The Super Mario Galaxy Movie adalah film animasi petualangan komedi yang dirilis pada bulan April 2026 oleh Illumination dan Nintendo, didistribusikan oleh Universal Pictures. Film ini merupakan sekuel langsung dari The Super Mario Bros. Movie (2023) yang sukses besar meraup lebih dari 1,3 miliar dolar AS di seluruh dunia.
Kali ini, sutradara Aaron Horvath dan Michael Jelenic kembali mengarahkan, dengan skenario Matthew Fogel. Durasi film 98 menit, bergenre PG, dan tayang dalam format 2D, 3D, serta IMAX di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari ini, 1 April 2026.
Petualangan Menuju Luar Angkasa
Film ini mengadaptasi dunia Super Mario Galaxy (2007) dan sekuelnya (2010) ke layar lebar dengan sentuhan modern. Cerita berfokus pada Mario, Luigi, Princess Peach, dan Toad yang meninggalkan Mushroom Kingdom untuk menjelajahi luar angkasa. Mereka bertemu Yoshi, mendekatkan diri dengan Rosalina—putri luar angkasa yang menjadi ibu angkat bagi Luma—dan menghadapi ancaman Bowser beserta putranya, Bowser Jr., yang ingin menguasai galaksi menggunakan kekuatan Rosalina.
Plotnya penuh aksi cepat, melibatkan gravitasi planet aneh, black hole, dan dunia kosmik yang ikonik dari game aslinya. Film ini berhasil menangkap esensi galaxy-hopping yang membuat game tersebut legendaris, sambil menyisipkan elemen crossover mengejutkan seperti Fox McCloud dari seri Star Fox.
Review Film The Super Mario Galaxy Movie
Dari segi dubbing suara, ensemble cast kembali solid. Chris Pratt sebagai Mario masih membawa energi Brooklyn yang hangat dan heroik, meski aksennya tetap jadi bahan lelucon ringan. Anya Taylor-Joy sebagai Princess Peach semakin kuat dan berani, tidak lagi sekadar damsel in distress. Charlie Day sebagai Luigi tetap mencuri perhatian dengan kecanggungan lucunya, sementara Jack Black sebagai Bowser menghadirkan kegilaan rock-star yang khas. Keegan-Michael Key sebagai Toad tetap energik. Pendatang baru menyegarkan: Donald Glover memberikan suara Yoshi yang imut namun penuh kepribadian, Brie Larson sebagai Rosalina terasa misterius dan maternal, Benny Safdie sebagai Bowser Jr. yang nakal, serta Glen Powell yang mencuri adegan sebagai Fox McCloud dengan aksi jet-pilot yang epik. Juliet Jelenic dan Ed Skudder juga memberikan warna unik sebagai Lumalee dan R.O.B.
Visual animasi oleh Illumination Studios Paris menjadi kekuatan utama film ini. Warna-warni galaksi yang cerah, efek gravitasi yang inovatif, dan desain planet-planet seperti Honeyhive Galaxy atau Gateway Galaxy terasa hidup di layar lebar. Adegan action di luar angkasa penuh imajinasi, dengan kamera yang dinamis dan detail yang memukau—dari bintang-bintang yang berkilau hingga ledakan kosmik. Musik Brian Tyler, yang mengaransemen tema klasik Super Mario Galaxy seperti Rosalina’s Observatory dan Gusty Garden Galaxy dengan orkestra 70 personel, berhasil membangkitkan nostalgia sekaligus emosi baru. Soundtrack-nya epik, menghibur, dan pas dengan ritme film yang tak pernah melambat.
Namun, bukan berarti film ini sempurna, ya. Kurasa naskahnya masih menjadi titik lemah utama. Visual animasinya memang sangat memukau dan pastinya akan sangat menghibur bagi anak-anak, tapi sayangnya ceritanya kurang ambisius. Beberapa subplot karakter terasa kurang tergarap dengan baik, ending-nya terlalu mendadak, serta elemen crossover seperti Fox McCloud belum dimanfaatkan secara maksimal. Film ini terlalu sibuk memamerkan berbagai referensi game sehingga kadang mengorbankan kedalaman emosi antarkarakter. Berbeda dengan film pertama yang lebih kuat pada akar Brooklyn dan hubungan persaudaraan Mario-Luigi, sekuel ini lebih terasa seperti roller-coaster visual yang seru, tapi kurang mendalam dari sisi cerita. Meski demikian, sebagai penggemar berat Mario, sensasi star power dan petualangan kosmiknya tetap berhasil menghiburku, kok. Film ini tetap cocok ditonton bersama keluarga untuk sekadar bersenang-senang.
Secara keseluruhan, The Super Mario Galaxy Movie adalah tontonan yang ringan, penuh warna, dan penuh cinta pada warisan Nintendo. Ia tidak berusaha jadi film animasi revolusioner seperti Pixar, tapi berhasil menghadirkan petualangan kosmik yang menyenangkan. Rating pribadiku: 7,5/10—sangat aku rekomendasikan untuk tontonan anak-anak dan keluarga yang ingin bernostalgia sambil tertawa. Buat yang berusia dewasa dan mencari cerita kompleks mungkin sedikit kecewa, tapi siapa yang bisa menolak Mario melompat antarplanet sambil mengumpulkan Power Star?
Di Indonesia, film ini tayang mulai hari ini, 1 April 2026, secara serentak di jaringan bioskop besar seperti CGV Cinemas, XXI, Cinema 21, Cinépolis, dan bioskop lainnya. Presale tiket sudah dibuka sejak Maret, dan format 3D serta IMAX tersedia di beberapa lokasi. Harga tiket bervariasi mulai Rp35.000–Rp80.000 tergantung hari dan kotamu. Jangan lewatkan kesempatan menonton di layar lebar karena pengalaman galaksi ini jauh lebih memukau daripada di rumah. Bawa keluarga atau teman, siapkan popcorn, dan bersiaplah terpesona oleh keajaiban luar angkasa Mushroom Kingdom!
Dengan budget 110 juta dolar AS, film ini diproyeksikan membuka akhir pekan domestik lebih tinggi dari pendahulunya. Ini adalah hiburan murni yang berhasil menangkap semangat game klasik dalam format modern. The Super Mario Galaxy Movie bukan film terbaik tahun ini, tapi salah satu yang paling menyenangkan untuk dinikmati bersama orang tercinta.
Baca Juga
-
Review Film Batwara 1947: Kisah Haru di Balik Perpecahan Dua Bangsa Besar
-
The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas
-
Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!
-
Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
Artikel Terkait
-
Fantasy Life: Romansa Canggung Orang-orang yang Kehilangan Arah Hidup
-
Relatable Tapi Bikin Sesak: Film Senin Harga Naik Cocok untuk Kamu yang Pusing dengan Tekanan
-
Nonton Tunggu Aku Sukses Nanti: Relatable Sih, tapi Kok Kayak Takut Terlalu Jujur
-
Papa Zola The Movie Bikin Banjir Air Mata: Kisah Nyata Perjuangan Ayah yang Menguras Emosi!
-
Satir Halus Ala Film Si Paling Aktor: Kisah Figuran yang Mengundang Tawa dan Haru
Ulasan
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan
-
Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa
-
Pulang dan Kisah Eksil yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai
-
Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran
-
Review Film Batwara 1947: Kisah Haru di Balik Perpecahan Dua Bangsa Besar
Terkini
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?
-
Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah
-
Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang
-
5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari