Tanggal 8 Mei kemarin merupakan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yang tanggal penetapannya dipilih mengikuti tanggal lahir Pendiri Komite Internasional Palang Merah, yakni Henry Dunant. Palang Merah nggak hanya seputar donor darah ya, melainkan aksi kemanusiaan tanpa memandang ras dan etnis. Suatu pesan moral keren yang juga diangkat lewat drama Descendants of the Sun.
Melansir IMDb, Descendants of the Sun merupakan drama Korea bergenre romansa, komedi, dan profesi yang rilis pada 22 Februari 2016 sampai 22 April 2016 dengan total 16 episode. Drama ini ditulis oleh Kim Eun Sook dan Kim Won Seok, serta disutradarai oleh Lee Eung Bok.
Romansa Tentara dan Dokter dalam Segala Situasi
Descendants of the Sun mengisahkan Kapten Yoo Si Jin (Song Joong Ki), seorang kapten tim khusus berjuluk Tim Alpha yang menjalin hubungan dengan dokter Kang Mo Yeon (Song Hye Kyo), salah satu dokter di rumah sakit Haesung. Hubungan mereka sebetulnya putus nyambung karena profesi keduanya yang kerap menghambat pertemuan atau janji.
Namun, mereka bertemu kembali di salah satu negara bernama Urk. Ketika Si Jin bersama Mayor Sersan Seo Dae Young (Jin Goo) tergabung dalam pasukan perdamaian, dan Mo Yeon sebagai relawan. Meski sejatinya Mo Yeon sengaja ‘dibuang’ ke sana oleh direktur rumah sakit Haesung setelah menolak ajakan ‘berhubungan’ di hotel.
Perjalanan mereka diisi dengan serangkaian romantisme, perjuangan di tengah bencana alam gempa, hingga menghadapi wabah penyakit yang nyaris menguras emosi dan merenggut nyawa Yoon Myung Joo (Kim Ji Won), seorang dokter tentara sekaligus rival abadi Mo Yeon. Descendants of the Sun juga turut menghadirkan rasa teror bagi penonton. Sewaktu Si Jin harus membebaskan Mo Yeon yang disandera oleh kelompok kriminal, atau saat dia hampir mati tertembak tentara Korea Utara, dan Mo Yeon yang harus melakukan operasi padanya.
Empati yang Sesungguhnya dari Para Pemilik ‘Seragam’
Descendants of the Sun agaknya menonjolkan fungsi seragam itu sendiri, ketimbang romansa. Alih-alih terpesona dengan romansa manis yang menggemaskan, para penonton justru diajak untuk mendalami peran profesi berseragam, yang di sini adalah seorang dokter dan tentara.
Kendati di masa sekarang kedua profesi tersebut cukup menyajikan berita yang problematik, tetapi drama ini sukses mengusung intisari dan empati kemanusiaan yang lekat pada mereka. Di mana tentara berdiri untuk melakukan aksi perdamaian, berdiri untuk membela negara, hingga melakukan perang jika dibutuhkan. Tentara juga nggak segan menjadi relawan, terlebih di daerah yang terkena bencana alam.
Begitu juga dengan profesi dokter yang sangat berjasa sekali. Mereka dituntut menyelamatkan nyawa manusia, bahkan harus memikirkan jalan terbaik di tengah situasi genting. Dokter juga kerap mengorbankan diri, demi kesembuhan orang lain.
Empati yang Descendants of the Sun hadirkan ternyata nggak hanya itu saja. Drama ini juga menyoroti empati dan kasih antara manusia, dalam perbedaan politik yang mencolok, yang dalam hal ini diwakilkan lewat hubungan diplomatik Korea Utara dan Korea Selatan ya. Bahwa kesetiaan pada negara itu mutlak, tetapi empati antarmanusia juga wajib diperhitungkan. Sebagaimana ‘teman tentara Korea Utara’ yang menolong Si Jin di Albania. Padahal berita kematiannya sudah didengar oleh Mo Yeon.
Komedi Pecah, Nangis pun Parah
Alur utamanya ya tentang hubungan Si Jin dan Mo Yeon yang random. Kadang romantis, kadang berseteru, dan bisa penuh humor juga. Diimbangi dengan second couple antara Seo Dae Young dan Yoon Myung Joo, yang nggak kalah pecahnya! Walau kalau kupikir, justru second couple terasa lebih nyesek. Sudahlah berbeda pangkat, terhalang restu ayah Myung Joo, hingga sikap tsundere Dae Young yang ngeselin. Namun, inilah yang kian mengokohkan second couple buatku.
Akting Song Joong Ki dan Jin Goo menurutku kece parah ya! Tipe lelaki maskulin yang nggak takut panas, dan garang. Konon, Joong Ki memang baru pulang wamil ketika membintangi drama ini. Song Hye Kyo dan Kim Ji Won pun sukses membawakan karakter dokter yang kuat, tabah, bahkan pada situasi sulit pun penonton dibuat ikutan ngeri dan tegang. Meski aku menganggap karakter Myung Joo terlalu baperan dan menye-menye, tetapi mungkin begitulah dia didesain. Chemistry pada tokoh pun sukses bikin ketawa guling-guling, sekaligus nangis bawang bombay, huhu.
Keren di Drama, Tidak Masuk Akal di Realita
Terlepas dari chemistry para pemain dan pemilihan tema yang keren, drama ini tetaplah drama yang berguna sebagai hiburan semata. Ya bayangin deh, mana ada tentara anggota khusus yang fokusnya ke pasangan doang? Mereka itu dituntut untuk selalu di garda depan woy. Nggak ada waktu buat pacaran. Mereka selalu dihadapkan pada bahaya, jadi nyaris nggak ada waktu untuk menye-menye.
Bagiku, Descendants of the Sun terlalu ‘menjual’ mimpi kehidupan seorang prajurit dari sisi enaknya saja. Bahwasanya seorang Kapten bebas melakukan apa pun, termasuk skip latihan dan fokus ke pasangan. Padahal prajurit dituntut untuk selalu waspada, sigap, dan penuh empati juga setia.
Drama ini juga kian mengglorifikasi hubungan ideal seorang tentara dengan dokter. Iya, jodoh siapa yang tahu sih? Namun, banyak orang jadi memiliki mindset bahwa tentara haruslah bersanding dengan sesama tentara atau dokter. Selain itu, skip. Woy! Sekali lagi jodoh siapa yang tahu?! Siapa tahu seorang tentara berjodoh dengan putri keluarga ningrat?! After all, aku memberikan nilai 7/10 untuk Descendants of the Sun.
Identitas Drama:
- Judul: Descendants of the Sun
- Sutradara: Lee Eung Bok
- Penulis: Kim Eun Sook, Kim Won Seok
- Genre: Romance, Komedi, Profesi
- Rilis: 22 Februari 2016 – 22 April 2016
- Saluran: KBS
- Negara Asal: Korea Selatan
- Bahasa: Bahasa Korea
- Jumlah Episode: 16
Baca Juga
-
Cinta Gila Sampai Dikejar ke Dunia Manusia dalam For Your Perfect Ending
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Pertarungan Gadis Kecil dan Tiga Lelaki yang Menggila di Tengah Belantara
-
Pocong yang Menggantung di Teras Rumah Mas Dandi Malam Itu....
Artikel Terkait
-
Seni Mencintai dengan Konsistensi: Cermin Relasi Sehat di Yumis Cells 3
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Podcast Bareng, Dokter Tirta Ungkap Sisi Lain Aldi Taher yang Jarang Diketahui
-
Tamat dengan Rating Tertinggi, We Are All Trying Here Rilis Poster Spesial
-
Drama Mouse: Ketika Sosok Paling Baik Ternyata Menyimpan Sisi Mengerikan
Ulasan
-
Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap
-
Children of Heaven Begitu Lembut Memotret Kemiskinan Hingga Menyayat Hati
-
Tak Sekadar Ilmuwan: Sisi Manusiawi Stephen Hawking dalam My Brief History
-
Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'
-
Review Film Decorado: Dekorasi Eksistensial yang Menghantam Mental Penonton
Terkini
-
Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026
-
Refleksi Iduladha di Tengah Ketamakan dan Ketidakadilan Penguasa
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Tim Produksi Hidden Eye Minta Maaf Usai Salah Pakai Foto Masa Kecil Hyunjin
-
Menahan Godaan Checkout: Memaknai Rela Berkorban Iduladha di Era Digital