Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
ILY (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Novel ILY karya Tere Liye menjadi buku ke-15 dalam serial Bumi. Sebuah perjalanan panjang yang kini terasa semakin matang, sekaligus semakin emosional.

Judul ini dari awal membuat pembaca menebak-nebak. Ily manakah yang dibahas? Ily teman lama mereka atau Ily si benda oval terbang yang menemani perjalanan mereka selama ini? 

Jika buku-buku sebelumnya menawarkan petualangan seru dan eksplorasi dunia paralel, maka ILY terasa seperti titik persimpangan: tempat di mana karakter tidak hanya bertarung melawan musuh, tapi juga melawan diri sendiri.

Sinopsis Novel

Cerita masih berlanjut dari sudut pandang Seli, yang kali ini benar-benar menjadi pusat narasi. Perpindahan POV dari Raib ke Seli menghadirkan nuansa berbeda.

Jika Raib sering membawa ketenangan dan pertimbangan, Seli hadir dengan emosi yang lebih terbuka. Lebih jujur, lebih impulsif, dan dalam beberapa momen, lebih rapuh. Hal ini membuat cerita terasa lebih personal, seolah pembaca diajak masuk langsung ke dalam konflik batin seorang remaja yang sedang tumbuh.

Petualangan mereka di Klan Matahari Minor semakin genting. Setelah kehilangan kendaraan akibat ulah Cho dan Cha, perjalanan Raib dan Seli menjadi lebih berat. Mereka harus mengandalkan kemampuan masing-masing, teleportasi milik Raib dan kekuatan kinetik Seli untuk terus bergerak menuju tujuan yang belum sepenuhnya jelas.

Ketegangan semakin meningkat ketika sosok Ily muncul, membawa konflik yang tidak hanya fisik tetapi juga emosional. Di sisi lain, Seli terus dihantui mimpi buruk tentang Raja Hutan Gelap. Mimpi yang perlahan berubah menjadi petunjuk penting. Dari sanalah ia mulai memahami bahwa pertarungan yang akan datang bukan sekadar soal kekuatan, tetapi juga soal pilihan.

Dan di sinilah ILY terasa berbeda.

Novel ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang keputusan yang harus diambil ketika semua pilihan terasa salah. Salah satu konflik paling kuat muncul ketika Seli dihadapkan pada dilema: menyelamatkan sahabatnya atau seseorang yang sangat berarti bagi sahabatnya. Sebuah situasi yang tidak memiliki jawaban benar-benar “benar”.

Kelebihan dan Kekurangan

Tere Liye dengan cermat membangun tensi emosional ini. Alurnya terasa seperti rollercoaster. Pembaca bisa merasa marah, sedih, kesal, bahkan terhibur dalam satu rangkaian cerita yang sama. Sensasi “nano-nano” ini justru menjadi kekuatan utama novel.

Meski demikian, tidak semua bagian terasa sempurna. Beberapa adegan pertarungan mungkin terasa repetitif atau kurang menggigit, terutama karena absennya Ali yang biasanya menjadi penyegar dengan kecerdikan dan humor khasnya. Namun, kekurangan ini cukup tertutupi oleh dialog-dialog yang ringan dan celetukan antar tokoh yang tetap menghidupkan suasana.

Kehadiran karakter baru juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pembaca yang mengikuti buku Si Putih. Ada kejutan-kejutan kecil yang membuat cerita terasa terhubung satu sama lain, memperkuat semesta yang telah dibangun sejak awal seri.

Dari sisi tema, ILY menyampaikan pesan yang cukup dalam. Tentang pentingnya kejujuran dalam persahabatan, tentang bahaya egoisme, dan tentang prasangka yang bisa merusak hubungan. Novel ini juga menegaskan bahwa dalam hidup, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara instan. Ada konsekuensi yang harus dihadapi, dan terkadang harga yang dibayar tidaklah murah.

Menariknya, judul ILY bukan hanya tentang “I Love You” dalam arti sederhana, tetapi juga tentang bagaimana cinta, persahabatan, dan pengorbanan saling berkelindan dalam situasi yang rumit.

Menjelang akhir, cerita mencapai klimaks yang cukup kuat, meskipun ditutup dengan rasa menggantung. Bukan tanpa alasan, tetapi sebagai cara untuk menjaga rasa penasaran pembaca terhadap kelanjutan kisah berikutnya.

ILY bukan sekadar lanjutan petualangan. Ia adalah fase pendewasaan. Tentang bagaimana Raib dan Seli belajar bahwa menjadi pahlawan bukan hanya soal keberanian, tapi juga tentang kesiapan menerima konsekuensi dari pilihan yang diambil.

Dan setelah semua yang terjadi, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah persahabatan mereka akan tetap utuh, atau justru berubah selamanya?

Identitas Buku

  • Judul: ILY
  • Penulis: Tere Liye
  • Penerbit: PT. Sabak Grip Nusantara
  • Tanggal Terbit: 19 November 2023
  • Tebal: 400 halaman
  • Genre: Fiksi, Fantasi, Petualangan
  • Serial: Bumi #15