Novel Hujan merupakan salah satu karya populer dari penulis Indonesia Tere Liye yang memadukan unsur romansa, fiksi ilmiah ringan, dan drama kemanusiaan. Diterbitkan pertama kali pada 2016, novel ini menarik perhatian pembaca karena menghadirkan kisah cinta yang berbeda dari tren novel romantis pada masa itu.
Jika banyak novel populer menampilkan kisah CEO dan asistennya, Hujan justru menawarkan cerita yang lebih heroik dan reflektif dengan latar masa depan.
Karakter yang ikonik di novel ini adalah Soke Bahtera, seorang ilmuwan jenius yang memiliki kepribadian unik. Tokoh-tokoh jenius seperti ini memang sering muncul dalam karya Tere Liye, memberikan nuansa intelektual sekaligus dramatis dalam cerita.
Sinopsis Novel
Cerita dibuka dengan suasana yang misterius. Bab pertama menggambarkan sebuah ruangan putih berukuran 4x4 meter yang dilengkapi teknologi canggih. Di ruangan ini, Lail dan Elijah terlibat percakapan yang menjadi pintu masuk bagi alur cerita. Dari percakapan tersebut, pembaca kemudian dibawa mundur delapan tahun ke masa lalu, memulai rangkaian kilas balik yang membentuk inti cerita.
Pada bab kedua, pembaca dibawa ke tanggal 21 Mei 2042. Hari itu dunia merayakan kelahiran bayi manusia ke-sepuluh miliar. Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Sebuah bencana besar terjadi ketika gunung purba meletus dengan kekuatan luar biasa, menimbulkan kehancuran besar dan merenggut banyak nyawa.
Peristiwa inilah yang mempertemukan dua tokoh utama: Lail dan Esok. Dalam situasi kacau setelah bencana, mereka bertahan hidup bersama di pengungsian. Dari pertemuan yang sederhana itu, hubungan mereka perlahan berkembang.
Latar bencana ini menjadi titik awal konflik besar dalam novel. Selain menggambarkan kehancuran alam, penulis juga menyinggung sikap manusia modern yang sering kali apatis terhadap peringatan ilmuwan. Tokoh yang disebut sebagai “profesor yang terlalu jujur” dalam cerita seolah menjadi kritik sosial terhadap masyarakat yang kerap mengabaikan ancaman lingkungan.
Salah satu ciri khas novel ini adalah penggunaan alur maju dan mundur. Hampir setiap bab membawa pembaca berpindah antara masa kini dan masa lalu. Teknik ini membuat cerita terasa penuh misteri sekaligus mendorong rasa penasaran pembaca.
Konflik utama dalam cerita berkaitan dengan keputusan Lail untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Pilihan tersebut menjadi pertanyaan besar yang perlahan dijawab melalui kilas balik perjalanan hidup mereka. Mulai dari masa pengungsian, pendidikan, hingga masa dewasa ketika keduanya memiliki peran penting dalam masyarakat.
Selain kisah cinta, novel ini juga menonjolkan tema persahabatan. Hubungan Lail dengan sahabatnya, Maryam, menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam cerita. Persahabatan mereka digambarkan penuh kehangatan, saling mendukung dalam situasi sulit, dan menghadirkan momen emosional yang kuat bagi pembaca.
Kelebihan dan Kekurangan
Novel ini juga menghadirkan gambaran teknologi masa depan, terutama sekitar tahun 2050. Berbagai alat canggih digambarkan dalam cerita, mulai dari perangkat medis hingga teknologi transportasi. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci bagaimana teknologi tersebut dibuat, keberadaannya tetap memberi warna futuristik pada cerita.
Menariknya, beberapa ide teknologi dalam novel terasa semakin dekat dengan kenyataan saat ini. Misalnya konsep mobil terbang yang dulu hanya dianggap imajinasi kini mulai dikembangkan di beberapa negara. Hal ini membuat pembaca merasa bahwa masa depan yang digambarkan dalam novel mungkin tidak terlalu jauh dari realitas.
Pertama dirilis pada tahun 2016, novel Hujan terasa seperti angin segar di antara jajaran novel romance remaja bertemakan tawuran dan balap liar. Kisah cintanya tidak sekadar romantis, tetapi juga heroik dan penuh pengorbanan. Hubungan Lail dan Esok berkembang dalam situasi ekstrem, membuat emosi dalam cerita terasa lebih mendalam.
Meski begitu, Hujan mungkin bukan karya terbaik Tere Liye. Novel ini merupakan salah satu dari koleksi kisah romansa ringan Tere Liye seperti Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan Sunset with Rosie.
Namun dalam genre romansa yang berpadu dengan fiksi ilmiah ringan, Hujan tetap menjadi salah satu pilihan menarik. Dengan karakter yang kuat, alur cerita yang dinamis, serta tema tentang kehilangan dan ingatan, novel ini mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya.
Identitas Buku
- Judul: Hujan
- Penulis: Tere Liye
- Penerbit: Sabak Grip Nusantara
- Cetakan: Cetakan ke-18, Januari 2024
- ISBN: 9786239987879
- Tebal: 320 halaman
- Genre: Fiksi Ilmiah (Sci-Fi) / Romansa
Baca Juga
-
Mencari Lailatul Qadar: Malam Ganjil Versi Muhammadiyah atau Pemerintah?
-
Kata Siapa Mayoritas Artinya Selalu Benar? Membaca Buku Musuh Masyarakat
-
Realitas Sosial Jalan Muharto: Wajah Lain Malang yang Jarang Terlihat
-
Praktik Hukum yang Kian Rapuh di Novel Sui Generis
-
Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya
Artikel Terkait
-
Jalani Hari dengan Tenang dalam Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan
-
Praktik Hukum yang Kian Rapuh di Novel Sui Generis
-
Kata Siapa Mayoritas Artinya Selalu Benar? Membaca Buku Musuh Masyarakat
-
Mencari Keseimbangan dalam Beragama Lewat Buku Islam Desa dan Islam Kota
-
Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda: Ketika Tawa Menyembunyikan Luka
Ulasan
-
Book's Kitchen: Refleksi Hidup di Tengah Dunia Kerja yang Menyandera Hidup
-
Review Novel Here We Are: Kisah Persahabatan yang Diuji oleh Luka Kehidupan
-
Wisata Alam di Kawah Gunung Kelud: Menikmati Puncak Tanpa Pendakian Berat
-
Mencari Keseimbangan dalam Beragama Lewat Buku Islam Desa dan Islam Kota
-
Jalani Hari dengan Tenang dalam Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan
Terkini
-
BBM Aman 20 Hari ke Depan, Yakin Nggak Panik saat Mudik Nanti?
-
Bukber Alumni Perkuliahan dan Politik Jaringan Sosial
-
Huawei Mate X7 Datang, Apakah Siap Jadi Raja HP Lipat?
-
Mencari Lailatul Qadar: Malam Ganjil Versi Muhammadiyah atau Pemerintah?
-
Hentikan Gengsi! Begini Cara Kelola Arisan Biar Tetap Cuan di Bulan Suci