Tumbal Proyek, disutradarai oleh JeroPoint (Faisal Reza) dan diproduseri oleh Dheeraj Kalwani melalui Dee Company, merupakan film horor Indonesia terbaru yang tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026. Dengan durasi 106 menit, film ini menggabungkan elemen horor supranatural, misteri, dan drama keluarga yang kuat.
Cerita terinspirasi dari mitos urban tumbal proyek yang beredar luas di masyarakat Indonesia, termasuk rumor seputar pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura.
Kisah Pencarian Ayah di Lokasi Konstruksi Gelap
Tangkapan layar adegan di film Tumbal Proyek (instagram/cinema.21)
Sinopsis film berpusat pada Yuda (Kiesha Alvaro), seorang pemuda yang hidup dengan trauma kehilangan ayahnya, Bayu (Rendy Khrisna). Ayahnya dikabarkan tewas dalam kecelakaan kerja di sebuah proyek pembangunan jembatan raksasa di lokasi terpencil. Tidak puas dengan penjelasan resmi, Yuda bersama adiknya Laras (Callista Arum) dan ibunya Martha (Karina Suwandi) nekat menyusup ke perusahaan konstruksi tersebut.
Mereka berusaha membuktikan bahwa kematian ayahnya bukan sekadar kecelakaan, melainkan bagian dari praktik tumbal manusia demi kelancaran proyek. Selama penyelidikan, mereka terjebak dalam teror gaib yang semakin mencekam, melibatkan penampakan misterius, suara aneh, kecelakaan kerja tragis, dan hilangnya nyawa pekerja yang disebutkan mencapai 21 orang secara total.
Film ini berhasil menghadirkan atmosfer mencekam sejak awal. Latar proyek konstruksi yang gelap, penuh simbol misterius, dan dikelilingi perairan menciptakan rasa klaustrofobia serta ketidakpastian yang efektif. JeroPoint, yang dikenal melalui konten horor viral di media sosial, menunjukkan peningkatan dalam pengelolaan ketegangan. Film tidak hanya mengandalkan jumpscare, meskipun elemen tersebut tetap dominan dan kadang terasa repetitif. Kombinasi dengan gore yang cukup berani serta drama emosional tentang kehilangan membuat Tumbal Proyek lebih dari sekadar film horor konvensional.
Ulasan Film Tumbal Proyek
Tangkapan layar adegan di film Tumbal Proyek (instagram/cinema.21)
Akting para pemeran menjadi salah satu kekuatan utama. Kiesha Alvaro menghadirkan Yuda dengan kedalaman emosional yang meyakinkan. Callista Arum sebagai Laras memberikan nuansa kerapuhan yang kontras dengan keberanian kakaknya. Karina Suwandi mencuri perhatian melalui penampilan totalitasnya, khususnya saat adegan kesurupan. Dukungan dari Fuad Idris sebagai Mbah Tarmo menambah lapisan misteri budaya lokal. Sinematografi dan CGI, terutama yang terkait elemen laut, tergolong memadai untuk standar produksi Indonesia, meski beberapa bagian gore masih terlihat kasar.
Adegan Klimaks yang Membekas
Salah satu adegan yang paling saya ingat adalah bagian klimaks yang memadukan horor visual dengan beban emosional. Adegan mass possession atau kesurupan massal menjadi sorotan utama yang tidak hanya menyeramkan secara visual, tetapi juga melelahkan secara emosional. Suasana syuting yang intens menghasilkan performa autentik yang membuat penonton merasakan ketegangan yang sama. Adegan ini sering disebut disturbing karena menggambarkan hilangnya kendali diri kolektif di tengah lokasi proyek yang gelap.
Adegan lain yang tak kalah membekas adalah penemuan rahasia di balik struktur beton jembatan, di mana elemen gore dan penampakan ruh korban muncul secara mendadak. Suasana malam di lokasi proyek dengan suara angin dan mesin berat yang mendadak berhenti menciptakan ketakutan primal. Film ini berhasil menghubungkan mitos tumbal dengan realita sosial tentang tekanan ambisi pembangunan yang mengorbankan nyawa manusia. Klimaks cerita yang mengungkap hubungan antara ilmu hitam, korupsi, dan tragedi keluarga meninggalkan kesan mendalam, meski alur tengahnya sedikit kehilangan tempo.
Kesimpulan dan Rating
Secara keseluruhan, Tumbal Proyek berhasil memanfaatkan ketakutan kolektif masyarakat terhadap mitos urban seputar proyek besar. Film ini bukan hanya hiburan horor semata, melainkan juga refleksi tentang harga kemajuan dan luka keluarga yang ditinggalkan. Meski masih ada kekurangan seperti jumpscare yang predictable dan beberapa dialog klise, kekuatan narasi emosional serta produksi yang solid menjadikannya salah satu rilis horor Indonesia yang patut ditonton di bioskop pada 2026 ini.
Film ini menawarkan pengalaman yang intens bagi penggemar genre horor lokal yang menyukai perpaduan misteri dan folklor Indonesia. Layak ditonton di bioskop untuk pengalaman suara dan visual maksimal.
Rating pribadi: 7/10.
Baca Juga
-
Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?
-
Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!
-
Ulasan Film Supergirl: Sinema Kosmis yang Megah, Sunyi, dan Mendalam
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
Artikel Terkait
-
Biasa Main Film Serius, Ardhito Pramono Ketagihan Main Komedi Absurd Gara-Gara Gudang Merica
-
Film Kamu Harus Mati Siap Hantui Bioskop, Hadirkan Teror Gaib yang Menguji Persahabatan
-
Iblis dalam Darah: saat Teror Mistis Menyusup ke Nadi, Malam Ini di ANTV
-
Sinopsis Pasar Setan yang Dibintangi Audi Marissa, Tayang Malam Ini di ANTV
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
Ulasan
-
Paradoks Kekerasan dan Agama dalam Film In the Hand of Dante
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti
-
Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?
-
Bukan Drama Chaebol Biasa: Mengapa Cinderella at 2 AM Layak Masuk Watchlist Kamu
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
Terkini
-
Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
-
Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia
-
Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?
-
Pria Jepang Jadi 'Pahlawan' di Stadion, Tapi 'Beban' di Rumah Tangga