Tren motor listrik kembali dilirik di tengah isu kenaikan harga BBM global yang disebut-sebut berdampak di berbagai negara. Kondisi ini membuat alternatif kendaraan listrik mulai dianggap lebih relevan.
Seorang modifikator, Atenx Katros, memperlihatkan proyek lamanya berupa Yamaha Mio lawas yang telah dikonversi menjadi motor listrik. Motor ini awalnya hanya proyek iseng beberapa tahun lalu, namun kini kembali disorot.
Motor tersebut menggunakan sistem penggerak listrik tipe mid-drive, di mana dinamo ditempatkan di bagian tengah menggantikan mesin konvensional. Tenaga kemudian disalurkan ke roda belakang menggunakan rantai.
Untuk sektor baterai, motor ini dibekali dua pack baterai berukuran besar yang ditempatkan di bagian tengah bodi. Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 150 kilometer dalam mode kecepatan rendah.
Sementara untuk performa, motor ini disebut mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 140 km/jam. Namun, kecepatan tersebut belum pernah diuji secara penuh oleh Atenx Katros.
Ia mengaku hanya pernah mencoba kecepatan di kisaran 80 hingga 90 km/jam yang sudah terasa sangat kencang. Kecepatan tersebut juga disebut merupakan angka aktual tanpa toleransi seperti pada speedometer motor konvensional.
Di bagian kaki-kaki, motor ini telah mengalami sejumlah ubahan termasuk penggunaan swing arm dari Yamaha Scorpio. Velg yang digunakan memiliki lebar hingga 4,5 inci dengan ban belakang berukuran 140/70 ring 14.
Sistem pengereman telah ditingkatkan dengan penggunaan cakram di roda depan dan belakang. Suspensi juga diganti dengan produk aftermarket untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas.
Motor ini dilengkapi tiga mode kecepatan yang dapat diatur melalui tombol di setang. Mode tersebut memungkinkan pengendara memilih karakter tenaga sesuai kebutuhan.
Untuk pencahayaan, seluruh lampu telah menggunakan LED termasuk tambahan lampu pada bagian dek tengah. Panel instrumen juga diganti dengan sistem digital bawaan paket motor listrik.
Menariknya, motor ini menghasilkan suara desing khas yang menyerupai mesin jet. Suara tersebut berasal dari sistem rantai yang digunakan dalam penyaluran tenaga.
Biaya terbesar dalam proyek ini berasal dari komponen utama seperti baterai, dinamo, dan controller. Tiga komponen tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp40 jutaan.
Melansir kanal YouTube Atenx Katros pada Selasa (5/5/2026), secara keseluruhan, biaya pembangunan motor listrik ini disebut setara dengan harga mobil tua.
“Ini Mio gua bangun kalau dihitung-hitung habis budgetnya itu udah setara sama mobil tua,” kata Atenx.
Motor listrik berbasis Mio tersebut saat ini belum digunakan secara aktif. Atenx Katros menyebut masih akan melakukan perapian sebelum kemungkinan diuji di jalan raya.
Baca Juga
-
Harga Turun Rp1 Juta! Samsung Galaxy A57 Makin Worth It Dibeli Sekarang?
-
Met Gala 2026: Mengulik Sejarah dan Tema "Costume Art" Tahun Ini
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Cari Tablet untuk Anak? Honor Pad X8b Bisa Atur Screen Time & Tahan Banting
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
Artikel Terkait
Hobi
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
Terkini
-
4 HP yang Punya Desain Mirip iPhone 17 Pro: Harga Murah, Spek Gahar
-
Harga Turun Rp1 Juta! Samsung Galaxy A57 Makin Worth It Dibeli Sekarang?
-
5 Hair Mask Melembapkan untuk Rambut Kering, Anti Kusut dan Mudah Diatur!
-
Batas Tipis Antara Kedekatan dan Pelampiasan: Kapan Orang Tua Harus Berhenti Curhat pada Anak?
-
Dress hingga Kemeja, Ini 4 Ide OOTD Monokrom ala Park Bo Young yang Chic