A Family adalah film drama asal Belanda-Belgia tahun 2026 yang disutradarai oleh Mees Peijnenburg, dengan skenario yang ditulis bersama Bastiaan Kroeger. Film berdurasi 89 menit ini merupakan karya kedua Peijnenburg setelah Paradise Drifters (2020) dan mendapat sambutan positif saat world premiere di Berlinale 2026 dalam seksi Generation 14plus.
Produser Lukas Dhont (sutradara Close dan Girl) turut terlibat, yang semakin memperkuat nuansa sinematik yang sensitif terhadap dinamika remaja dan keluarga. Pemeran utama termasuk Celeste Holsheimer sebagai Nina, Finn Vogels sebagai Eli, Carice van Houten (dikenal dari Game of Thrones) sebagai ibu, dan Pieter Embrechts sebagai ayah.
Perspektif Remaja dalam Krisis Rumah Tangga
Sinopsis film berfokus pada dua bersaudara remaja, Nina (16 tahun) dan Eli (14 tahun), yang terjebak di tengah pergolakan perceraian orang tua mereka. Pernikahan yang dulu penuh kasih kini runtuh, meninggalkan anak-anak sebagai korban utama pertarungan hak asuh.
Film ini disajikan melalui perspektif bergantian: bab pertama mendominasi sudut pandang Nina, bab kedua Eli, dan bab ketiga menyatukan keduanya dengan sedikit overlap adegan. Pendekatan ini efektif menggambarkan bagaimana peristiwa yang sama dialami secara berbeda oleh dua individu dengan kepribadian dan mekanisme coping yang berlainan.
Ulasan Film A Family
Secara visual, Peijnenburg memanfaatkan cahaya musim panas yang milky dan gerakan kamera yang skittish untuk menciptakan rasa ketidakstabilan emosional. Sinematografi Jasper Wolf mendukung pendekatan observasional yang kuat, di mana bahasa tubuh dan detail kecil menjadi narasi utama. Film tidak terlalu bergantung pada dialog berlebihan; sebaliknya, ia membiarkan keheningan dan ekspresi wajah remaja membawa beban cerita.
Tema utamanya adalah dampak perceraian terhadap anak-anak, loyalitas yang terbelah, amarah yang terpendam, serta kerinduan untuk dilihat dan didengar. Tidak ada pihak yang sepenuhnya disalahkan—kedua orang tua digambarkan sebagai manusia yang juga berusaha bertahan di tengah kehancuran mereka sendiri.
Kelebihan film terletak pada penampilan para aktor muda. Celeste Holsheimer menghadirkan Nina sebagai remaja yang aktif menari, penuh frustrasi, dan berusaha mencari kestabilan melalui hubungan dengan pacarnya. Finn Vogels, yang lebih pendiam, memberikan kedalaman pada Eli—karakter yang lebih introvert, suka berenang, dan cenderung mengamati daripada bereaksi keras.
Carice van Houten memberikan nuansa kompleks pada sosok ibu yang berjuang mempertahankan ikatan dengan anak-anaknya. Struktur tiga bab membuatku merasakan perspektif ganda tanpa repetisi yang membosankan, meski bab ketiga terasa agak kurang fokus, sih.
Kekurangan yang dapat kucatat adalah durasi yang relatif pendek dan pendekatan observasional yang kadang membuat film terasa kurang mendalam sebagai character study penuh. Beberapa elemen plot terasa skematis, dan kalau kamu yang mencari resolusi dramatis mungkin akan kecewa karena film lebih menekankan proses emosional daripada klimaks besar. Meski demikian, kehalusan eksekusi dan keaslian emosi membuatnya tetap kuat sebagai potret keluarga kontemporer. Rating rata-rata di festival cenderung positif, dengan pujian khusus pada sensitivitas terhadap perspektif remaja.
