Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Young Sheldon season 1 (IMDB)
Oktavia Ningrum

Awalnya saya menonton Young Sheldon tanpa ekspektasi besar. Apalagi serial ini hanyalah prekuel dari The Big Bang Theory yang sudah sangat populer. Namun ternyata, serial ini justru berhasil tampil dengan identitasnya sendiri. Hangat, lucu, menyentuh, sekaligus penuh kritik kecil tentang keluarga dan pola pengasuhan.

Season pertama memperkenalkan Sheldon Cooper kecil, anak berusia sembilan tahun dengan kecerdasan luar biasa di bidang matematika dan sains. Karena kejeniusannya, Sheldon harus melompati beberapa kelas dan masuk SMA jauh lebih cepat dibanding anak seusianya.

Masalahnya, meski sangat pintar secara akademis, Sheldon hampir tidak memiliki kecerdasan sosial. Ia terlalu jujur, terlalu kaku, perfeksionis, dan sering kali tidak memahami emosi orang lain.

Sinopsis Young Sheldon

Di situlah letak daya tarik serial ini. Young Sheldon bukan hanya cerita tentang anak jenius, tetapi tentang bagaimana sebuah keluarga biasa mencoba bertahan menghadapi anak yang “tidak biasa.”

Karakter paling menarik justru bukan Sheldon, melainkan keluarganya.

Mary Cooper, sang ibu, digambarkan sebagai sosok religius dan sangat penyayang. Namun semakin lama serial berjalan, terlihat bahwa kasih sayangnya sering kali tidak adil. Mary tampak begitu fokus melindungi Sheldon sampai tanpa sadar mengabaikan kebutuhan anak-anak lainnya. Ia seperti representasi nyata dari kalimat: “semua orang tua punya anak favorit, hanya saja mereka menyangkalnya.”

Mary selalu berkata bahwa ia menyayangi semua anaknya sama rata. Tetapi tindakan-tindakannya sering memperlihatkan hal berbeda. Sheldon selalu menjadi pusat perhatian, sementara anak-anak lain harus mengalah. Dan serial ini cukup berani memperlihatkan bagaimana favoritisme dalam keluarga bisa melukai saudara kandung lainnya secara perlahan.

Di sisi lain ada George Sr., ayah Sheldon. Ia bukan ayah sempurna. Kadang tidak peka, kadang terlalu pasif menghadapi Mary yang dominan. Namun justru itu yang membuat karakternya terasa realistis. George adalah tipe ayah biasa yang mungkin tidak pandai mengekspresikan perasaan, tetapi tetap berusaha hadir ketika keluarganya membutuhkan bantuan.

Karakter George terasa manusiawi karena ia tidak digambarkan terlalu baik ataupun terlalu buruk. Ia suka bercanda, suka bingung sendiri menghadapi Sheldon, tetapi ketika ada masalah keluarga, ia tetap mencoba mencari jalan keluar.

Lalu ada Meemaw, nenek Sheldon yang menjadi salah satu karakter paling menyenangkan di serial ini. Ia santai, nyeleneh, kadang memberi nasihat yang agak “sesat,” tetapi tetap hangat dan penuh kasih. Meemaw menyayangi cucu-cucunya tanpa berusaha mengambil alih peran orang tua mereka. Ia tahu batas, dan itu membuat karakternya terasa segar.

Kelebihan dan Kekurangan

Karakter yang cukup tragis sebenarnya adalah Missy, saudara kembar Sheldon. Missy harus tumbuh sebagai anak “normal” di tengah keluarga yang seluruh fokusnya tertuju pada saudara jeniusnya. Ia sering dinomorduakan, jarang benar-benar diperhatikan, dan harus terus mengalah.

Padahal Missy sangat cerdas secara emosional. Ia punya humor tajam, sarkastik, dan sering menjadi karakter paling realistis dalam serial ini. Banyak penonton justru merasa paling simpati padanya karena ia mewakili anak-anak yang hidup dalam bayang-bayang saudara lain yang lebih menonjol.

Sementara Georgie, kakak Sheldon, punya kepribadian seperti yin dan yang. Kadang terlihat kasar dan cuek, tetapi diam-diam sangat peduli pada adik-adiknya. Beban sebagai anak pertama cukup terasa dalam hidupnya. Ia sering dianggap bermasalah, padahal sebenarnya hanya kurang dipahami.

Dan tentu saja, Sheldon sendiri menjadi karakter yang paling rumit. Ia jenius, tetapi juga narsistik, keras kepala, dan terlalu banyak menuntut. Beberapa penonton bahkan merasa sulit menyukai Sheldon meski ia tokoh utama. Ada momen-momen ketika kepolosannya terasa lucu, tetapi ada juga saat ia begitu melelahkan.

Serial ini juga memunculkan pertanyaan menarik tentang neurodivergen. 

Pada akhirnya, Young Sheldon layak ditonton bukan hanya karena lucu, tetapi karena berhasil memotret dinamika keluarga dengan jujur. Serial ini ringan, tetapi tidak dangkal. Lucu, tetapi tetap menyimpan emosi dan kritik sosial kecil tentang pola asuh, kehidupan sosial, diskriminasi, serta sulitnya memahami anak yang berbeda.

Dan mungkin itu alasan mengapa serial ini terasa begitu dekat. Karena di balik cerita anak jenius, sebenarnya ia sedang bercerita tentang keluarga-keluarga biasa yang mencoba saling memahami dengan cara mereka sendiri.

Identitas Series

  • Judul: Young Sheldon Season 1
  • Genre: Comedy, Family
  • Jumlah Episode: 22 episode
  • Tayang: 25 September 2017–10 Mei 2018

Pemeran Utama:

  • Armitage sebagai Sheldon Cooper
  • Zoe Perry sebagai Mary Cooper (Ibu)
  • Lance Barber sebagai George Cooper Sr. (Ayah)
  • Montana Jordan sebagai George "Georgie" Cooper Jr. (Kakak)
  • Raegan Revord sebagai Missy Cooper (Saudara Kembar)
  • Annie Potts sebagai Constance "Meemaw" Tucker (Nenek)