Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Space Brothers (X/animeupdates)
Anggia Khofifah P

Perjalanan panjang manga legendaris Space Brothers akhirnya mencapai garis finis. Setelah menemani pembaca selama hampir dua dekade, karya mangaka Chuya Koyama tersebut resmi berakhir melalui Chapter 432 yang diterbitkan dalam majalah Morning edisi ke-28 pada 11 Juni. Kabar ini menjadi momen emosional bagi para penggemar yang telah mengikuti kisah dua bersaudara tersebut sejak serialisasi perdananya pada Desember 2007.

Bab terakhir Space Brothers mendapat perlakuan istimewa dengan tampil sebagai sampul utama majalah Morning dan dibuka dengan halaman berwarna.

Chapter penutup ini terdiri dari 46 halaman yang menggambarkan perjalanan akhir Mutta dan Hibito, dua saudara yang berhasil melewati berbagai rintangan dan menghubungkan satu keajaiban dengan keajaiban lainnya dalam upaya mereka mengejar impian menuju luar angkasa. Sementara itu, volume kompilasi terakhir, yakni Volume 46, dijadwalkan terbit pada 22 Juli mendatang.

Sejak pertama kali diterbitkan oleh Kodansha, Space Brothers telah berkembang menjadi salah satu manga seinen paling berpengaruh di Jepang. Ceritanya berpusat pada dua saudara, Mutta Nanba dan Hibito Nanba, yang ketika masih kecil secara tidak sengaja menyaksikan sebuah UFO melaju menuju Bulan. Pengalaman tersebut membuat keduanya berjanji untuk suatu hari nanti menjadi astronaut dan menjelajahi luar angkasa bersama.

Latar cerita kemudian bergerak ke tahun 2025. Hibito berhasil mewujudkan impian masa kecilnya dan menjadi astronaut yang bergabung dalam misi jangka panjang pertama umat manusia di Bulan. Sebaliknya, sang kakak, Mutta, justru mengalami masa sulit setelah kehilangan pekerjaannya. Namun, sebuah pesan dari Hibito kembali membangkitkan semangat Mutta untuk mengejar cita-cita yang sempat ia tinggalkan. Dari titik inilah kisah inspiratif tentang mimpi, kegigihan, dan hubungan keluarga berkembang menjadi salah satu cerita paling dicintai dalam dunia manga modern.

Keberhasilan Space Brothers tidak hanya diukur dari umur serialisasinya yang panjang. Manga ini juga mencatat pencapaian luar biasa dalam hal penjualan. Menurut laporan yang dikutip Anime News Network, jumlah peredarannya telah melampaui 35 juta kopi.

Salah satu kekuatan utama Space Brothers terletak pada pendekatannya yang realistis. Meskipun mengangkat tema eksplorasi luar angkasa, cerita ini lebih banyak berfokus pada perjuangan manusia dalam mengejar impian, menghadapi kegagalan, dan membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar mereka. Karena itulah, manga ini tidak hanya menarik bagi penggemar cerita fiksi ilmiah, tetapi juga bagi pembaca yang menyukai kisah kehidupan yang dekat dengan realitas.

Prestasi Space Brothers juga mendapat pengakuan luas dari industri manga Jepang. Pada tahun 2011, karya ini berhasil memenangkan dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Shogakukan Manga Award kategori umum dan Kodansha Manga Award kategori umum. Raihan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu manga terbaik pada masanya.

Popularitasnya kemudian meluas ke berbagai media. Adaptasi anime televisi ditayangkan dari 2012 hingga 2014 dan berhasil memperkenalkan kisah Mutta dan Hibito kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, versi film live-action yang dirilis pada 2012 juga menuai perhatian besar dengan menghadirkan aktor terkenal Shun Oguri dan Masaki Okada sebagai pemeran utama.

Bersamaan dengan berakhirnya serial ini, Chuya Koyama turut membagikan pandangannya mengenai masa depan. Dalam wawancara khusus yang diterbitkan untuk memperingati tamatnya Space Brothers, ia menyarankan para pembaca untuk kembali membaca beberapa volume terakhir secara berurutan setelah Volume 46 dirilis agar dapat merasakan pengalaman yang lebih mendalam.

Koyama juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mengeksplorasi genre lain pada karya berikutnya. Ia menyebut horor dan misteri sebagai beberapa tema yang ingin dicoba. Namun, setelah mengerjakan Space Brothers selama hampir 19 tahun, ia berencana membuat karya dengan durasi yang lebih pendek, sekitar satu hingga lima volume, dengan akhir cerita yang telah dirancang sejak awal.

Berakhirnya Space Brothers menandai penutupan salah satu perjalanan manga paling berkesan dalam dua dekade terakhir. Meski kisah Mutta dan Hibito telah selesai, pesan tentang keberanian untuk bermimpi dan pantang menyerah yang diwariskan manga ini kemungkinan akan terus menginspirasi pembaca di seluruh dunia selama bertahun-tahun mendatang.