-
Paul McCartney: Man on the Run, Dokumenter yang Terlalu Menjaga Citra Idol
-
Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa
-
Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
-
Review Something Very Bad Is Going to Happen: Firasat Pengantin yang Gelap!
-
Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
Terkini
-
Lensa Kamera vs Palu Hakim: Apakah Bisa Mengukur Kreativitas Hanya dengan Angka?
-
ENHYPEN Siap Sambangi Jakarta, Gelar Konser pada 23 Januari 2027
-
Bye Skin Barrier Rusak! 4 Pelembab Gel Cream Mugwort untuk Kulit Kombinasi
-
6 Drama Korea JTBC Tahun 2026, Ada We Are All Trying Here hingga Apartment
-
Tim Kopi Hitam Mana Suaranya? 5 Tanda Kepribadian Pecinta Kopi Pahit Tanpa Gula