M. Reza Sulaiman | Athar Farha
Poster Film Tak Kenal Maka Taaruf (IMDb)
Athar Farha

Di tengah gempuran film romansa yang sering terjebak pada drama patah hati dan kisah cinta instan, muncullah film lokal yang tampil berbeda. Tak Kenal Maka Taaruf, film drama religi terbaru garapan Toma Margens, hadir dengan pesan yang lembut: bahwa cinta bisa menjadi obat, asal dijalani dengan cara yang benar dan penuh keimanan.

Film yang diproduksi Yahwa Titi Mangsa ini diadaptasi dari novel populer karya Mim Yudiarto, yang juga ikut jadi produser. Ceritanya mengalir dengan kehangatan spiritual, menghadirkan keseimbangan antara kisah cinta, nilai-nilai Islam, dan realita sosial anak muda zaman sekarang.

Film ini resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 13 November 2025, dan menjadi salah satu film religi yang paling ditunggu menjelang akhir tahun, lho. Penasaran dengan kisahnya? Sini deh kepoin bareng!

Sinopsis Film Tak Kenal Maka Taaruf

Tokoh utamanya, Zoya (Saskia Chadwick), mahasiswi kedokteran yang cerdas, santun, dan sangat menjaga prinsipnya. Dia nggak mau pacaran sebelum menikah. Namun, di balik keteguhan itu, Zoya punya trauma lama. Dia menderita philophobia, ketakutan untuk jatuh cinta, akibat menyaksikan kisah gagal cinta kakak-kakaknya, Khalid (Maghara Adipura) dan Asma (Ghina Salsabiela).

Hidup Zoya berubah ketika dia berjumpa dengan Faris (Fadi Alaydrus), mahasiswa Teknik Kelautan yang supel, sedikit berisik, tapi berhati lembut. Dia vokalis band kampus sekaligus ‘tetangga masjid’ yang sering mengganggu ketenangan Zoya lewat deru motor tuanya.

Dari interaksi yang awalnya menyebalkan, tumbuhlah benih perasaan yang nggak terduga. Salah satunya, proses taaruf sebagai jembatan mereka menuju cinta yang halal.

Namun, kisah ini nggak hanya tentang mereka. Hadirlah Cleopatra (Cleo) (diperankan Dinda Mahira), sahabat Zoya yang ceria dan spontan, tapi diam-diam menyimpan rasa pada Faris. Konflik pun tercipta, menciptakan segitiga cinta yang nggak sebatas drama klise, melainkan gambaran tentang bagaimana menjaga hati di era serba cepat dan penuh godaan.

Ugh, menarik banget, ya? Lalu bagaimana dengan impresi selepas nonton filmnya? Sobat Yoursay yang penasaran, lanjut baca sampai akhir, ya!

Review Film Tak Kenal Maka Taaruf

Salah satu keunggulan film Tak Kenal Maka Taaruf adalah bagaimana unsur religiusnya nggak terasa menggurui. Adegan salat berjemaah, diskusi ringan di masjid kampus, hingga percakapan tentang takdir dan rida Allah, semua mengalir alami.

Aku nggak merasa sedang diberi ceramah, melainkan diajak melihat bahwa nilai-nilai Islam bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari anak muda tanpa kehilangan semangat modernitas.

Film ini ingin menunjukkan, taaruf bukan sesuatu yang kuno, melainkan cara bermartabat untuk merencanakan masa depan yang diridhai Allah.

Secara visual, film ini memanjakan mata. Sinematografi yang cerah, nuansa kampus yang hijau, dan pencahayaan lembut di masjid kampus memberi kesan damai dan hangat. Penata kamera mampu menangkap keseharian mahasiswa dengan cara yang ringan tapi estetik.

Saskia Chadwick menampilkan sosok Zoya dengan tegar tapi rapuh di saat yang sama. Chemistry-nya dengan Fadi Alaydrus terasa natural dan nggak dibuat-buat. Beberapa momen diam di antara keduanya justru berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Tak Kenal Maka Taaruf bagiku bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan; kisah cinta yang membumi, dibungkus dalam narasi yang manis dan penuh makna. Film ini berhasil menampilkan taaruf bukan sebagai ritual kaku, tapi sebagai perjalanan spiritual yang menyenangkan, penuh tawa, air mata, dan harapan. Salut deh!

Dengan nilai moral yang kuat, film Tak Kenal Maka Taaruf sangat layak Sobat Yoursay tonton. Selamat nonton, ya.