Film A Family mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Mei 2026, tersedia di jaringan seperti CGV, XXI, Cinema 21, dan lainnya di kota-kota besar. Durasi tayang awal mencakup sesi reguler dengan subtitle bahasa Indonesia, dan rating usia 17+ karena tema dewasa seputar konflik keluarga dan emosi intens. Oh iya, kusarankan mengecek jadwal terkini melalui aplikasi atau situs resmi bioskop karena ketersediaan dapat berbeda per lokasi dan kota.
Salah satu adegan paling powerful dan sulit kulupakan adalah saat kedua orang tua bertengkar hebat di pinggir jalan. Suara amarah mereka menggema seperti sirene yang tak berhenti, sementara Nina dan Eli berdiri di foyer bangunan, menyaksikan dari kejauhan. Nina segera berlari menaiki tangga untuk menghindar, sementara Eli membeku di tempat, matanya tak lepas dari kedua orang yang paling dicintainya saling menyakiti.
Adegan ini tidak hanya menunjukkan kekacauan emosional, tetapi juga perbedaan reaksi saudara kandung terhadap trauma yang sama—satu melarikan diri, satu lagi terpaku dalam ketakutan diam. Suasana hening yang mengikuti, diiringi cahaya lembut dan ekspresi wajah anak-anak, meninggalkan kesan mendalam tentang betapa rapuhnya rasa aman keluarga.
Adegan lain yang tak kalah berkesan adalah momen-momen intim di kolam renang bagi Eli atau sesi menari Nina, di mana aktivitas fisik menjadi pelarian sekaligus cerminan pergolakan batin. Adegan overlap di mana perspektif berganti memperlihatkan detail yang terlewatkan oleh satu saudara juga memberikan efek “aha” yang cerdas, mengingatkanku bahwa realitas selalu subyektif.
Secara keseluruhan, A Family adalah film yang menyentuh dan autentik tentang bagaimana cinta dapat retak namun masih berusaha menemukan jalan. Buat kamu yang pernah mengalami dinamika keluarga yang rumit, film ini akan terasa sangat relatable dan cathartic.
Peijnenburg berhasil menciptakan karya yang penuh empati tanpa sentimental berlebihan. Meski bukan film sempurna, ia meninggalkan jejak emosional yang kuat dan mengajak refleksi tentang arti keluarga di tengah krisis. Sangat aku rekomendasikan untuk kamu pencinta drama karakter yang menghargai sinema Eropa kontemporer yang halus dan introspektif. Rating pribadi: 8.5/10.
Baca Juga
-
Ulasan Film Kamu Harus Mati: Batas Tipis Antara Halusinasi dan Realitas!
-
Star Wars: Maul- Shadow Lord, Sajikan Animasi Epik dengan Aksi Lightsaber!
-
Ulasan Sunshine Women's Choir: Kisah Pengorbanan Ibu yang Menyentuh Hati
-
Ulasan Film Gudang Merica: Suguhkan Keseimbangan Horor dan Tawa yang Pas!
-
Mobile Suit Gundam Hathaway: Sajikan Pertarungan Epik dan Visual yang Tajam
Artikel Terkait
Ulasan
-
Filter (2025): Komedi Fantasi yang Diam-Diam Menyentil Standar Kecantikan
-
Einstein Aja Gak Tau! Buku Sains yang Bikin Hal Sepele Jadi Sangat Menarik
-
Kisah Keke dalam Surat Kecil untuk Tuhan Masih Membekas hingga Hari Ini
-
Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?
-
Saat Dua Kepribadian Bertolak Belakang Dipertemukan di Brewing Love
Terkini
-
Tayang Juni, Gong Myoung dan Jin Sun Kyu Bintangi Film Husbands in Action
-
Lee Do Hyun dan Kim Min Ha Dipasangkan di Remake Film Viva La Vida
-
4 Rekomendasi Hotel Dekat GBK untuk Konser BTS ARIRANG, Bisa Jalan Kaki!
-
Jin Sun Kyu dan Gong Myoung Reuni di Film Aksi Netflix 'Husbands in Action'
-
Film Pesta Babi Kian Lantang, Kini Tayang Legal di YouTube, Nobar Yuk!