Jika perjalanan ke Arab Saudi identik dengan ibadah dan sejarah spiritual, maka Taif menawarkan sisi lain yang menyegarkan: wisata alam pegunungan yang sejuk dan memanjakan mata. Salah satu destinasi paling populer di kota ini adalah Hada Cable Car atau dikenal sebagai Teleferik Taif.
Kalau jamaah Indonesia sendiri lebih sering menyebutnya sebagai Kereta Gantung Thaif. Sebuah wahana kereta gantung yang membentang megah di Pegunungan Al-Hada.
Bagi jamaah haji dan umrah yang singgah di Mekkah, berkunjung ke Taif dan menaiki teleferik ini hampir menjadi agenda yang tak boleh dilewatkan.
Harga Tiket, Rute, dan Teknis Perjalanan
- Dewasa (PP): sekitar 80–100 Riyal Saudi (SAR)
- Anak-anak: sekitar 50–60 SAR
Harga dinilai sepadan dengan pengalaman dan panorama yang didapat. Perjalanan pulang-pergi dengan kereta gantung ini memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit, tergantung kondisi dan kepadatan pengunjung.
Untuk menikmati pengalaman ini, pengunjung perlu menyiapkan biaya sekitar 80–100 Riyal Saudi (SAR) untuk dewasa, atau sekitar Rp323 ribu hingga Rp403 ribu.
Sementara anak-anak dikenakan tarif sekitar 50–60 SAR. Dengan pemandangan dan pengalaman yang ditawarkan, banyak jamaah menilai harga tersebut sangat sepadan.
- Panjang lintasan: ± 4,2–4,5 kilometer
- Durasi perjalanan pulang-pergi: ± 30–40 menit
- Kapasitas kabin: 6–8 orang per kereta gantung
- Kecepatan rendah, aman, dan nyaman untuk semua usia
Hada Cable Car terletak di Kota Taif, Arab Saudi, dan menghubungkan puncak Pegunungan Al-Hada dengan Desa Wisata Al-Kar (Alcar Tourist Village) yang berada di bawah.
Rute kereta gantung ini membentang sepanjang sekitar hampir 5 kilometer. Menjadikannya salah satu perjalanan teleferik terpanjang dan paling mengesankan di kawasan tersebut.
Mengapa Wajib Dikunjungi Jamaah?
Kereta bergerak menurun menukik melewati pegunungan cadas. Dari dalam kereta gantung kamu bisa melihat pemandangan:
- Hamparan pegunungan berbatu sejauh mata memandang
- Jalan Al-Hada yang berkelok tajam terlihat jelas dari atas
- Udara pegunungan yang sejuk, bahkan di musim panas
- Memberikan sensasi “melihat Taif dari ketinggian”
Sepanjang lintasan, pengunjung disuguhi panorama pegunungan cadas yang dramatis, lembah curam, serta jalanan Al-Hada yang berkelok-kelok indah jika dilihat dari ketinggian.
Satu kabin kereta gantung dapat menampung enam hingga delapan orang, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga atau rombongan jamaah. Begitu pintu kabin tertutup dan kereta mulai bergerak, pengalaman luar biasa pun dimulai.
Kereta akan melaju perlahan dan menukik menuruni lereng pegunungan dengan kecepatan rendah, memberi waktu yang cukup bagi penumpang untuk menikmati pemandangan. Dari kejauhan, terlihat hamparan pegunungan berbatu sejauh mata memandang, menghadirkan sensasi sejuk dan tenang yang kontras dengan panasnya kota-kota di dataran rendah Arab Saudi.
Jika pandangan diarahkan tepat ke bawah, pengunjung dapat menyaksikan jalan Al-Hada yang terkenal dengan tikungan tajamnya, membentang panjang di antara tebing-tebing pegunungan.
Pemandangan ini menjadi salah satu momen favorit untuk diabadikan, karena memberikan sudut pandang unik yang jarang ditemui di tempat lain. Tak heran jika Hada Cable Car kerap disebut sebagai pengalaman “melihat Taif dari langit”.
Fasilitas di Desa Wisata Al-Kar (Stasiun Bawah)
Keistimewaan Hada Cable Car tidak berhenti di perjalanan udara saja. Di stasiun bawah, tepatnya di Desa Wisata Al-Kar, tersedia berbagai fasilitas hiburan dan rekreasi. Mulai dari:
- Restoran dan kafe
- Pertokoan dan suvenir
- Wahana hiburan: Taman air, Ski musim panas, Paintball, Laser tag, dan Area permainan keluarga
Jamaah yang ingin beristirahat sejenak atau menikmati fasilitas ini dapat memberi tahu petugas untuk turun dan rehat di Desa Al-Kar sebelum kembali ke puncak.
Dengan udara pegunungan yang sejuk bahkan di musim panas. Serta panorama alam yang menenangkan, Hada Cable Car menjadi pilihan ideal untuk relaksasi setelah rangkaian ibadah yang padat.
Maka, jika sedang berada di Mekkah, menyempatkan diri ke Taif dan mencoba Teleferik Al-Hada bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman menyeluruh yang menyegarkan tubuh, mata, dan pikiran.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Bukan 350 Tahun Dijajah: Membongkar Mitos Besar dalam Sejarah Indonesia
-
Ketika Seorang Pastor Jatuh Cinta: Daya Pikat Hilda Hurricane
-
Di Balik Kesuksesan The Glory: Potret Kelam Korban Bullying
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
Artikel Terkait
-
Mengunjungi Thaif: Napak Tilas Spiritualitas Rasulullah di Kota di Atas Awan
-
Jamaah Bukan Sekadar Peserta, Mengapa Pendekatan Humanis Dibutuhkan Saat Umrah dan Haji?
-
Jejak Karier Bupati Aceh Selatan, Pilih Umrah saat Wilayahnya Habis Diterjang Bencana
-
Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Terbuka, Ngaku Ganggu Stabilitas Nasional Pasca Umrah Saat Bencana
-
Harta Kekayaan Mirwan MS Jadi Sorotan, Imbas Bupati Aceh Umrah di Tengah Bencana
Ulasan
-
Suka Kusuriya no Hitorigoto? Wajib Nonton Raven of the Inner Palace!
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Mengenal Dimensi Liminal, Sumber Teror Utama Film Backrooms
-
Metamorfosis Karya Franz Kafka: Ketika Cinta Berubah Jadi Keterasingan
Terkini
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Anime ONE PIECE HEROINES Ungkap Lagu Tema oleh AiNA THE END, Tayang 5 Juli
-
Samsung Galaxy M47 5G Coming Soon: Snapdragon Baru, Kamera OIS, dan Baterai Jumbo
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam