Sekar Anindyah Lamase | aisyah khurin
Novel The Arson Project (goodreads.com)
aisyah khurin

Industri literasi Indonesia, kita sering kali disuguhi oleh formula kisah asmara sekolah yang serbamanis, ringan, dan penuh warna-warni merah jambu. Namun, penulis Akaigita mengambil langkah yang sangat berani dan menyegarkan lewat karyanya yang berjudul "The Arson Project". 

Sebelum diterbitkan secara fisik oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama pada November 2021, kisah ini awalnya sangat populer di platform menulis digital Wattpad melalui akun resmi penulis, @akaigita, dan telah dibaca hingga puluhan ribu kali. Tidak tanggung-tanggung, cerita ini bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi seperti Wattys dan Scarlet Pen Awards dari komunitas Detectives ID, yang menegaskan kualitas alur misteri yang dibangun di dalamnya. 

Sinopsis Novel The Arson Project

Berpusat pada dinamika hubungan dua karakter utama yang memiliki jurang status sosial cukup berbeda, yaitu Dominic 'Mike' Risena dan 'Kara' Alya Estungkara. Mike digambarkan sebagai seorang pemuda jenius yang memiliki banyak ketertarikan unik, mulai dari berbagi buku-buku keren, musik berkualitas, hingga kemampuan tak biasa seperti menciptakan api hanya dari gesekan batu.

Namun, terlepas dari segala kapasitas intelektualnya, posisi sosial Mike di dunia nyata sangatlah rendah, ia hanya bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah sanggar teater lokal. Alasan Mike bertahan di tempat tersebut sangat sederhana, ia ingin selalu dekat dengan Kara, sang bintang utama teater yang sangat ia kagumi dan ingin ia buat terpesona melalui keahlian-keahliannya. 

Hubungan antara Mike dan Kara sebenarnya sudah terjalin sangat lama. Mereka adalah teman dekat sejak masa sekolah dasar. Di masa kecil, mereka sering menghabiskan waktu bersama di sekitar hutan pinus dekat vila tempat Mike tinggal, bermain peran dan berbagi imajinasi masa kecil yang hangat.

Kara sendiri sebenarnya sudah sejak lama mengagumi kejeniusan Mike yang tidak biasa. Namun, sebagai remaja yang kerap digerakkan oleh gejolak adrenalin dan pencarian jati diri, Kara justru terjerumus ke dalam hubungan romantis dengan Ben, aktor tampan yang menjadi lawan mainnya di atas panggung teater sekaligus anak dari pemilik teater tersebut. 

Keindahan dunia Kara seketika hancur tanpa sisa ketika Ben, orang yang sangat ia percayai dan cintai, justru tega mengkhianati kepercayaannya dengan melakukan tindakan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap dirinya. Trauma mendalam dan luka batin akibat kejadian tragis tersebut mengubah kepribadian Kara sepenuhnya. Didorong oleh rasa frustrasi, kehancuran emosional, dan keinginan membara untuk menuntut balas, Kara akhirnya memutuskan untuk berpaling kepada Mike. 

Di sisi lain, Mike yang diam-diam memendam rasa cinta mendalam kepada Kara langsung tersulut amarah saat mengetahui gadis impiannya dilecehkan. Kemarahan Mike semakin berkobar karena ia juga memiliki dendam pribadi yang mendalam terhadap keluarga pemilik teater tersebut.

Ketika Mike dan Kara akhirnya bersatu dalam sebuah aliansi gelap, narasi berkembang ke arah yang sangat menegangkan dan penuh spekulasi. Pembaca disuguhkan pada sebuah pertanyaan besar mengenai ke mana arah kerja sama mereka akan bermuara, apakah kolaborasi ini akan menghasilkan sebuah pementasan drama yang sangat memukau dengan memadukan keindahan puisi Kara dan aransemen musik Mike, ataukah aliansi ini justru akan melahirkan sebuah rencana pembakaran yang terencana rapi untuk membumihanguskan gedung teater tempat segala kepedihan itu bermula? 

Kelebihan

keberanian penulis untuk keluar dari zona nyaman fiksi remaja tradisional di Indonesia. Alih-alih menyajikan konflik sekolah yang klise, novel ini dengan berani mengeksplorasi isu-isu berat seperti trauma pelecehan seksual, kesehatan mental remaja, dan balas dendam yang dibalut dengan thriller psikologis yang sangat atmosferik.

Novel ini ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama secara bergantian antara Kara dan Mike di setiap babnya. Teknik ini sangat efektif karena membuat pembaca dapat menyelami isi kepala, kecemasan, dan emosi terdalam dari kedua karakter utama secara langsung.

Diksi yang digunakan oleh penulis terasa sangat luwes, modern, dan tidak kaku. Akaigita menyisipkan banyak referensi budaya pop kekinian, mulai dari sebutan film, tren media sosial, hingga buku-buku lain yang membuat pembaca merasa sangat dekat dengan dunianya.

Kekurangan

Sampul fisik novel ini didesain dengan ilustrasi yang tampak sangat lucu, manis, dan cerah, ditambah dengan sinopsis puitis yang memberikan impresi awal bahwa buku ini adalah kisah cinta musim panas remaja yang penuh dengan kehangatan. Disonansi visual ini dapat mengecoh pembaca yang sebenarnya hanya mencari romansa ringan, karena begitu membuka halaman-halamannya, mereka akan langsung disuguhi oleh tema thriller psikologis yang gelap dan berat.

Keputusan para karakter untuk membalas dendam lewat tindakan kriminal yang berbahaya, seperti membakar gedung teater digambarkan dengan bumbu puitis yang sangat estetis. Bagi sebagian pembaca, pendekatan ini dikhawatirkan dapat memicu kesan menormalisasi tindakan destruktif sebagai pelarian dari trauma emosional, sehingga membutuhkan kedewasaan berpikir dari para pembacanya.

Penggambaran trauma akibat kekerasan seksual, keputusasaan, dan amarah balas dendam disajikan secara jujur dan detail. Hal ini membuat "The Arson Project" menjadi bacaan yang sangat tersegmentasi (17+ / Young Adult) dan berpotensi memicu ketidaknyamanan bagi pembaca yang sensitif terhadap isu-isu trauma tersebut.

Kesimpulan

"The Arson Project" bukan sekadar sebuah novel fiksi remaja biasa yang mudah dilupakan begitu saja setelah lembar terakhir ditutup. Akaigita berhasil menciptakan sebuah karya yang berani menantang batas-batas moralitas tradisional dalam sastra populer Indonesia, dengan menyajikan kisah cinta yang lahir dari abu kehancuran dan trauma emosional yang mendalam.

Bagi para pencinta novel misteri, thriller, maupun drama romantis yang mendambakan narasi yang tidak biasa, karya ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk mengisi waktu luang.

Identitas Buku

Judul: The Arson Project

Penulis: Akaigita

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tanggal Terbit: 10 November 2021

Tebal: 368 Halaman