Di mana ada Jisoo, di situ aku akan nonton. Sulit menyangkal kalau visualnya memang kelewat cantik sampai terasa tidak masuk akal. Tapi setelah mengikuti dramanya sampai selesai, ternyata Snowdrop bukan cuma menjual visual atau romansa semata.
Drama ini justru berkembang menjadi kisah politik yang emosional, tragis, sekaligus melelahkan hati.
Snowdrop adalah drama Korea yang sejak awal penayangannya langsung menjadi perbincangan besar. Selain karena dibintangi Jisoo dan Jung Hae-in, drama produksi JTBC ini juga membawa tema politik yang cukup sensitif dengan latar Korea Selatan tahun 1987.
Masa ketika gerakan demokrasi sedang memuncak dan hubungan Korea Selatan–Korea Utara berada dalam ketegangan besar.
Sinopsis Snowdrop
Eun Young-ro, mahasiswi Universitas Wanita Hosu yang ceria, polos, dan mudah jatuh hati. Pada sebuah kencan buta kelompok, ia bertemu Im Soo-ho, pria misterius yang mengaku mahasiswa pascasarjana dari Jerman. Chemistry keduanya langsung terasa kuat sejak awal.
Namun beberapa hari setelah pertemuan itu, Soo-ho tiba-tiba muncul di asrama wanita dalam keadaan bersimbah darah dan dikejar aparat keamanan Korea Selatan. Young-ro yang percaya bahwa Soo-ho hanyalah aktivis pro-demokrasi yang diburu pemerintah memutuskan menyembunyikannya di asrama. Padahal kenyataannya jauh lebih rumit. Im Soo-ho ternyata adalah mata-mata Korea Utara.
Dari titik itu, Snowdrop berubah dari drama romansa kampus menjadi thriller politik penuh penyanderaan, pengkhianatan, negosiasi antar-negara, dan konflik ideologi. Asrama wanita yang awalnya terasa hangat dan penuh komedi perlahan berubah menjadi tempat penuh ketegangan dan ancaman senjata.
Yang menarik, drama ini sebenarnya cukup unik dalam cara membangun atmosfer. Episode awal terasa ringan, bahkan lucu. Ada banyak momen khas drama kampus tahun 80-an dengan suasana nostalgia, persahabatan mahasiswi, aturan asrama yang ketat, dan kisah cinta malu-malu.
Namun memasuki pertengahan cerita, semuanya berubah drastis. Nuansa komedi perlahan menghilang dan digantikan ketegangan politik yang sangat intens. Penonton dibuat terus bertanya: siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?
Mana yang lebih penting, cinta atau negara? Dan apakah ideologi memang layak dibela sampai mengorbankan manusia lain?
Kelebihan dan Kekurangan
Chemistry Jisoo dan Jung Hae-in menjadi salah satu kekuatan utama drama ini. Meski ini adalah debut Jisoo sebagai pemeran utama, ia berhasil membawakan karakter Young-ro dengan cukup natural dan emosional. Apalagi di adegan-adegan sedih, hubungan Young-ro dan Soo-ho terasa sangat menyakitkan karena keduanya sama-sama berada di posisi yang mustahil.
Mereka saling mencintai, tetapi berdiri di dua dunia yang saling bermusuhan.
Jung Hae-in juga tampil sangat kuat sebagai Soo-ho. Ia bukan sekadar mata-mata dingin, melainkan pria yang terus terjebak antara tugas negara, rasa kemanusiaan, dan cintanya pada Young-ro. Karakter Soo-ho terasa tragis karena sekeras apa pun ia mencoba melindungi semua orang, tetap ada harga besar yang harus dibayar.
Selain dua pemeran utama, drama ini juga dipenuhi aktor senior dan karakter pendukung yang kuat seperti Yoo In-na, Kim Hye-yoon, hingga Jang Seung-jo. Bahkan karakter ibu-ibu pejabat dalam drama ini kadang menjadi sumber komedi satir di tengah suasana mencekam.
Secara visual, Snowdrop juga sangat cantik. Sinematografinya dibuat hangat dan klasik dengan nuansa era 80-an yang kuat. Musiknya pun berhasil memperkuat suasana melankolis sepanjang cerita.
Namun drama ini memang sempat menuai kontroversi di Korea Selatan karena dianggap menyentuh isu sejarah sensitif terkait gerakan demokrasi dan badan intelijen Korea. JTBC akhirnya memberikan klarifikasi bahwa drama ini adalah karya fiksi dan tidak bermaksud mendistorsi sejarah.
Rekomendasi Penonton
Terlepas dari kontroversinya, Snowdrop tetap berhasil meninggalkan kesan emosional yang sangat kuat.
Ini bukan drama yang bisa ditonton santai sambil lalu. Emosinya berat, konfliknya rumit, dan ending-nya benar-benar menghantam perasaan. Bahkan setelah tamat, rasanya masih sulit move on dari kisah Young-ro dan Soo-ho.
Karena pada akhirnya, Snowdrop bukan cuma tentang kisah cinta dua anak muda.
Melainkan tentang bagaimana politik, kekuasaan, dan ideologi bisa menghancurkan orang-orang yang sebenarnya hanya ingin hidup dan mencintai dengan tenang.
Identitas Drama
- Judul Drama: Snowdrop
- Sutradara: Jo Hyun-tak
- Penulis Skenario: Yoo Hyun-mi
- Jaringan Negara: JTBC (Korea Selatan) & Disney+ Hotstar (Internasional)
- Jumlah Episode: 16 Episode
- Periode Tayang: 18 Desember 2021 – 30 Januari 2022
Pemeran Utama:
- Jung Hae-in sebagai Im Soo-ho
- Jisoo (BLACKPINK) sebagai Eun Young-ro
- Jang Seung Jo sebagai Lee Kang Mo
- Yoo In Na sebagai Kang Chung Ya
- Kim Hye Yoon sebagai Kye Boon Ok
Baca Juga
-
Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis
-
Sweet Home: Ketika Bertahan Hidup Lebih Menakutkan daripada Monster
-
Dari Dibenci Jadi Dicintai, Warner Mencuri Seluruh Isi di Novel Unravel Me
-
Dunia Tanpa Privasi dan Kebebasan: Kengerian dalam Novel Glaze
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mencicipi Rendang dan Ikan Bakar Juara di Rumah Makan Ganto Sori Kuala Tungkal
-
Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis
-
Ulasan Novel Rencana Besar, Misteri Hilangnya Uang Rp 17 Miliar
-
Pati Patni Aur Woh Do: Hadir dengan Cerita Cinta dan Salah Paham yang Lucu!
-
Sweet Home: Ketika Bertahan Hidup Lebih Menakutkan daripada Monster