Dirilis pada 16 Agustus 2024 sebagai bagian dari debut mini album 'SIS (Soft Is Strong),' lagu 'My Way' dari grup KATSEYE hadir sebagai anthem penuh semangat tentang kebebasan berekspresi, keberanian menjadi diri sendiri, dan kekuatan untuk melawan ekspektasi sosial.
Dengan irama pop yang dinamis dan lirik yang relatable, lagu ini langsung menarik perhatian publik—terutama karena pesan kuatnya yang mengajak pendengar untuk menjalani hidup sesuai kehendak hati.
Dalam wawancara bersama Genius Verified yang dikutip dari Genius pada Jumat (30/5/2025), KATSEYE membagikan kisah di balik lirik lagu tersebut. "Menurutku 'My Way' banyak bercerita tentang bersikap baik pada diri sendiri, percaya diri, dan menyadari bahwa sebagai manusia, kita punya hak untuk melakukan sesuatu dan mengambil keputusan sendiri," jelas sang leader, Sophia.
"Itu adalah sebuah anugerah dan kekuatan yang kita miliki—bahwa kamu melakukannya dengan caramu sendiri, bahwa kamu berhasil dengan jalanmu," sambungnya.
Daniela menambahkan bahwa lagu ini merupakan ajakan untuk mengikuti kata hati dan tidak tunduk pada penilaian orang lain.
Lirik pembuka seperti "Wake up, momma's mad 'cause I stayed up / Sneakin' out tryna meet with someone I shouldn't see / Pickin' apart, what's wrong with me?" menggambarkan kenakalan remaja yang sangat dekat dengan realita—melawan aturan demi merasakan kebebasan dan mencari jati diri.
Bait seperti "Even if I mess it all up and make a million mistakes / At least I can say-ay-ay-ay-ay / That I did it my way-ay-ay-ay-ay" menekankan bahwa meskipun kita membuat banyak kesalahan, selama itu adalah hasil dari keputusan sendiri, maka tidak ada yang perlu disesali.
Lirik lain yang mencuri perhatian adalah "I tried to fit in your box of pink Barbie dolls / Found I still couldn't win them all."
Baris tersebut mencerminkan tekanan untuk memenuhi standar dan ekspektasi tertentu—terutama yang berkaitan dengan penampilan—yang sering kali tidak realistis. Dalam wawancara, Daniela menyebut bahwa lirik ini menggambarkan perjalanannya dalam menerima diri apa adanya.
Pada bait kedua, lirik "I kinda miss being young, dumb and naive / 'Cause now I realize growin' up ain't what it seems, so / Now I just live for today" mengungkapkan kesadaran akan kompleksitas hidup dewasa, serta kerinduan akan masa muda yang penuh kebebasan dan ketidaktahuan.
Meski lirik lagu ini cenderung repetitif, kalimat-kalimatnya menggema sebagai manifesto kehidupan—menegaskan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari kesempurnaan, melainkan dari kejujuran terhadap proses dan pilihan diri sendiri.
Aransemen musik 'My Way' turut memperkuat emosi yang terkandung dalam liriknya. Diproduseri oleh hitman bang, Slow Rabbit, dan Federico Vindver, lagu ini dibangun dengan bassline yang kuat, ketukan yang dinamis, serta lapisan synth yang memberi nuansa segar.
Vokal para member KATSEYE pun menghidupkan lagu ini—mulai dari kelembutan suara Megan di bagian awal, kekuatan vokal Sophia di chorus, hingga harmoni Lara yang menyempurnakan keseluruhan atmosfer.
'My Way' bukan sekadar lagu pop biasa. Ia adalah karya penuh makna yang merangkum pengalaman, keresahan, dan proses pertumbuhan para member KATSEYE—sekaligus menjadi cermin bagi banyak pendengar muda yang tengah mencari jati diri.
Lagu ini menyuarakan bahwa meski jalan yang dipilih penuh tantangan dan kesalahan, keberanian untuk memilih dan menjalaninya adalah sesuatu yang layak dibanggakan.
Di tengah dunia yang penuh tekanan dan penilaian, 'My Way' hadir sebagai pengingat bahwa melakukan segalanya dengan cara kita sendiri tetaplah sesuatu yang berharga.
Untuk penjelasan lebih lengkap dari para member, kamu bisa menyaksikannya di sini!
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI SINI
Baca Juga
-
Berlatar di Islandia, Manga Misteri Karya Aki Irie Resmi Diadaptasi Anime
-
Tayang 2 Mei, PV My Hero Academia "More" Sorot Reuni Class 1-A Versi Dewasa
-
Black Clover Masuki Arc Akhir Setelah 11 Tahun, Duel Asta dan Yuno Dimulai
-
Anime Kagurabachi Tayang April 2027, Trailer Ungkap Studio dan Staf Utama
-
Manga Princess Knight Dapat Adaptasi Anime Baru Setelah 27 Tahun di Netflix
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Film Mother Mary: Balutan Estetika A24 dalam Tragedi Musikal Modern
-
Novel Lampuki: Tragedi Kemanusiaan yang Menghujam Desa Lampuki
-
Mendobrak Eksplorasi Provokatif lewat Benturan Humor Gelap Film The Drama
-
Mengupas Lirik Jiwa yang Bersedih: Pelukan Hangat untuk Jiwa yang Lelah
Terkini
-
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal
-
Hidup Kedua di Planet Kepler-186F
-
Saat Negara Gagal Hadir: Tragedi Anak NTT dan Luka Pendidikan Indonesia
-
Self-Service Bukan Cuma Soal Teknologi, Tapi Cara Melatih Mental Jadi Main Character yang Mandiri
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat