Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film The Rip (IMDb)
Ryan Farizzal

The Rip adalah film thriller aksi kriminal yang dirilis secara eksklusif di Netflix pada 16 Januari 2026. Disutradarai oleh Joe Carnahan, yang dikenal dengan karya-karya berenergi tinggi seperti Narc dan Copshop, film ini menampilkan kolaborasi ikonik antara Matt Damon dan Ben Affleck sebagai pasangan polisi Miami yang diuji oleh godaan uang dan pengkhianatan. Dengan durasi sekitar 113 menit, The Rip berhasil menghadirkan ketegangan klasik ala film polisi tahun 1990-an yang dikemas dengan nuansa modern, meskipun tidak sepenuhnya inovatif.

Cerita Tim TNT yang Diuji Integritas Moralnya

Salah satu adegan di film The Rip (IMDb)

Cerita berfokus pada tim Tactical Narcotics Team (TNT) di Miami-Dade Police Department yang dipimpin Lieutenant Dane Dumars (Matt Damon). Setelah menerima informasi intelijen, tim tersebut melakukan penggerebekan di sebuah rumah kumuh dan menemukan uang tunai senilai puluhan juta dolar yang dicuri kartel. Penemuan ini, yang jauh melebihi ekspektasi, memicu retaknya kepercayaan di antara anggota tim.

Detektif Sergeant J.D. Byrne (Ben Affleck) sebagai tangan kanan Dane menjadi pusat dinamika emosional, sementara anggota lain seperti Detective Mike Ro (Steven Yeun), Numa Baptiste (Teyana Taylor), dan Lolo Salazar (Catalina Sandino Moreno) turut terlibat dalam paranoia yang semakin mendalam. Tekanan dari pihak luar, termasuk kartel yang berusaha merebut kembali asetnya dan investigasi internal, membuat situasi semakin rumit.

Film ini terinspirasi dari skandal nyata seperti kasus Miami River Cops, yang mengeksplorasi tema korupsi, loyalitas, dan godaan moral di kalangan penegak hukum. Carnahan menyusun narasi dengan ritme yang ketat pada paruh pertama, di mana ketegangan psikologis mendominasi. Dialog-dialog tajam dan chemistry alami antara Damon dan Affleck menjadi kekuatan utama.

Damon menghadirkan Dane sebagai figur pemimpin yang tenang tapi terbebani, sementara Affleck memerankan Byrne sebagai sosok yang lebih impulsif dan emosional, mencerminkan persahabatan mereka yang telah lama terjalin sejak Good Will Hunting. Penampilan pendukung, terutama Yeun dan Taylor, juga solid dalam mendukung dinamika kelompok.

Ulasan Film The Rip

Salah satu adegan di film The Rip (IMDb)

Secara teknis, Carnahan unggul dalam membangun atmosfer Miami yang panas dan berbahaya. Sinematografi memanfaatkan pencahayaan redup dan ruang sempit untuk meningkatkan rasa klaustrofobia. Adegan aksi dirancang realistis dengan nuansa Heat-like, di mana tembakan terdengar keras dan konsekuensinya terasa berat. Skor musik yang tegang melengkapi ketidakpastian yang terus berlangsung.

Salah satu adegan paling menegangkan adalah saat tim menyadari keberadaan sinyal Morse code dari lampu jalan di kejauhan yang menyampaikan pesan P-I-G-S (polisi). Momen ini membangun suspense secara perlahan: tim yang sedang menghitung uang di rumah tersebut tiba-tiba menyadari ancaman eksternal.

Ketegangan memuncak ketika mereka mempersiapkan pertahanan—mengenakan rompi anti peluru, mempersenjatai diri, bahkan melindungi anjing K9—sambil curiga satu sama lain. Adegan ini berhasil menciptakan rasa tidak aman total karena aku sendiri pun tak tahu apakah ancaman datang dari kartel, rekan sesama polisi korup, atau bahkan anggota tim sendiri. Suara tembakan yang realistis dan editing cepat membuat jantungku berdegup kencang.

Momen yang paling membekas dalam ingatanku dari film ini adalah perseteruan, baik secara fisik maupun emosional, antara Dane dan Byrne di tengah situasi yang kacau-mencekam. Pertarungan tangan kosong yang kasar ini bukan hanya soal kekerasan fisik, melainkan juga ledakan emosi dari persahabatan yang retak akibat kecurigaan.

Dialog kasar yang diselingi pukulan menyentuh tema loyalitas dan pengkhianatan dengan mendalam. Adegan ini melekat karena kekuatan akting Damon dan Affleck, yang menyampaikan kerapuhan di balik sikap keras kepala mereka. Selain itu, adegan pengejaran mobil di jalanan Miami yang sempit juga berkesan, dengan manuver berisiko tinggi yang menambah adrenalin.

Meski demikian, kurasa film ini memiliki kekurangan. Paruh ketiga cenderung kehilangan momentum saat berusaha menyelesaikan berbagai plot twist, dengan beberapa karakter pendukung kurang dieksplorasi. Beberapa elemen cerita terasa klise, dan resolusi akhir agak terburu-buru. Akan tetapi, sebagai produksi Netflix, The Rip termasuk yang berkualitas di atas rata-rata genre serupa.

Jadi intinya, The Rip adalah thriller solid yang mengandalkan chemistry bintang utama dan ketegangan psikologis untuk menghibur. Film ini cocok buat kamu yang menyukai cerita polisi klasik dengan sentuhan korupsi modern. Untuk itu film ini aku rekomendasikan sebagai tontonan yang memuaskan untuk akhir pekan. Saat ini, The Rip sudah tersedia untuk streaming kapan saja di Netflix bagi para pelanggan.

Film ini mengingatkan bahwa di balik badge dan senjata, manusia tetap rentan terhadap godaan. The Rip berhasil menyajikan hiburan yang cerdas sekaligus mencekam, meski tidak revolusioner. Rating Pribadi: 7.5/10.