Perkembangan fiksi misteri dan thriller di Indonesia saat ini semakin menunjukkan eksistensinya, terutama dengan pemanfaatan mitos lokal sebagai latar belakang cerita. Salah satu fenomena sosiokultural yang sangat mencekam dan sering diangkat adalah mitos Pulung Gantung, sebuah kepercayaan mistis tentang isyarat gaib berbentuk bola api yang mendahului peristiwa bunuh diri di wilayah tertentu.
Ketika mitos tradisional yang kental ini dilebur dengan elemen penyelidikan kriminal modern dan organisasi rahasia pemerintah, hasilnya adalah sebuah narasi yang tidak hanya memicu adrenalin tetapi juga menggugah rasa ingin tahu pembaca terhadap dinamika mistis di pedalaman Jawa Timur.
Dalam konteks inilah novel "Kendat" hadir sebagai sebuah karya kolaborasi apik antara Remmy Rocco dan Peroa yang diterbitkan oleh Haebara Publisher pada Februari 2025. Kolaborasi kedua penulis ini menawarkan petualangan supranatural yang segar melalui gaya penulisan yang ringan, mudah dipahami, serta tidak berbelit-belit, menjembatani skeptisisme dunia kepolisian modern dengan realitas mistis yang menyelimuti wilayah pedesaan.
Sinopsis Novel Kendat
Berpusat di Desa Rengi, sebuah dusun terpencil yang terletak di tengah keheningan hutan pegunungan di sisi utara pulau Jawa Timur. Kedamaian dusun tersebut seketika hancur akibat munculnya fenomena berdarah yang diduga kuat sebagai kasus Pulung Gantung.
Dalam kurun waktu satu bulan, lima orang warga desa ditemukan tewas mengenaskan akibat gantung diri. Kematian tersebut terjadi secara sangat sistematis dengan selisih waktu tepat tujuh hari satu sama lain, dan seluruh korban melakukan aksi nekat tersebut di pohon yang sama.
Menyadari adanya kejanggalan besar yang tidak bisa diselesaikan dengan metode kepolisian biasa, sebuah organisasi rahasia pemerintah yang bergerak di bawah bayang-bayang bernama Aksaya Patra memutuskan untuk turun tangan.
Mereka menugaskan salah satu penyidik terbaiknya, Iptu Diran Argani, seorang perwira polisi muda berusia tiga puluh tahun yang dikenal cerdas dan logis. Diran diutus langsung ke Dusun Rengi dengan misi mengawal kasus sensitif ini sekaligus menyingkap tabir misteri di balik kematian beruntun tersebut sebelum korban berikutnya jatuh.
Namun, karena kasus ini melibatkan dimensi supranatural yang sangat pekat, Aksaya Patra menyadari bahwa logika rasional kepolisian saja tidak akan cukup. Oleh karena itu, Diran dipasangkan dengan Jesslyn Luan, seorang paranormal perempuan berusia dua puluh delapan tahun yang juga bekerja di bawah naungan Aksaya Patra.
Kehadiran Jesslyn dengan kemampuan indra keenamnya bertujuan untuk membaca sisa energi spiritual, berkomunikasi dengan entitas tak kasat mata, dan menelusuri akar kutukan mistis yang menyelimuti pohon maut tersebut.
Kerja sama antara Diran yang rasional dan Jesslyn yang paranormal melahirkan dinamika investigasi yang penuh ketegangan. Di tengah kepungan kabut hutan pegunungan yang dingin dan kecurigaan warga desa yang tertutup, kedua tokoh dengan latar belakang bertolak belakang ini dipaksa bersatu demi bertahan hidup.
Semakin dalam mereka menggali rahasia Dusun Rengi, semakin jelas bahwa ada kekuatan gelap yang siap menjadikan mereka sebagai tumbal berikutnya dari pulung gantung tersebut.
Kelebihan
Novel ini berhasil mengangkat mitos lokal Jawa Timur secara autentik. Dinamika hubungan antara Iptu Diran yang metodis-skeptis dan Jesslyn yang intuitif-spiritual memberikan warna tersendiri yang membuat interaksi karakter terasa hidup.
Penggunaan bahasa yang kasual dan lugas juga sangat membantu pembaca dalam memahami alur cerita tanpa harus terganggu oleh istilah-istilah ilmiah atau mistis yang terlalu rumit.
Kekurangan
Kekurangan novel ini terletak pada minimnya penjelasan mendalam mengenai organisasi Aksaya Patra, yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk dieksplorasi lebih jauh sebagai bagian dari world-building fiksi spekulatif Indonesia.
Novel Kendat dengan ketebalan halaman yang hanya 151 halaman, beberapa bagian dari penyelesaian misteri di bab-bab akhir terasa diselesaikan secara instan dan kurang memberikan ruang bagi pengembangan emosional karakter utama.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, novel "Kendat" karya Remmy Rocco dan Peroa merupakan sebuah fiksi misteri yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang mencari kisah thriller lokal yang segar dan cepat selesai. Melalui atmosfer pedesaan yang mencekam, teka-teki yang menantang akal logis, serta interaksi karakter yang menarik, karya ini sangat layak untuk segera didapatkan dan dibaca hingga lembar terakhir.
Identitas Buku
Judul: Kendat
Penulis: Remmy Rocco
Penerbit: Haebara Publisher
Tanggal Terbit: 5 Februari 2025
Tebal: 151 Halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna
-
Drama Human Vapor, Balas Dendam Manusia Gas Kepada Para Pelaku Bullying
-
Review Series Hacked, Teror Misterius di Balik Layar Ponsel yang Diretas
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik
-
Film Unexpected Family, Ketika Sekumpulan Orang Asing Menjadi Keluarga
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna
-
As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu
-
Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan
-
Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai
Ulasan
-
Ulasan Toko yang Buka di Kala Hujan: Novel Bestseller di Koreayang Mengajarkan Arti Kebahagiaan
-
Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?
-
Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi
-
Loveholic: Romansa Gelap yang Mengajak Pembaca Memahami Dampak Bullying
-
Review Please Look After Mom: Kisah Kehilangan yang Mengajarkan Cara Mencintai Ibu Sebelum Terlambat
Terkini
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Kisah Perjuangan Sylvester Stallone Jadi Legenda Holywood Diangkat dalam Film I Play Rocky
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!