Ada kisah pembuatan film horor low-budget tentang Bigfoot lho, tapi semua prosesnya salah, benar-benar salah. Mulai dari aktor yang salah orang, dana produksi yang nyaris mustahil, kru yang nggak kompeten, lokasi syuting yang berhantu, sampai dengan skenario yang makin lama makin nggak masuk akal.
Nah, semua kekacauan itu dirangkum dengan gaya kocak dalam Film Found Footage: The Making of the Patterson Project, sebuah mockumentary horor-komedi yang jadi sindiran tapi penuh kasih untuk genre found footage yang pernah berjaya dalam perfilman.
Sekilas tentang Film Found Footage: The Making of the Patterson Project
Disutradarai Max Tzannes dan ditulis bersama David San Miguel, film yang tayang sejak Juni 2025, menyuguhkan perjalanan absurd seorang sutradara pemula bernama Chase (diperankan Brennan Keel Cook) yang sangat ambisius.
Chase punya impian besar buat jadi terkenal seperti duo Radio Silence (filmmaker di balik dua film ‘Scream’ dan ‘Abigail’. Namun, dengan modal pas-pasan dan kru seadanya. Dan proyek film found footage tentang Bigfoot yang dia rancang malah berubah jadi horor yang sesungguhnya di balik layar.
Horor macam apa tuh? Tonton sendiri, deh!
Impresi Selepas Nonton Film Found Footage: The Making of the Patterson Project
‘Patterson Project’ tuh, sebenarnya adalah film dalam film ini. Sebuah proyek fiksi yang digarap Chase, dan sepanjang film aku diajak melihat bagaimana proses syutingnya yang benar-benar kacau.
Cast utamanya? Bukan Daniel Radcliffe, tapi seorang aktor bernama Danielle Radcliffe (yep, bukan typo, diperankan Rachel Alig). Investor utama mereka? Seorang pedagang furnitur yang eksentrik. Bahkan untuk menutup anggaran, mereka membohongi seorang nenek kaya raya kalau Aktor Alan Rickman (yang sudah wafat) akan ikut main. Gila? Jelas. Dan itu sangat lucu lho.
Jelas ya? Nggak ada nama besar dalam daftar pemain. Di sini, Brennan Keel Cook tampil kocak dan menyedihkan sebagai Chase, si sutradara yang punya kepercayaan diri tinggi tapi kemampuannya minim. Lalu ada Erika Vetter sebagai Natalie, asisten sutradara sekaligus pacar Chase yang makin lama makin frustrasi dengan kondisi syuting dan pacarnya yang clueless.
Hubungan antar karakter, mulai dari friksi profesional hingga romansa yang memanas di lokasi syuting, tambah bikin menarik di tengah humor slapstick-nya lho. Apalagi saat karakter Natalie mulai melirik sang produser, Mitchell (Chen Tang) yang tenang dan kompeten. Ups.
Kekacauan itu belum semua lho. Kostum Bigfoot-nya terlalu mirip sama kulit skrotum. Lokasi syutingnya di sebuah kabin timeshare rupanya berhantu, dan mereka harus bertahan di tengah musim berburu yang nyaris jadi tragedi berdarah. Di tengah kekacauan itu semua, kamera terus merekam. Karena, well, show must go on!
Lebih dalam lagi, yang kusuka tuh terkait bagaimana film ini memadukan genre dengan sangat cair. Film ini mockumentary, tapi juga berubah perlahan jadi horor sungguhan, seiring kondisi di lokasi semakin mengerikan. Ada juga subplot berupa kru dokumenter asal Prancis yang merekam proses syuting ini, yang membuat diriku seolah-olah melihat banyak lapisan sekaligus (dokumenter, fiksi, dan kenyataan yang absurd).
Meskipun sisi horornya terasa lebih ‘cheesy’ dan nggak terlalu menakutkan, sisi komedinya justru lumayan tajam, misalnya, saat mengolok-olok dunia perfilman indie yang serba idealis tapi miskin dana dan pengalaman.
Sayangnya, nggak semua jokes mendarat sempurna. Seperti film komedi pada umumnya, nggak semua lelucon berhasil mengundang tawa. Ada momen di mana humornya muncul terlalu dini, atau terlalu sering, hingga merusak tensi adegan yang seharusnya lebih menegangkan. Bagian awal film juga terasa agak lambat, dengan terlalu banyak eksposisi sebelum syuting fiktifnya dimulai.
Namun begitu kamera mulai bergulir, dan kekacauan mulai meletup satu per satu, ‘Found Footage: The Making of the Patterson Project’ berubah jadi sajian satire yang cukup menghibur.
Ada pun rating pribadi untuk film Found Footage: 3,6/5
Nah, kalau Sobat Yoursay lagi mencari tontonan segar yang lucu, unik, dan sedikit absurd, film Found Footage: The Making of the Patterson Project bisa masuk watchlist-mu. Selamat nonton, ya.
Baca Juga
-
Nonton Tunggu Aku Sukses Nanti: Relatable Sih, tapi Kok Kayak Takut Terlalu Jujur
-
Paul McCartney: Man on the Run, Dokumenter yang Terlalu Menjaga Citra Idol
-
Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah
-
Film Peaky Blinders: The Immortal Man, Lebih Personal Kendati Melelahkan
-
Na Willa, Film yang Berhasil Bikin Orang Dewasa Merasa Jadi Anak Kecil Lagi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kisah Jessica dan Yusuf yang Awkward di Film Taaruf Enak Kali Ya?
-
Review Serial Rooster: Komedi Hangat Steve Carell di Kampus Liberal Arts
-
Kebrutalan Era Dinasti Joseon 1506 di Novel A Crane Among Wolves
-
Review Dear X: Senyum Manis Seorang Aktris dengan Sisi Gelap Mematikan
-
Review Novel Kami (Bukan) Fakir Asmara: Tutorial Jadi Badut Hubungan yang Tetap Elegan
Terkini
-
Bye-Bye Kemerahan! 4 Moisturizer Gel Allantoin di Bawah 50 Ribu untuk Kulit Berminyak
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
-
Harga Emas Turun Lagi, Harus Panik atau Santai Saja?
-
Standar Sosial dan Keterbatasan: Benarkah Uang Membatasi Cara Kita Bahagia?
-
Ulasan Novel Kerumunan Terakhir, Pudarnya Batas Realitas Kehidupan